assalamualaikum pa ana sudah buat akun Reza Ervani
User Avatar
driandra
10 Jun 2026 23.24.29 WIB ·Kategori: MikroNote
assalamualaikum pa ana baru selesai bikin akun (kemarin belum ikut ujian) Reza Ervani
assalamualaikum pa ana baru selesai bikin akun (kemarin belum ikut ujian) Reza Ervani
assalamualaikum pa ana baru selesai bikin akun (kemarin belum ikut ujian) Reza Ervani
assalamualaikum pa ana baru selesai bikin akun (kemarin belum ikut ujian) Reza Ervani
User Avatar
assalamualaikum pa ana baru selesai bikin akun (kemarin belum ikut ujian) Reza Ervani
assalamualaikum pa ana baru selesai bikin akun, (kemarin belum ikut ujian) Reza Ervani
Assalamualaikum pa ana sudah buat akun Reza Ervani
assalamualaikum Afwan pa ana sudah berhasil buat akun Reza Ervani
User Avatar
Maman Solihin
10 Jun 2026 22.07.48 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Tidak ada dua orang yang berselisih bahwa banyak guru mengalami rendahnya gaji dibandingkan dengan besarnya usaha yang mereka curahkan.
Ini adalah sebuah ketidakadilan yang memang harus diperbaiki.
Namun, masalah mulai muncul ketika ketidakadilan tersebut berubah menjadi alasan untuk melakukan ketidakadilan yang lain.
Ketika sebagian siswa memasuki kelas, mereka tidak mendapatkan penjelasan yang sungguh-sungguh, tidak merasakan perhatian yang nyata, dan tidak melihat keinginan yang tulus untuk menyampaikan ilmu, karena pelajaran yang sebenarnya ditunda hingga kelas privat.
Di sinilah yang hilang bukan hanya satu pelajaran...
Tetapi makna pendidikan itu sendiri.
Sebab, siswa yang merasa bahwa haknya untuk belajar bergantung pada kemampuannya membayar, akan kehilangan sebagian kepercayaannya terhadap sekolah, terhadap keadilan, dan terhadap misi yang diemban oleh seorang guru.
Sungguh menyedihkan ketika sebagian guru—di bawah tekanan kebutuhan hidup atau karena sudah terbiasa dengan keadaan—berubah dari pembentuk akal dan pemikir menjadi pencari lebih banyak pelanggan.
Memperbaiki kesejahteraan guru adalah sebuah kebutuhan, dan menghargai mereka adalah sebuah kewajiban. Namun, hal itu tidak menghapus kenyataan yang lain:
Bahwa pendidikan adalah sebuah risalah (misi) sebelum menjadi profesi.
Dan bahwa amanah tidak gugur hanya karena gaji yang rendah.
Sebab, suatu bangsa tidak akan bangkit hanya dengan gedung-gedung sekolah semata, tetapi dengan guru-guru yang memandang setiap siswa sebagai amanah, bukan sebagai peluang bisnis.
Ketika pendidikan kehilangan ruh moralnya...
Maka kerusakan yang ditimbulkannya jauh lebih besar daripada sekadar rendahnya prestasi belajar.
Karena ia menyentuh nilai-nilai yang menjadi fondasi seluruh masyarakat.
— Dr. Abdul Karim Bakkar
User Avatar
Maman Solihin
10 Jun 2026 14.31.29 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Post Image
User Avatar
Reza Ervani
10 Jun 2026 13.35.29 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Alhamdulillah, pertemuan Kelas al Waqf wal Ibtida bersama Para Pegiat al Quran di Masjid al Fath Villa Nusa Indah 3 hari ini sudah masuk pertemuan ke-5 (Kelima)
Informasi Kelas dan Kerjasama : +62 812 132 08078 atau email : reza@rezaervani.com
Allahummarhamnaa bil Quraan
Post Image
Post Image
User Avatar
Alhamdulillah, ahlan wa sahlan Ustadz Ferry Hidayat - kami nantikan faidah-faidah keilmuannya disini.
Terima kasih sudah bergabung
Alhamdulillah, Kelas Liburan intensif yang sudah terisi 2 jam tiap pagi adalah Kelas Membuat Aplikasi Android dengan Flutter. Dan sudah dimulai hari ini.
Belajar membuat aplikasi Android di Reza Ervani Institute bukan cuma belajar membuat frontend, tapi lengkap dengan backendnya lho, termasuk belajar strategi arsitekturnya.
Info kelas dan pendaftaran : +62 812 132 08078 atau email : reza@rezaervani.com
Semoga penuh keberkahan dan semakin meluas kemanfaatannya. Aamiin.
Post Image
User Avatar
Komputrobotika Online
31 Mei 2026 05.57.52 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Berikut adalah peta jalan (roadmap) kurikulum lengkap yang disusun secara bertahap dan gradual di Komputrobotika untuk pembelajaran tingkat SD dan SMP

Tahap 1: Fondasi Logika & Penalaran (Boolean Logic)
Tahap ini melatih cara komputer mengambil keputusan berdasarkan kondisi benar (True) atau salah (False).
    • 1.1 Gerbang Logika Dasar: Memahami operasi AND, OR, dan NOT melalui kalimat sehari-hari dan tabel kebenaran.
    • 1.2 Gerbang Logika Turunan & Kombinasi: Mempelajari gerbang XOR (eksklusif OR), NAND, dan NOR.
    • 1.3 Aljabar Boolean Sederhana: Belajar menyederhanakan pernyataan logika yang panjang (misalnya memahami bahwa A AND NOT(A) selalu bernilai salah).
    • 1.4 Teorema De Morgan: Mengubah bentuk logika kurung negasi, seperti NOT (A AND B) menjadi NOT(A) OR NOT(B).
    • 1.5 Teka-Teki Logika (Knights & Knaves): Analisis kasus untuk menentukan siapa yang jujur dan siapa yang berbohong berdasarkan pernyataan logika mereka.

