muhkam, tentang keunggulan karunia penjelasan (bayan) ini dibandingkan dengan orang-orang yang kekurangan (bisu atau tidak fasih). Allah Ta'ala berfirman:
أَوَمَنْ يُنَشَّأُ فِي الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِي الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍ
"Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berhias sedang dia tidak mampu memberi penjelasan dalam pertengkaran?" (Surah Az-Zukhruf: 18)
Maka jelaslah bagi orang-orang yang berakal bahwa keunggulan orang yang memiliki kemampuan penjelasan (bayan) atas orang yang bisu atau gagap terletak pada kemampuannya untuk menguraikan apa yang ada dalam dirinya secara gamblang, sementara yang lain terhambat lisannya. Jika demikian, maka tingkatan penjelasan yang paling tinggi adalah yang paling tuntas dalam menyampaikan maksud, paling terang dalam menjelaskan tujuan pembicara, dan paling mudah dipahami oleh pendengar.
Maka jika suatu penjelasan sudah melampaui kadar tersebut, meningkat di atas kemampuan manusia, dan seluruh hamba mustahil mendatangkan yang serupa dengannya, maka itulah hujah (bukti) dan tanda bagi para utusan Allah Yang Maha Perkasa. Hal ini sebagaimana mukjizat menghidupkan orang mati atau menyembuhkan orang buta yang melampaui puncak ilmu kedokteran para tabib, sehingga mustahil ditiru oleh siapa pun. Demikian pula mukjizat menempuh jarak perjalanan dua bulan hanya dalam satu malam, yang berada di luar jangkauan kemampuan manusia, meskipun manusia mampu menempuh jarak pendek secara biasa.