Apabila sebagian kaum muslimin melihat perniagaan atau sesuatu dari kesia-siaan dunia serta perhiasannya niscaya mereka memisahkan diri menuju kepadanya, dan mereka meninggalkanmu —wahai Nabi— dalam keadaan berdiri di atas mimbar seraya berkhutbah, katakanlah kepada mereka —wahai Nabi—: Perkara yang ada di sisi Allah berupa pahala dan kenikmatan adalah lebih bermanfaat bagi kalian daripada kesia-siaan dan daripada perniagaan, padahal Allah —semata— adalah sebaik-baik Dzat yang memberi rezeki dan memberi, maka mintalah kepada-Nya, dan mohonlah pertolongan dengan ketaatan kepada-Nya atas peraihan apa yang ada di sisi-Nya berupa dua kebaikan dunia dan akhirat.