Tahap 2: Teori Bilangan & Paritas (Sistem Kerja Data)
Tahap ini mengajarkan bagaimana komputer melihat, menghitung, dan menjaga keamanan data dalam bentuk angka.
    • 2.1 Sistem Bilangan Biner (Basis 2): Mengubah angka desimal ke biner dan sebaliknya. Memahami konsep bit dan byte.
    • 2.2 Operasi Aritmatika Biner: Belajar penjumlahan dan pengurangan dasar menggunakan angka biner (0 dan 1).
    • 2.3 Konsep Paritas (Ganjil-Genap): Memahami sifat penjumlahan/perkalian bilangan ganjil-genap dan menggunakannya untuk trik deteksi error data (Parity Check).
    • 2.4 Pola Bilangan Bertingkat: Menemukan pola dalam barisan angka kreatif yang sering muncul di lembar soal olimpiade.
    • 2.5 Sisa Hasil Bagi (Modulo): Konsep aritmatika jam dinding (modulo) untuk menyelesaikan masalah periodik (contoh: menentukan hari setelah N hari berlalu).

Tahap 3: Kombinatorika (Ilmu Menghitung Kemungkinan)
Materi yang melatih anak menghitung jumlah kemungkinan skenario secara matematis tanpa perlu menjabarkannya satu per satu (brute-force manual).
    • 3.1 Aturan Perkalian & Penjumlahan: Dasar analisis kombinasi (Contoh: memasangkan N baju dan M celana).
    • 3.2 Aturan Pengisian Tempat (Permutasi Dasar): Menyusun objek di mana urutan menjadi hal penting dan jumlah opsi berkurang (Contoh: susunan juara balapan, menyusun angka ratusan unik).
    • 3.3 Kombinasi Tanpa Urutan (Handshake Problem): Menghitung kemungkinan di mana urutan tidak penting (Contoh: masalah bersalaman, memilih perwakilan tim).
    • 3.4 Prinsip Sarang Burung Merpati (Pigeonhole Principle): Logika penempatan objek (Contoh: "Jika ada 5 merpati dan 4 sangkar, pasti ada 1 sangkar yang berisi minimal 2 merpati"). Ini sangat sering dipakai untuk membuktikan batas minimal dalam soal olimpiade.

Tahap 4: Teori Graf & Struktur Data (Pemetaan Jaringan)
Materi visual yang mengajarkan bagaimana objek-objek di dunia nyata saling terhubung dalam sistem komputer (seperti peta atau jaringan internet).
    • 4.1 Komponen Graf (Node & Edge): Mengenal titik (vertex/node) dan garis hubung (edge).
    • 4.2 Tracking Jalur (Path & Rute): Menghitung berapa banyak cara berjalan dari titik A ke titik B melalui jalur graf yang ditentukan.
    • 4.3 Graf Berbobot & Rute Terpendek: Mencari jalur paling efisien/murah/cepat berdasarkan angka bobot pada garis hubung (dasar algoritma Google Maps).
    • 4.4 Struktur Pohon (Tree): Mengenal graf khusus yang tidak memiliki sirkuit berputar (bercabang seperti silsilah keluarga atau folder komputer).
    • 4.5 Pewarnaan Graf (Graph Coloring): Mewarnai peta atau titik bersinggungan dengan warna berbeda menggunakan jumlah warna paling minimal.

Tahap 5: Teori Himpunan & Relasi
Menghubungkan matematika kelompok dengan logika pemrograman untuk memanipulasi data majemuk.
    • 5.1 Pengenalan Himpunan & Anggota: Mendefinisikan kelompok data berdasarkan karakteristiknya.
    • 5.2 Diagram Venn: Memvisualisasikan hubungan antar kelompok data.
    • 5.3 Operasi Himpunan: Mempelajari Irisan (Intersection/AND), Gabungan (Union/OR), dan Selisih/Komplemen (Difference/NOT).
    • 5.4 Penerapan Pencarian Data: Menggunakan prinsip himpunan untuk memfilter data (Contoh: mencari murid yang ikut ekskul robotik sekaligus coding).

