Your donation is urgently needed to keep the server running.
هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم لدعم الخادم
بِمَا حَدَّثَنَا بِهِ خَلَّادُ بْنُ أَسْلَمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، قَالَ: لَا أَعْلَمُهُ إِلَّا عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «أُنْزِلَ الْقُرْآنُ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ، فَالْمِرَاءُ فِي الْقُرْآنِ كُفْرٌ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَمَا عَرَفْتُمْ مِنْهُ فَاعْمَلُوا بِهِ، وَمَا جَهِلْتُمْ مِنْهُ فَرُدُّوهُ إِلَى عَالِمِهِ»
adalah bangsa Arab yang memiliki keragaman dialek lisan dalam penjelasannya, serta memiliki perbedaan dalam logika dan cara bicaranya. Jika kenyataannya demikian, sementara Allah Jalla Dzikruhu telah mengabarkan kepada hamba-hamba-Nya bahwa Dia menjadikan Al-Quran berbahasa Arab dan menurunkannya dengan bahasa Arab yang jelas, namun teks lahiriahnya mengandung kemungkinan makna yang khusus maupun umum, maka tidak ada jalan bagi kita untuk mengetahui maksud Allah Ta'ala mengenai kekhususan atau keumumannya tersebut kecuali melalui penjelasan dari orang yang memang ditugaskan untuk menjelaskan Al-Quran, yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Apabila keadaannya demikian, sementara riwayat-riwayat telah datang secara mutawatir dan turun-temurun dari beliau shallallahu 'alaihi wa sallam