{"id":2742,"date":"2026-03-16T15:17:56","date_gmt":"2026-03-16T15:17:56","guid":{"rendered":"https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/?p=2742"},"modified":"2026-03-16T15:18:58","modified_gmt":"2026-03-16T15:18:58","slug":"badai-pasir-memperparah-penderitaan-warga-gaza","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/2026\/03\/16\/badai-pasir-memperparah-penderitaan-warga-gaza\/","title":{"rendered":"Badai Pasir Memperparah Penderitaan Warga Gaza"},"content":{"rendered":"<h2 style=\"text-align: center;\">Badai Pasir Memperparah Penderitaan Warga Gaza<\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Badai Pasir Memperparah Penderitaan Warga Gaza dan Mengubah Langit Menjadi Oranye<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/category\/berita\/\"><strong>rezaervani.com<\/strong><\/a> &#8211; Para pengguna media sosial bereaksi terhadap badai pasir dahsyat yang menerjang Jalur Gaza, yang mengubah langit menjadi warna oranye pekat. Fenomena ini semakin memperparah penderitaan para pengungsi yang tinggal di tenda-tenda usang yang tidak mampu melindungi mereka dari panas maupun dingin, ditambah lagi dengan angin merusak yang menyapu sisa-sisa harta benda mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai platform memantau gelombang interaksi kemarahan dan simpati terhadap penduduk Gaza. Para netizen, yang komentarnya dipantau dalam episode program &#8220;<b>asy-Syabakat<\/b>&#8221; (15\/3\/2026), sepakat bahwa penjajahan tetap menjadi penyebab utama dari kenyataan tragis ini, di mana setiap badai alam berubah menjadi bencana kemanusiaan yang berlipat ganda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang netizen bernama <b>Hadi<\/b> menegaskan bahwa bencana ini bersifat ganda: bencana alam akibat badai, dan bencana kemanusiaan akibat pengepungan serta penutupan perlintasan. Ia menulis: &#8220;Badai pasir dan angin kencang menghantam tenda-tenda pengungsi di Gaza, kembali mengungkap besarnya penderitaan di bawah pengepungan dan penutupan perlintasan. Penyebab utamanya tetaplah penjajahan.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Senada dengan itu, seorang aktivis bernama <b>Tsaurah<\/b> menyampaikan kesaksian langsungnya dari dalam kamp pengungsian: &#8220;Hari ini kami mengalami badai pasir hebat dan angin kencang yang menghantam Jalur Gaza. Badai itu mengoyak tenda-tenda yang rapuh dan sisa-sisa rumah yang nyaris hancur, menambah penderitaan kami sebagai pengungsi di bawah pengepungan. Jangan lupakan kami, saudara-saudara kalian di tenda-tenda penindasan dan penderitaan.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menggambarkan ngerinya situasi tersebut, netizen bernama <b>Hudzaifah<\/b> memilih ungkapan puitis: &#8220;Andai aku bukan saksi mata dari badai pasir ini, niscaya aku tidak akan percaya hal ini terjadi karena betapa dahsyat dampaknya bagi kami. Badai ini mencabik-cabik hati kami sebelum mencabik tenda-tenda kami.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, netizen bernama <b>Yusuf<\/b> membagikan pengalamannya dengan bahasa yang lugu: &#8220;Saat bangun pagi tadi, badai di Gaza baru saja dimulai. Suasana sangat kuning dan angin menggoncang gedung-gedung. Demi Allah, aku sempat mengira hari kiamat telah tiba.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, pakar cuaca dan meteorologi, <b>Laith al-&#8216;Alami<\/b>, menjelaskan bahwa warna oranye khas dari badai ini bersumber dari massa debu yang terbentuk dari pasir gurun, yang merupakan komponen mayoritas dari jenis badai seperti ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil di Jalur Gaza telah menghimbau warga untuk tetap berada di dalam ruangan dan tidak keluar kecuali untuk keperluan mendesak, dengan peringatan khusus bagi mereka yang menderita penyakit saluran pernapasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Badai ini datang di tengah meningkatnya pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan dan penutupan perlintasan. Saat ini, kamp-kamp <b>UNRWA<\/b> (Lembaga Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat) saja masih menampung lebih dari 70 ribu pengungsi yang menghadapi berbagai bentuk perampasan hak di bawah pengepungan yang terus berlanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber : <a href=\"https:\/\/aljazeera.net\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Al Jazeera<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Badai Pasir Memperparah Penderitaan Warga Gaza Badai Pasir Memperparah Penderitaan Warga Gaza dan Mengubah Langit Menjadi Oranye rezaervani.com<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2744,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[284],"class_list":["post-2742","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-lengkap","tag-badai-pasir-memperparah-penderitaan-warga-gaza"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/badai-pasir-gaza.jpg",1280,720,false],"thumbnail":["https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/badai-pasir-gaza-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/badai-pasir-gaza-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/badai-pasir-gaza-768x432.jpg",640,360,true],"large":["https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/badai-pasir-gaza-1024x576.jpg",640,360,true],"1536x1536":["https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/badai-pasir-gaza.jpg",1280,720,false],"2048x2048":["https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/badai-pasir-gaza.jpg",1280,720,false],"morenews-featured":["https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/badai-pasir-gaza-1024x576.jpg",1024,576,true],"morenews-large":["https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/badai-pasir-gaza-825x575.jpg",825,575,true],"morenews-medium":["https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/badai-pasir-gaza-590x410.jpg",590,410,true]},"author_info":{"display_name":"rezaervani","author_link":"https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/author\/rezaerva\/"},"category_info":"<a href=\"https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/category\/berita-lengkap\/\" rel=\"category tag\">Berita Lengkap<\/a>","tag_info":"Berita Lengkap","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2742","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2742"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2742\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2748,"href":"https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2742\/revisions\/2748"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2742"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2742"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rezaervani.com\/palestina\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2742"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}