Tahap 6: Pengenalan Algoritma & Efisiensi (Problem Solving)
Tahap puncak di mana semua materi matematika di atas diubah menjadi strategi langkah-demi-langkah bagi komputer untuk menyelesaikan masalah secara cepat.
    • 6.1 Algoritma Pencarian (Searching): Perbedaan strategi mencari data secara berurutan (Linear Search) vs membelah dua tengah (Binary Search).
    • 6.2 Algoritma Pengurutan (Sorting): Simulasi manual bagaimana cara komputer mengurutkan data (Contoh: Bubble Sort atau Selection Sort).
    • 6.3 Algoritma Serakah (Greedy Algorithm): Strategi mengambil keputusan terbaik di setiap langkah lokal untuk mencapai hasil maksimal (Contoh: penukaran uang koin dengan jumlah koin paling sedikit).
    • 6.4 Analisis Efisiensi Langkah Dasar: Mengajak anak mengkritisi kodenya sendiri: "Apakah cara ini terlalu banyak memakan waktu bagi komputer jika datanya ditambah menjadi ribuan?"
User Avatar
jihan adina
5 Jun 2026 01.32.07 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
haloo!!!
akhirnyaa selesai ujiannyaaa
User Avatar
tazkia syifa syarif
5 Jun 2026 01.29.14 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
haaaaiiii-
keep smile everyday to everyone yeaa!!
User Avatar
qanita muslimah
5 Jun 2026 00.48.07 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
@rezaervani:alhmdulillah sudah daftar
Reza Ervani alhamdulillah dh daftar tadz!
User Avatar
azizah ulinnuha
5 Jun 2026 00.45.48 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
start your day with bismillah @Rezaervani
User Avatar
HanifahKhoirunnisa
5 Jun 2026 00.45.47 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
alhamdulillah sudah daftar
User Avatar
Sapphire siti maryamsyah
5 Jun 2026 00.45.38 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Reza Ervani :Alhamdulillah sudah daftar
User Avatar
raihanah
5 Jun 2026 00.44.43 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
@rezaervani:alhamdulillah sudah daftar
User Avatar
risma aulia dewi
5 Jun 2026 00.44.32 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Reza Ervani Alhamdulilah sudah daftar
User Avatar
siti fatimah qismika
5 Jun 2026 00.44.30 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
@rezaervani : alhamdulillah sudah daftar
User Avatar
Talaqqi Online
30 Mei 2026 04.28.33 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Sirah Nabawiyah Akhir Pekan
Baca dengan lebih mudah menggunakan rezandroid 4 : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.rezaervani.rezandroid
    • Ekspedisi-Ekspedisi Militer Pasca Perang Uhud (1) : https://rezaervani.com/s/1dd
    • Ekspedisi-Ekspedisi Militer Pasca Perang Uhud (2) : https://rezaervani.com/s/1de
    • Tiga Orang yang Ditinggalkan (1) : https://rezaervani.com/s/1df
    • Tiga Orang yang Ditinggalkan (2) : https://rezaervani.com/s/1dg
    • Piagam Madinah (1) : https://rezaervani.com/s/1dh
    • Piagam Madinah (2) : https://rezaervani.com/s/1di
    • Piagam Madinah (3) : https://rezaervani.com/s/1dj
    • Di Antara Hasil Hijrah: Berdirinya Negara Islam (1) : https://rezaervani.com/s/1dk
    • Di Antara Hasil Hijrah: Berdirinya Negara Islam (2) : https://rezaervani.com/s/1dl
    • Di Antara Hasil Hijrah: Berdirinya Negara Islam (3) : https://rezaervani.com/s/1dm
    • Fragmen Perang Hamra al-Asad (1) : https://rezaervani.com/s/1dn
    • Fragmen Perang Hamra al-Asad (2) : https://rezaervani.com/s/1do
    • Faedah dan Pelajaran dari Perang Uhud (1) : https://rezaervani.com/s/1dp
    • Faedah dan Pelajaran dari Perang Uhud (2) : https://rezaervani.com/s/1dq
Allahumma shalliy 'ala Sayyidinaa Muhammad
Semoga bermanfaat
User Avatar
Maman Solihin
10 Jun 2026 14.31.10 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Post Image
User Avatar
Maman Solihin
10 Jun 2026 14.30.54 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Post Image
User Avatar
Reza Ervani
9 Jun 2026 06.03.18 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori

Analisis Posisi Bank Syariah Indonesia (BRIS) dalam Perspektif Danantara

Beberapa minggu terakhir, saya terus mencoba meramu pengetahuan untuk pribadi saya sendiri terkait bagaimana posisi Bank Syariah Indonesia (BRIS) dalam perspektif Danantara. BRIS sendiri memang jarang disebut langsung dalam berita-berita mengenai Danantara, berbeda dengan tiga bank Himbara utama (Bank Mandiri, BRI, dan BNI).
Berikut adalah hipotesis awal yang berhasil saya rumuskan:

1. BRIS Bukan BUMN "Pramuka" (Bukan Pemilik Saham Langsung Negara)

Secara status hukum di bursa, BRIS sebenarnya bukanlah Perusahaan Perseroan (Persero) BUMN langsung, melainkan Anak Perusahaan BUMN.
  • Kepemilikan Saham Riil: Saham mayoritas BRIS tidak dipegang langsung oleh Menteri Keuangan atau Negara Republik Indonesia, melainkan dikuasai oleh tiga bank Himbara:
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (~51%)
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (~23%)
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (~15%)
  • Dampaknya pada Danantara: Ketika pemerintah menyusun regulasi pengalihan aset ke Danantara, yang ditarik secara hukum di tahap awal adalah para induknya terlebih dahulu (BMRI, BBRI, BBNI) yang sahamnya dimiliki langsung oleh negara. Otomatis, ketika sang induk masuk ke dalam radar Danantara, BRIS secara tidak langsung akan ikut terbawa dalam konsolidasi aset di bawah ketiak induknya masing-masing.

2. Skala Nominal Kas untuk Target "6 Miliar Dolar AS"

Ketika pemberitaan media menyebut angka kebutuhan dividen sebesar 6 miliar dolar AS (sekitar Rp90 triliun – Rp100 triliun lebih) per tahun, fokus utama radar pemerintah langsung tertuju pada mesin pencetak laba terbesar di republik ini.
  • Perbandingan Laba Bersih: Bank Mandiri dan BRI masing-masing mampu mencetak laba bersih di kisaran Rp50 triliun – Rp60 triliun per tahun. Nominal ini sangat masif dan secara instan dapat menutup target setoran Danantara jika persentase dividen (dividend payout ratio) dinaikkan.
  • Skala BRIS: Meskipun kinerjanya sangat luar biasa bagus sebagai pemimpin pasar perbankan syariah, skala laba bersih BRIS masih berada di kisaran belasan triliun rupiah. Bagi para analis makro dan jurnalis ekonomi, penggerak utama (main driver) kas Danantara tetaplah para raksasa konvensional tersebut. Hal inilah yang menyebabkan nama BBRI dan BMRI selalu mendominasi judul berita utama.

