Musim Dingin Gaza: Hujan Merendam Tenda Pengungsi dan Penjajah Terus Melakukan Pengeboman
Musim Dingin Gaza telah tiba, tapi penjajah masih terus melakukan pelanggaran gencatan senjata dalam diamnya dunia
rezaervani.com – Pasukan Pertahanan Sipil di Jalur Gaza menyatakan bahwa tim mereka telah menyelamatkan keluarga pengungsi setelah tenda-tenda mereka terendam akibat derasnya hujan di wilayah Mawasi, Khan Yunis, di selatan Jalur Gaza.
Dari kamp pengungsi Nuseirat, koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa penduduk kamp masih menderita akibat air hujan yang deras dan dampak-dampaknya, serta tidak dapat menyantap hidangan sahur malam ini secara normal karena mereka sibuk mengeluarkan air dari tenda-tenda mereka. Ia menunjukkan bahwa permintaan bantuan kepada Pertahanan Sipil lebih besar daripada kemampuan pasukan untuk merespons mereka yang terdampak.
Di sisi lain, eskalasi Israel yang berupa pengeboman dan penghancuran terus berlanjut. Sebuah sumber di “Rumah Sakit Al-Ma’madani” mengumumkan bahwa dua orang terluka oleh tembakan penjajah di luar area penyebaran mereka di lingkungan Shujaiya, Kota Gaza. Pasukan penjajah telah melancarkan serangan udara di wilayah kendali mereka, sebelah timur kota Khan Yunis, sementara artileri Israel menargetkan bagian barat kota Rafah di selatan Jalur Gaza, serta bagian timur kamp pengungsi Al-Bureij di tengah Jalur Gaza.
Situasi di Gaza Katastrofe
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, menyatakan bahwa situasi di Gaza tetap katastrofe (bencana), dan bantuan kemanusiaan yang diizinkan masuk ke Jalur Gaza tidak mencukupi dibandingkan dengan besarnya kebutuhan.
Türk memperingatkan adanya kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinya pembersihan etnis di Gaza dan Tepi Barat. Ia menjelaskan bahwa warga Palestina terbunuh oleh tembakan pasukan penjajah, serta menderita kelaparan dan penyakit, dan terdapat kekhawatiran atas tindakan Israel melakukan operasi pembersihan etnis di Gaza maupun Tepi Barat.
Ia menekankan bahwa solusi berkelanjutan apa pun harus didasarkan pada pendirian dua negara yang hidup berdampingan dengan martabat dan hak yang sama, sejalan dengan resolusi PBB dan hukum internasional.
Smotrich: Kami Akan Menduduki Gaza
Sementara itu, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengatakan bahwa pemerintahnya tidak mengurungkan tujuan untuk menghancurkan Hamas. Ia menunjukkan bahwa pemerintahnya memberikan kesempatan kepada Presiden AS Donald Trump untuk melenyapkan Hamas dengan caranya sendiri.
Smotrich menambahkan bahwa jika Trump tidak berhasil melenyapkan Hamas, maka tentara Israel akan mendapatkan apa yang ia sebut sebagai legitimasi internasional dan dukungan Amerika untuk melaksanakan tugas tersebut.
Ia mengancam bahwa Israel akan segera memberikan ultimatum kepada Hamas untuk menyerahkan senjata, markas, dan terowongan mereka. Ia menegaskan bahwa jika Hamas tidak merespons, maka Tel Aviv akan kembali menduduki wilayah-wilayah baru di Gaza, dan hal itu akan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak Amerika. Ia menjelaskan bahwa pada akhirnya Israel akan menduduki Jalur Gaza dan akan membangun pemukiman Yahudi di sana.
Sumber: Al Jazeera