Dan janganlah engkau menaati —wahai Rasul— setiap manusia yang banyak bersumpah lagi pendusta yang hina, yang suka menggunjing manusia, lagi berjalan di antara sesama mereka dengan adu domba, serta menukil pembicaraan sebagian mereka kepada sebagian lainnya di atas jalan perusakan di antara sesama mereka, lagi kikir dengan harta benda serta sangat pelit dengannya dari kebenaran, lagi sangat penghalang bagi kebaikan, melampaui batasannya di dalam permusuhan atas manusia dan penerjangan hal-hal yang diharamkan, banyak dosa, sangat di dalam kekafirannya, jahat lagi nista, lagi dinisbatkan kepada selain bapaknya. Dan dikarenakan sebab bahwasanya ia adalah pemilik harta dan anak niscaya ia melampaui batas dan menyombongkan diri dari kebenaran, maka apabila dibacakan atasnya ayat-ayat Al-Qur'an niscaya ia mendustakannya, dan ia berkata: Ini adalah kebatilan-kebatilan orang terdahulu dan dongeng-dongeng mereka. Dan ayat-ayat ini walaupun turun tentang sebagian orang musyrik laksana Al-Walid bin Al-Mughirah, akan tetapi di dalamnya terdapat peringatan bagi seorang muslim dari kesesuaian orang yang tersifati dengan sifat-sifat tercela ini.