3. Posisi Strategis BRIS: Dijaga sebagai "Permata Syariah"

Pemerintah tampak sangat berhati-hati dalam menarasikan masa depan BRIS ke publik. BRIS dibentuk dari hasil konsolidasi besar-besaran bank syariah milik negara demi membangun ekosistem ekonomi syariah nasional yang kompetitif di kancah global.
Analisis Komunikasi Publik:
  • Jika BRIS langsung disebut-sebut akan "diperas" dividennya untuk investasi luar negeri Danantara, dikhawatirkan hal ini dapat memicu sentimen negatif atau kepanikan dari nasabah ekosistem syariah serta investor ritel domestik. Dampak buruknya bisa mengorbankan pertumbuhan (growth) bank yang sedang dalam performa terbaiknya.
  • Oleh karena itu, dalam komunikasi publik, pemerintah lebih memilih untuk menonjolkan bank konvensional raksasa yang secara historis memang sudah biasa menjadi andalan tulang punggung setoran dividen APBN.
User Avatar
Reza Ervani
9 Jun 2026 00.17.07 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Bidang saya memang bukan ekonomi. Namun dalam hampir tiga bulan terakhir, bacaan saya justru banyak berkaitan dengan ekonomi, fiskal, pasar modal, dan utang negara. Dari situ saya melihat ada beberapa anomali dalam pemerintahan saat ini yang ikut berkontribusi terhadap melemahnya nilai rupiah dan IHSG.
Pertama, pengeluaran negara yang terlalu jor-joran. Inilah inti persoalan dari program-program yang sangat rakus anggaran seperti MBG. Masalah utamanya bukan sekadar pada kualitas makanan yang dibagikan, tetapi pada keputusan nekad mengambil beban fiskal besar di tengah kondisi ekonomi yang belum benar-benar kuat.
Kedua, positioning Danantara yang sejak awal terasa ambigu. Pasar tidak menyukai ketidakjelasan arah, terlebih ketika menyangkut pengelolaan aset dan investasi negara dalam skala besar.
Ketiga, situasi ini diperparah dengan beban jatuh tempo utang pemerintah yang terus membesar.
Sebagaimana perkataan Sayyidina Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu:
لا يقعد أحدكم عن طلب الرزق ويقول اللهم ارزقني فقد علمتم أن السماء لا تمطر ذهبا ولا فضة
“Janganlah salah seorang dari kalian duduk berpangku tangan meninggalkan usaha mencari rezeki lalu berkata: ‘Ya Allah, berilah aku rezeki’, padahal kalian mengetahui bahwa langit tidak menurunkan hujan emas dan perak.”
Karena itu, untuk memperbaiki anomali ini dibutuhkan tindakan nyata dari para penanggung jawab negeri. Dua poin pertama jelas merupakan produk kebijakan fiskal dan institusional dari kepemimpinan saat ini.. Maka keberanian untuk mengevaluasi diri, mengakui kekeliruan, bahkan “menjilat ludah sendiri” demi kepentingan bangsa, justru menjadi modal penting untuk memperbaiki berbagai kebijakan yang belakangan terkesan terlalu tergesa dan ugal-ugalan.
Laa hawla wa laa quwwata illa biLlah.
~ al Faqir ila Rabbihi
Reza Ervani bin Asmanu
User Avatar
Maman Solihin
10 Jun 2026 14.30.33 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Post Image
User Avatar
Maman Solihin
10 Jun 2026 14.30.13 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Post Image
User Avatar
Reza Ervani
5 Jun 2026 17.29.22 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Ada Ustadz, Pemuka Agama yang terus menebalkan perbedaan antara Salafy dan Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Padahal esensi makna keduanya sama saja.
Lalu bagaimana mungkin kita bertanya, meminta fatwa tentang Kebangkitan Ummat, tentang Ekonomi Ummat, tentang Kesejahteraan Ummat, tentang Kepemimpinan Ummat kepada para Ustadz dan pemuka agama seperti ini ?
Laa hawla wa laa quwwata illa biLlah.
User Avatar
Reza Ervani
4 Jun 2026 14.43.16 WIB ·Kategori: MikroNote
Alhamdulillah hari ini MikroNote - Reza Ervani Institute https://rezaervani.com/social digunakan untuk Ujian Akhir Semester Kelas 7, 8, 10 dan 11 di Ma'had Griya Sunnah Cileungsi
Selain via web, LMS buatan Reza Ervani Institute ini juga bisa diakses via aplikasi rezandroid yang tersedia di Google Play Store.
Kekurangan, bug dan lain-lain terus kami perbaiki agar LMS ini semakin nyaman digunakan belajar di masa-masa mendatang di berbagai sekolah dan lembaga pendidikan lainnya.
Semoga Allah Ta'ala bantu kami, mudahkan, limpahkan keberkahan dan luaskan kemanfaatan dari segala yang diadakan. Aamiin.
Post Image
User Avatar
Maman Solihin
10 Jun 2026 14.29.52 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Post Image
User Avatar
Maman Solihin
10 Jun 2026 08.53.15 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Jangan lupakan GAZA
User Avatar
Maman Solihin
9 Jun 2026 14.52.27 WIB ·Kategori: Pendidikan
Saat hati sudah lelah melawan dosa, inilah nasihat setengah halaman Ibnu Taimiyyah yang sangat padat dan bermanfaat
Inilah Role Model Kita
User Avatar
Maman Solihin
7 Jun 2026 15.19.11 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Suntikan Iman
Ditulis oleh sang Mujahid Zaki Hamad
Seandainya dunia ini tidak seperti hakikatnya yang sebenarnya, niscaya Allah tidak akan menunda hukuman bagi para penjahat, tidak akan menangguhkan perhitungan bagi orang-orang yang melampaui batas, dan tidak akan memberi tenggang waktu kepada manusia hingga Hari Kiamat.
Seluruh pembunuhan ini, seluruh darah yang tertumpah ini, merupakan bukti bahwa dunia di sisi Allah tidaklah sebanding dengan sayap seekor nyamuk.
Hanya orang-orang yang telah meninggal sajalah yang benar-benar menyaksikan hakikat ini. Di antara mereka ada yang melupakan seluruh penderitaan dunia hanya dengan sekali celupan ke dalam surga. Dan di antara mereka ada yang melupakan seluruh kenikmatan dunia hanya dengan sekali celupan ke dalam neraka. Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah ujian dan cobaan bagi mereka yang masih hidup di dalamnya. Merekalah yang ujiannya masih berlangsung dan cobaannya masih berlanjut.
Sesungguhnya peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi ini hanya mampu ditanggung oleh dua golongan manusia:
