Satu Syahid, Sejumlah Luka-luka, dan Ratusan Tenda Terendam di Gaza
Ratusan Tenda Terendam di Gaza, Satu Orang Syahid
rezaervani.com – Gaza 26 Februari 2026 – Seorang warga Palestina gugur dan lainnya terluka pada Rabu dini hari akibat serangan pesawat nirawak (drone) Israel di luar area pengerahan pasukan pendudukan di wilayah Mawasi Khan Younis, selatan Jalur Gaza, menurut sumber medis.
Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa pesawat tempur Israel melancarkan 3 serangan udara pada Rabu dini hari di area pengerahan pasukan pendudukan di kota Rafah dan Khan Younis, selatan Jalur Gaza.
Pasukan pendudukan juga melancarkan serangan udara bersamaan dengan penembakan artileri di area pengerahan pasukannya di sebelah timur Kota Gaza.

Sumber di Rumah Sakit Baptis mengumumkan bahwa dua orang terluka akibat tembakan pasukan pendudukan di luar area pengerahan mereka di lingkungan Shujaiya.
Jumlah korban jiwa akibat genosida yang dilakukan Israel sejak Oktober 2023 meningkat menjadi 72.073 syuhada, sedangkan jumlah korban luka mencapai 171.756 orang, menurut pengumuman Kementerian Kesehatan Palestina pada hari Selasa kemarin.
Pelanggaran harian oleh Israel terus berlanjut meskipun Amerika Serikat pada pertengahan Januari lalu mengumumkan dimulainya fase kedua kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Hal ini terjadi di tengah tuntutan Palestina untuk mewajibkan Israel menghentikan tembakan dan mendesaknya memenuhi ketentuan kesepakatan, termasuk masuknya bantuan pangan, bantuan darurat, medis, dan bahan perlindungan berupa tenda serta rumah prefabrikasi (mobile homes) dalam jumlah yang telah disepakati.
Kementerian melaporkan bahwa jumlah korban akibat pelanggaran Israel terhadap kesepakatan tersebut sejak 11 Oktober lalu mencapai sekitar 615 syuhada dan 1.658 korban luka.
Ratusan Tenda Terendam
Di sisi kemanusiaan, tenda-tenda pengungsi terendam air dan roboh di berbagai wilayah Jalur Gaza menyusul turunnya hujan dan depresi atmosfer yang melanda kawasan tersebut.
Ratusan keluarga mendesak Pertahanan Sipil serta lembaga internasional dan masyarakat untuk segera bergerak menyelamatkan mereka setelah tenda-tenda mereka rusak dan terendam air pada depresi atmosfer pertama di bulan Ramadan.
Selain ratusan tenda yang rusak, air hujan menggenang di dalam pusat-pusat penampungan, di saat peringatan meningkat mengenai risiko runtuhnya lebih banyak rumah yang telah rusak.
Pertahanan Sipil di Khan Younis mengumumkan penyelamatan sejumlah keluarga setelah menerima panggilan darurat menyusul robohnya tenda-tenda mereka.
Penderitaan para pengungsi di Jalur Gaza semakin parah di tengah berlanjutnya pembatasan Israel terhadap masuknya tenda baru dan rumah prefabrikasi, serta penghambatan dimulainya proses rekonstruksi secara nyata.
Dua Pertiga Warga Gaza Tinggal di Tenda
Badan PBB UNRWA memperingatkan bahwa sekitar dua pertiga penduduk Jalur Gaza saat ini tinggal di tenda-tenda yang hanya memberikan perlindungan terbatas dari kondisi cuaca, di tengah terus berlanjutnya gelombang pengungsian paksa.
Badan tersebut menunjukkan bahwa kondisi kemanusiaan di Gaza tetap sangat berat, dengan kesulitan besar dalam mengakses layanan dasar dan terus berlanjutnya kondisi ketidakamanan.
UNRWA menegaskan bahwa kebutuhan kemanusiaan semakin memburuk di saat penduduk menderita kekurangan pangan, air, dan obat-obatan yang akut, serta menekankan perlunya menjamin aliran bantuan secara teratur dan berkelanjutan.
Beberapa hari lalu, Ketua Jaringan Organisasi Non-Pemerintah Palestina Amjad Al-Shawa menegaskan bahwa belum ada satu pun rumah prefabrikasi (karavan) yang masuk ke Jalur Gaza hingga saat ini, meskipun terdapat kebutuhan kemanusiaan yang luas bagi para pengungsi.
Al-Shawa menambahkan bahwa “ribuan keluarga masih tinggal di tenda-tenda yang sudah usang atau di tempat terbuka, di tengah ketiadaan solusi penampungan yang nyata, serta pelarangan masuknya rumah prefabrikasi yang telah ditetapkan dalam kesepakatan kemanusiaan.”
Sumber: Al Jazeera + Anadolu