Modi di Depan Knesset: Talmud Menyebutkan India dan Kami Mendukung Israel dengan Keyakinan Penuh
Perdana Menteri India menyatakan bahwa Talmud Sebut India di dalam kitab itu, sehingga mereka yakin dengan sangat untuk mendukung Israel
rezaervani.com – Gaza 26 Februari 2026 – Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan bahwa negaranya berdiri di sisi Israel secara resmi dan dengan keyakinan penuh, seraya menegaskan kekaguman India terhadap “tekad, keberanian, dan pencapaian Israel,” menurut pernyataannya.
Dia menambahkan, dalam pidato yang disampaikan di depan Knesset Israel pada hari Rabu ini, bahwa dia mendukung semua langkah yang bertujuan untuk memperkuat perdamaian dan stabilitas termasuk penanganan masalah Palestina, seraya menunjukkan bahwa Perjanjian Abraham yang diluncurkan beberapa tahun lalu “membawa banyak harapan namun hari ini menghadapi banyak tantangan.”
Ia menegaskan dukungannya terhadap inisiatif perdamaian (rencana Donald Trump) yang ditandatangani di Mesir dan didukung oleh Dewan Keamanan PBB, serta mengatakan bahwa hal itu mewakili jalan menuju perdamaian di kawasan, dan negaranya mendukung hal tersebut secara penuh.
Ia menambahkan, “Kami meyakini bahwa inisiatif ini membawa janji perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi semua bangsa di kawasan termasuk penanganan masalah Palestina.” Ia menyatakan rasa bangganya menjadi Perdana Menteri India pertama yang mengunjungi Israel (9 tahun yang lalu), dan juga menjadi Perdana Menteri India pertama yang menyampaikan pidato di hadapan Knesset Israel.
Dia mengatakan bahwa kedua negara memiliki hubungan yang sangat kuno, dan bahwa Talmud menyebutkan India serta menyebutkan jalur-jalur laut yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Samudra Hindia.
Modi menunjukkan bahwa ia membawa pesan penghormatan bagi Israel dari 1,4 miliar warga India, dengan menambahkan: “Semua orang tahu bahwa Israel adalah tanah air ayah, dan India adalah tanah air ibu, dan ikatan yang mempersatukan kita tertulis dengan darah dan pengorbanan,” menurut pernyataannya.
Perdana Menteri India juga berbicara tentang hubungan ekonomi antara kedua negara, dengan mengatakan bahwa negaranya menunjukkan kekaguman terhadap kemampuan Israel dalam mengembangkan pertanian di jantung gurun (merujuk pada narasi Zionis yang mengklaim bahwa Palestina dulunya adalah gurun yang dibangun oleh orang-orang Israel).
Ia menambahkan bahwa dirinya dan Benjamin Netanyahu—yang dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional—telah memindahkan hubungan antara kedua negara ke tahap strategis, dan berjanji untuk bekerja mengembangkan hal tersebut secara berkelanjutan.
Kemitraan Strategis
Modi menggambarkan Israel sebagai pusat inovasi dan perkembangan teknologi, dan hal inilah yang menciptakan fondasi bagi kemitraan masa depan dengan India yang hampir bergabung dengan tiga ekonomi terbesar di dunia.
Ia mengatakan bahwa kedua negara telah menandatangani perjanjian investasi bersama yang memberikan kepercayaan bagi perusahaan-perusahaan dari kedua belah pihak, dan bahwa ia berkomitmen untuk memperluas perdagangan, memperkuat aliran investasi, serta mengerjakan proyek-proyek infrastruktur bersama.
Ia menunjukkan pentingnya kemitraan pertahanan antara India, Israel, dan negara-negara lain, serta mengatakan bahwa negaranya selama beberapa tahun terakhir telah berupaya mengembangkan inovasi di kalangan kaum muda, dan bahwa ia bersama Netanyahu telah meluncurkan inkubator bisnis di India pada tahun 2018, seraya menunjukkan bahwa inkubator ini telah mendukung lebih dari 900 perusahaan rintisan (startup) hingga saat ini.
Sikap India terhadap Israel di era Modi merupakan pergeseran radikal dari masalah Palestina yang selama ini didukung oleh New Delhi dan dukungannya terhadap solusi dua negara.
Modi tiba pada hari Rabu ini di Tel Aviv dalam kunjungan resmi kedua sejak ia menjabat sebagai kepala pemerintahan pada tahun 2014. Ia pernah mengunjunginya pada Juli 2017 dalam kunjungan pertama yang dilakukan oleh seorang Perdana Menteri India ke Israel.
Kunjungan ini dilakukan dalam konteks transformasi strategis dalam kebijakan India terhadap Israel, di mana New Delhi selama beberapa dekade mendukung masalah Palestina dan tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel kecuali pada tahun 1992.
Sumber: Al Jazeera