Golongan pertama: mereka yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Dengan berbagai peristiwa dan fitnah ini, keimanan mereka justru bertambah. Mereka menyadari bahwa semua ini hanyalah hari-hari yang sementara dan akan segera berlalu. Mereka mengharapkan pahala Allah dan negeri akhirat, menanti perjumpaan dengan orang-orang yang mereka cintai di negeri kenikmatan, menghibur diri dengan kesabaran, serta memikirkan amal yang harus mereka lakukan agar termasuk golongan yang beruntung.
Golongan kedua: mereka yang hatinya gelap dan keras, telah melepaskan sifat kemanusiaan, bahkan sifat belas kasih yang ada pada hewan. Mereka menikmati pembunuhan, kezaliman, dan penindasan terhadap orang-orang yang tidak bersalah. Demikian pula orang-orang yang mendukung para penjahat durhaka tersebut. Walaupun mereka tidak melakukan pembunuhan dengan tangan mereka sendiri, mereka tidak merasa terganggu oleh pembantaian terhadap orang-orang tak berdosa. Walaupun mereka tidak menyiksa orang lain secara langsung, mereka tidak memiliki rasa iba kepada orang-orang yang disiksa. Walaupun mereka tidak mengebom dengan tangan mereka sendiri, mereka tidak bangkit untuk menolong orang-orang yang dibombardir.
Mereka adalah batu-batu yang keras; para zalim durhaka beserta para pendukung mereka. Tidak ada obat bagi mereka selain neraka, neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.
Pada Hari Kiamat nanti, manusia akan menyaksikan pemandangan yang panjang dan dahsyat. Mereka akan melihat para penguasa yang sombong, para tiran yang zalim dan kejam, orang-orang yang berhati keras dan tidak memiliki belas kasihan. Mereka akan melihat bagaimana kedudukan, kekuasaan, dan keperkasaan yang dahulu mereka banggakan tidak lagi memberi manfaat sedikit pun bagi mereka.
"Sementara mereka terbakar di dalam neraka dan disiksa di dalamnya. Gelar-gelar, jabatan-jabatan, para pengawal, dan para pelayan yang dahulu mereka miliki telah lenyap dari mereka.
Pada hari itu mereka saling berbantah-bantahan dan berselisih di dalam neraka; mereka bersama para pengikut mereka dari kalangan tentara, polisi, dan aparat intelijen. Pada hari itu mereka juga saling mencaci dan menyalahkan di dalam neraka; mereka bersama para pengikut munafik mereka dari kalangan media, pers, dan dunia budaya.
Kemudian datang azab demi azab sebagaimana yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an:
'Pada hari ketika tipu daya mereka tidak berguna sedikit pun bagi mereka dan mereka tidak akan ditolong.' (Ath-Thur: 46)
'Pada hari ketika orang-orang zalim tidak bermanfaat lagi bagi mereka alasan-alasan mereka, dan bagi mereka laknat serta tempat tinggal yang buruk.' (Ghafir: 52)
'Dan pada hari azab menutupi mereka dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka, lalu Allah berfirman: Rasakanlah akibat apa yang dahulu kalian kerjakan.' (Al-'Ankabut: 55)
'Pada hari bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian pula langit-langit, dan mereka semuanya tampil menghadap Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa...' hingga akhir ayat. (Ibrahim: 48-50)
Pada hari itu mereka memohon-mohon:
'Dan berkatalah orang-orang yang berada dalam neraka kepada para penjaga Jahannam: Berdoalah kepada Tuhan kalian agar Dia meringankan azab kami walau sehari saja.' (Ghafir: 49)
Pada hari mereka memanggil orang-orang yang dahulu mereka zalimi, tindas, dan bunuh di dunia, lalu dikatakan kepada mereka:
'Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau sebagian rezeki yang telah Allah berikan kepada kalian. Mereka menjawab: Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir.' (Al-A'raf: 50-51)
Di sisi lain akan ada pemandangan yang berbeda. Pemandangan inilah yang mampu menghidupkan hati, menenangkan jiwa, dan mengusap nurani.
Allah berfirman:
'Pada hari engkau melihat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. Dikatakan kepada mereka: Pada hari ini ada kabar gembira untuk kalian, yaitu surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.' (Al-Hadid: 12)
Pada hari itu orang-orang mukmin yang berada dalam kenikmatan berkata kepada orang-orang kafir yang berada dalam Jahannam:
'Sungguh kami telah mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhan kami sebagai kebenaran. Maka apakah kalian juga telah mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhan kalian sebagai kebenaran?' (Al-A'raf: 44)
Dan penghuni surga berkata:
'Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan mewariskan kepada kami bumi (surga) ini sehingga kami dapat menempati surga di mana saja yang kami kehendaki.' (Az-Zumar: 74)
Pada hari itu orang-orang beriman mengingat keadaan mereka ketika di dunia, lalu Mereka berkata: 'Sesungguhnya dahulu, ketika kami berada di tengah keluarga kami, kami selalu merasa takut (akan azab Allah). Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab yang sangat panas. Sesungguhnya kami dahulu selalu berdoa kepada-Nya. Sungguh, Dialah Yang Maha Melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.' (Ath-Thur: 26–28)
Wahai saudara-saudara kami di Gaza...
Termasuk bukti kecintaan Allah kepada kalian dan keutamaan yang Allah berikan kepada kalian di atas banyak makhluk-Nya adalah bahwa Dia memilih kalian untuk berjihad dan meraih kesyahidan.
Kalian telah melihat bagaimana puluhan ribu manusia meninggal dalam hitungan menit, bahkan detik, bukan karena serangan musuh, bukan pula karena suatu perjuangan yang mereka tempuh. Akan tetapi mereka didatangi gempa bumi, diterjang badai, atau dihanyutkan banjir, lalu itulah akhir kehidupan mereka. Kita memohon kepada Allah agar merahmati seluruh hamba-Nya.
