Apakah orang yang tadinya mati di dalam kesesatan lagi binasa dan bingung, kemudian Kami hidupkan hatinya dengan iman, dan Kami beri hidayah ia kepadanya, serta Kami beri taufik ia untuk mengikuti para rasul-Nya, sehingga ia menjadi hidup di dalam cahaya-cahaya hidayah, adalah laksana orang yang perumpamaannya berada di dalam kebodohan, hawa nafsu, serta kesesatan yang tercerai-berai, yang ia tidak mendapatkan petunjuk menuju jalan keluar dan tidak pula ada keselamatan baginya dari apa yang ia ada di dalamnya? Keduanya tidaklah sama. Dan sebagaimana Aku telah menghinakan orang kafir ini yang mendebat kalian —wahai orang-orang mukmin— lalu Aku hiasi baginya buruknya amalnya sehingga ia melihatnya sebagai kebaikan, Aku telah menghiasi bagi orang-orang yang mengingkari itu amal-amal buruk mereka; agar mereka berhak mendapatkan azab dengan sebab hal tersebut.