Apakah engkau melihat perkara yang lebih mengherankan daripada kedurhakaan laki-laki ini (dia adalah Abu Jahal) yang melarang seorang hamba milik Kami apabila ia melakukan salat bagi Tuhannya (dia adalah Muhammad ﷺ)? Apakah engkau melihat jika keberadaan orang yang dilarang dari salat itu berada di atas hidayah maka bagaimanakah ia melarangnya? Ataukah jika keberadaannya adalah orang yang memerintahkan orang lain dengan ketakwaan apakah ia melarangnya dari hal itu? Apakah engkau melihat jika sang pelarang ini mendustakan dengan apa yang diajak kepadanya, dan ia berpaling darinya, bukankah ia mengetahui bahwasanya Allah melihat segala apa yang ia perbuat? Urusannya tidaklah sebagaimana yang didakwakan oleh Abu Jahal, benar-benar jika ia tidak berhenti dari penentangannya dan gangguannya niscaya benar-benar Kami akan menangkap dengan bagian depan kepalanya dengan penangkapan yang kasar, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka, ubun-ubunnya merupakan ubun-ubun yang pendusta di dalam ucapannya, lagi berdosa di dalam perbuatan-perbuatannya. Maka hendaknya si sewenang-wenang ini menghadirkan anggota klubnya yang ia meminta pertolongan dengan mereka, Kami kelak akan menyeru para malaikat penjaga azab. Urusannya tidaklah di atas apa yang disangka oleh Abu Jahal, sesungguhnya ia sekali-kali tidak akan menimpamu —wahai Rasul— dengan keburukan, maka janganlah engkau menaatiwa pada apa yang ia mengajakmu kepadanya berupa peninggalan salat, dan bersujudlah bagi Tuhanmu serta mendekatlah kepada-Nya dengan mencari kecintaan kepada-Nya melalui ketaatan kepada-Nya.