Tidak ada seorang pun yang dapat lari dari kematian, dan tidak seorang pun akan terlambat sesaat dari ajal yang telah ditetapkan baginya. Akan tetapi Allah telah memilih kalian untuk memperoleh akhir yang terbaik: kesyahidan di jalan Allah, di tangan musuh-musuh Allah yang paling keras, dalam rangka membela tanah suci tempat Isra' Rasulullah ﷺ, sementara tidak ada penolong dan pembela selain Allah.
Maka betapa agung pilihan dan kemuliaan yang Allah berikan itu.
Pada Hari Kiamat nanti, seluruh manusia akan berharap seandainya mereka berada di Gaza, dan seandainya mereka pernah dibakar oleh api musuh, karena mereka akan menyaksikan besarnya pahala Allah untuk kalian dan kemuliaan yang Allah anugerahkan kepada kalian. ...
Post Image
User Avatar
Maman Solihin
7 Jun 2026 04.34.50 WIB ·Kategori: Pendidikan
Mengapa Tidak Cukup Menjadi Orang Saleh Saja?
Pertanyaan ini mungkin terdengar mengejutkan bagi sebagian orang.
Selama bertahun-tahun kita sering mendengar bahwa kesalehan seseorang adalah dasar dari segala kebaikan, dan itu memang benar.
Namun masalah muncul ketika kita mengira bahwa kesalehan saja sudah cukup untuk mengelola sebuah lembaga, membangun sebuah proyek, atau memimpin sebuah bangsa.
Kenyataannya, orang yang saleh bisa saja gagal mengelola sebuah sekolah, tidak mampu memimpin sebuah tim kerja, atau bahkan—tanpa disadarinya—menjadi penyebab terhambatnya sebuah proyek yang bermanfaat karena kurangnya pengalaman dan kompetensi.
Niat baik tidak dapat menggantikan lemahnya pengetahuan.
Akhlak yang mulia tidak dapat menggantikan keterampilan.
Keikhlasan tidak menghilangkan kebutuhan akan perencanaan, pengorganisasian, dan profesionalisme.
Karena itu, dalam banyak posisi tanggung jawab, pertanyaannya bukan hanya: Siapa yang paling saleh?
Tetapi juga: Siapa yang paling layak dan paling mampu?
Perbedaan antara keduanya sangat besar.
Orang yang paling layak adalah orang yang memadukan amanah dan kompetensi, akhlak yang baik dan kemampuan untuk menghasilkan karya nyata.
Banyak masyarakat kehilangan peluang besar karena menempatkan orang-orang pada posisi yang tidak sesuai dengan kemampuan mereka, hanya karena mempertimbangkan kesalehan semata.
Sebaliknya, ada pula masyarakat yang merugi karena lebih mengutamakan orang-orang yang kompeten tetapi miskin nilai dan amanah.
Jalan yang benar bukanlah salah satu dari keduanya.
Kebangkitan suatu bangsa tidak dibangun oleh orang-orang baik saja, dan tidak pula oleh orang-orang cerdas saja.
Ia dibangun oleh laki-laki dan perempuan yang menggabungkan istiqamah dengan profesionalisme, nilai-nilai luhur dengan keterampilan, serta keikhlasan dengan keahlian.
Ketika kita memahami hal ini, kita akan menyadari bahwa pendidikan yang sesungguhnya tidak berhenti pada pembentukan manusia yang saleh, tetapi juga berupaya melahirkan manusia saleh yang mampu berkarya, membangun, dan memikul tanggung jawab.
Kesalehan menjaga prestasi dari kerusakan, sedangkan kompetensi mewujudkannya menjadi kenyataan.
Apabila salah satunya hilang, maka kerugian pun akan segera datang.
Dr. Abdul Karim Bakkar
User Avatar
Maman Solihin
6 Jun 2026 14.53.39 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Rahasia Taufik (Keberhasilan)
Ditulis Oleh sang Mujahid Zaki Hamad
Janganlah kalian mengira bahwa keberanian dan ketangguhan yang besar yang aku ceritakan kepada kalian itu semata-mata merupakan rahasia keberhasilan. Tidak. Bahkan yang menyertai, mendahului, dan selalu melekat padanya adalah ketundukan para mujahid kepada Allah, penghambaan dan permohonan mereka kepada-Nya, baiknya tawakal mereka kepada-Nya, kuatnya keyakinan mereka terhadap-Nya, rasa butuh mereka kepada-Nya, serta upaya mereka mengambil kekuatan dari-Nya Yang Mahasuci dan Mahatinggi.
Kami hidup di dalam terowongan siang dan malam. Kami hampir tidak melihat matahari dan dunia kecuali sedikit. Sebagaimana telah aku ceritakan sebelumnya, terowongan-terowongan itu bukanlah hotel, bahkan bukan pula rumah. Terowongan itu seperti kuburan. Akan tetapi agama, kewajiban, dan keridaan Allah-lah yang menjadikan segala sesuatu terasa ringan untuk dijalani. Surga tidak dapat diraih dengan hidup bermewah-mewahan di dunia, tetapi harus dengan meninggalkan kenyamanan dan menunggangi ujung-ujung kelelahan demi mencapai tujuan.
Salah seorang saudara kami terluka di dalam terowongan ketika melakukan penggalian dan perbaikan. Pada suatu malam yang larut aku pergi untuk menjenguk dan menenangkannya. Setelah itu, ketika aku kembali menyusuri lorong terowongan menuju titik tempur, aku melihat salah seorang pemimpin mujahidin sedang melaksanakan salat malam di lorong terowongan tersebut.
Aku pun salat bersamanya. Ia membaca Surah Al-Fatihah dengan suara yang khusyuk, kemudian membaca beberapa ayat Al-Qur'an, lalu berdoa, sementara aku mengaminkan doanya. Padahal orang ini termasuk sosok yang paling tegas dan paling kuat pendiriannya. Namun, kedudukan qiyamul lail adalah kedudukan kehinaan diri dan ketundukan di hadapan Allah.
Aku mendengarnya berdoa, dan aku masih mengingat doanya:
"Ya Rabb, demi batu-batu, burung-burung, dan pepohonan. Ya Rabb, demi para penghafal Al-Qur'an, para qari, dan para ulama. Ya Rabb, demi mihrab-mihrab, menara-menara masjid, dan masjid-masjid. Ya Rabb, siapa lagi yang memiliki kekuatan persenjataan ini selain Engkau? Ya Rabb, janganlah Engkau kecewakan harapan kami. Ya Rabb, Engkau telah memerintahkan kami untuk mempersiapkan diri, maka kami telah mempersiapkan diri. Engkau memerintahkan kami untuk tetap teguh, maka kami pun berusaha teguh. Ya Rabb, tepatkanlah lemparan dan tembakan kami, serta jagalah orang-orang yang masih tersisa dari para lelaki kami. Ya Rabb, Engkau telah membebaniku dengan banyak tanggung jawab, maka ringankanlah aku."
Demi Allah, kata-kata itu hampir tidak pernah hilang dari ingatanku.
Orang-orang yang gemar bertahajud dan merendahkan diri di hadapan Allah itulah orang-orang yang Allah bukakan pintu-pintu pertolongan bagi mereka. Mereka adalah pemilik kedudukan-kedudukan yang tinggi dan terpuji. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan pada sebagian malam, bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra': 79).
Post Image
User Avatar
Maman Solihin
5 Jun 2026 23.35.15 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Tentang perasaan mereka...
Tentang perasaan Khadijah, ketika Nabi ﷺ berkata kepadanya:
"Sesungguhnya Rabbmu menyampaikan salam kepadamu."
Tentang perasaan Ubay bin Ka'b, ketika Nabi ﷺ berkata kepadanya:
"Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membacakan Al-Qur'an kepadamu."
Lalu Ubay bertanya:
"Apakah Allah menyebut namaku kepadamu?"
Beliau menjawab:
"Ya, Allah menyebut namamu kepadaku."
Tentang perasaan Sa'ad bin Abi Waqqash, pada Perang Uhud, ketika Nabi ﷺ berkata kepadanya:
"Panahlah! Ayah dan ibuku menjadi tebusan bagimu."
Tentang perasaan Ali bin Abi Thalib, ketika Nabi ﷺ berkata kepadanya:
"Kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa, hanya saja tidak ada nabi setelahku."
Tentang perasaan Bilal bin Rabah, ketika Nabi ﷺ berkata kepadanya:
"Aku mendengar suara langkah kedua sandalmu di surga."
Tentang perasaan Abu Bakar, ketika berada di dalam gua bersama Nabi ﷺ, lalu beliau berkata kepadanya:
"Wahai Abu Bakar, bagaimana pendapatmu tentang dua orang yang Allah adalah Yang Ketiga bersama mereka?"
Tentang perasaan Abdullah bin Mas'ud, ketika para sahabat menertawakan betisnya yang kecil, lalu Nabi ﷺ berkata:
"Apakah kalian menertawakan kecilnya betisnya? Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kedua betis itu dalam timbangan lebih berat daripada Gunung Uhud."
Tentang perasaan Utsman bin Affan, ketika para sahabat berbaiat dalam Baiat Ridwan dan mengulurkan tangan mereka, sementara ia berada di Makkah, lalu Nabi ﷺ meletakkan tangan beliau yang lain dan bersabda:
"Ini adalah tangan Utsman."
Tentang perasaan Salman Al-Farisi, ketika Nabi ﷺ bersabda:
"Salman adalah bagian dari kami, Ahlul Bait."
Tentang perasaan Umar bin Khattab, ketika Nabi ﷺ bersabda kepadanya:
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, setan tidak pernah menemuimu menempuh suatu jalan, kecuali ia akan menempuh jalan lain selain jalanmu."
Tentang perasaan Mu'adz bin Jabal, ketika Nabi ﷺ berkata kepadanya:
"Wahai Mu'adz, demi Allah, aku benar-benar mencintaimu."
Tentang perasaan Shuhaib Ar-Rumi, ketika ia datang dari Makkah setelah meninggalkan seluruh hartanya untuk Quraisy, lalu Nabi ﷺ berkata kepadanya:
"Perdaganganmu telah beruntung, wahai Abu Yahya."
Tentang perasaan Fatimah, ketika Nabi ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya putriku adalah bagian dari diriku. Apa yang menyusahkannya menyusahkanku, dan apa yang menyakitinya menyakitiku."
Tentang perasaan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, ketika Nabi ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya setiap umat memiliki seorang yang terpercaya, dan orang yang terpercaya bagi umat ini adalah Abu Ubaidah."
Tentang perasaan Sa'ad bin Mu'adz, ketika ia memutuskan perkara Bani Quraizhah dan Nabi ﷺ berkata kepadanya:
"Sungguh engkau telah memutuskan hukum atas mereka dengan hukum Allah yang berada di atas tujuh langit."
Tentang perasaan Sumayyah, Yasir, dan Ammar, ketika Nabi ﷺ berkata kepada mereka:
"Bersabarlah wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat yang dijanjikan bagi kalian adalah surga."
Tentang perasaan Hassan bin Tsabit, yang mengerahkan syairnya untuk membela dakwah, lalu Nabi ﷺ berkata kepadanya:
"Jawablah mereka, sindirlah mereka, dan Ruhul Qudus akan bersamamu."
Tentang perasaan Ukasyah, ketika Nabi ﷺ bersabda:
"Dari umatku akan masuk surga tujuh puluh ribu orang tanpa hisab dan tanpa azab."
Lalu Ukasyah berkata:
"Wahai Rasulullah, doakan aku agar termasuk di antara mereka."
Beliau menjawab:
"Engkau termasuk di antara mereka."
Tentang perasaan Abu Musa Al-Asy'ari, yang sedang membaca Al-Qur'an, lalu Nabi ﷺ mendengarkannya dan berkata:
"Wahai Abu Musa, sungguh engkau telah dianugerahi suara yang indah seperti salah satu seruling keluarga Daud."
Tentang perasaan kaum Anshar, ketika mereka merasa sedih karena Nabi ﷺ memberikan harta rampasan Perang Hunain kepada orang-orang Makkah yang baru masuk Islam. Lalu beliau berkata kepada mereka:
"Wahai kaum Anshar, tidakkah kalian ridha jika orang-orang pulang membawa kambing dan unta, sedangkan kalian pulang membawa Rasulullah?"
Dan tentang perasaan kita...
Ketika Nabi ﷺ bersabda tentang kita:
"Saudara-saudaraku, yaitu orang-orang yang beriman kepadaku padahal mereka belum pernah melihatku."
Adham Syarqawi
User Avatar
Maman Solihin
4 Jun 2026 02.52.08 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
Post Image
User Avatar
Allah Jadikan Rahmat Itu Khusus Untukmu
Ditulis oleh sang Mujahid Zaki Hamad
Tatkala turun ayat: "Dan tetapkanlah rahmat untuk kami pada dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami kembali kepada-Mu" [Al-A'raf: 156], Iblis berkata: "Aku termasuk sesuatu". Maka Allah mencabutnya dari Iblis dan berfirman: "Aku akan menimpakan azab-Ku kepada siapa yang Aku kehendaki" [Al-A'raf: 156]
Lalu orang Yahudi dan Nasrani berkata: "Kami bertakwa, menunaikan zakat, dan beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami". Maka Allah mencabutnya dari Yahudi dan Nasrani, lalu berfirman: "...sedangkan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami" [Al-A'raf: 156]
Maka perhatikanlah bagaimana Allah mencabutnya dari Iblis, dari Yahudi dan Nasrani, lalu menjadikan rahmat dan ampunan itu khusus untuk umat Muhammad ﷺ.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari jalur Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas.[1]
Maka rasakan nikmat ini, puji Rabb-mu atasnya, dan tunaikan hak syukurnya.

Prioritas Taubat
Ketika para penceramah bicara tentang taubat, mereka langsung "mencambuk" pemuda karena sekali pandang haram, mengingatkan taubat dari chat lama dengan seorang gadis... sampai seterusnya. Sampai-sampai pemuda itu menghabiskan masa mudanya terkuras, tidak ada cita-cita dan usaha kecuali untuk lepas dari belenggu syahwat dan kebiasaan syahwatnya.
Sangkaan mereka dengan ceramah seperti ini: "Kalau kamu lepas dari itu, maka kamu sudah lepas dari dosa terbesar, dan kalau kamu lakukan itu maka kamu sudah meraih taubat dan penghambaan, sudah menunaikan tugasmu dalam hidup dan mencapai kemuliaan!!!!"
Demi umurku, ini adalah kelalaian dari tuntutan yang tinggi, cacat dalam memahami taubat, dan menyibukkan pemuda dengan wasilah dari tujuan.
Taubat dan istighfar itu tugas seumur hidup wahai saudaraku. Dan sesungguhnya taubatmu dari pengkhianatan terhadap umatmu, dari duduk diam tidak menyiapkan kekuatan dan jihad, dari tidak ikut membela Islam, dan dari meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar untuk mengajak kaum mukminin... itu seribu kali lebih wajib daripada taubatmu dari sekali pandang haram, atau dari umpatan kotor yang pernah kamu ucapkan, atau dari sebatang rokok yang kamu hisap.
Dan jangan dipahami dari ucapanku ini seruan untuk melihat yang haram dan meremehkan maksiat dan semisalnya. Pembahasan ini tentang tingkatan dosa dan prioritas di fase ini.
Tidak diragukan lagi bahwa pandangan haram itu merusak fitrah hati, dan wajib bertaubat darinya. Hanya saja, taubat dari duduk diam tidak berjihad dan tidak menolong itu lebih wajib.
Post Image
Faedah yang Sangat Berharga
Ditulis oleh sang Mujahid Zaki Hamad
Dan Allah telah menjanjikan bagi orang-orang yang berinfak dan bersedekah di jalan kebaikan dengan pelipatgandaan pahala. Allah Ta\'ala berfirman:
\"Siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakannya untuknya, dan baginya pahala yang mulia\" [Al-Hadid: 11]
Adapun orang-orang yang berinfak untuk jihad di jalan Allah, maka keadaan mereka lebih agung dari itu. Allah telah menjanjikan mereka pelipatgandaan pahala sampai berlipat-lipat banyaknya. Allah Ta\'ala berfirman:
\"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak\" [Al-Baqarah: 244-245]
Jadikanlah bagian untuk kewajiban yang sangat mulia ini di dalam sedekah-sedekah kalian.
Apa yang Aku Persembahkan untuk Isu Palestina?
Apakah kamu bertanya pertanyaan ini sementara kamu di kamar tidurmu? Sungguh, alangkah baiknya kalau kita malu sedikit.
Akan datang generasi yang berkata kepada kalian: \"Di mana kalian saat anak-anak Gaza mati kelaparan?!\", \"Mengapa kalian tidak menolong mereka?!\", \"Mengapa kalian menutup perbatasan di hadapan orang-orang terluka, orang sakit, anak-anak, dan ibu hamil, lalu kalian mencegah bantuan sampai ke mereka?!\"
Siapkan jawaban untuk mereka...
Lalu siapkan juga jawaban untuk pertanyaan di Hari At-Tanād = Hari ketika orang-orang dipanggil, hari ketika diseru orang-orang yang meninggalkan perjuangan dan orang-orang yang bersekongkol.
Adapun jika kamu bertanya kepadaku sementara kamu sungguh-sungguh ingin kebaikan, maka aku katakan: Berapa banyak acara untuk membela hamba-hamba Allah di Gaza yang sudah kamu adakan di negerimu atau kamu hadiri dan kamu ajak orang-orang untuk hadir?! Apakah kamu sudah hadir 2 kali lalu bosan?!
Itu adalah selemah-lemahnya iman. Padahal tugas kita lebih dari itu: Mengadakan acara pembelaan, menyebarkan kesadaran, mengumpulkan sedekah lalu mengirimkannya, dan berusaha menyakiti musuh, membuatnya marah, serta menghantam kepentingannya dengan segala cara.
Dan terakhir, tanyakan pada dirimu: Apakah aku akan termasuk sejahat-jahatnya manusia yang Islam dihinakan di masa kepemimpinannya?!
Post Image
User Avatar
Maman Solihin
2 Jun 2026 15.16.29 WIB ·Kategori: Pendidikan
"Ilmu dan Sang Pengajar"*
Ditulis oleh sang Mujahid Zaki Hamad
Telah berlalu bagi kita Hari Guru. Dan di Hari Guru aku ingin mengatakan:
Sesungguhnya lingkungan pendidikan terbaik dalam hidupku adalah masjidku. Di sana aku belajar Al-Qur'an, khusyuk, adab berbicara dan diam, fiqih, hadits, dan bahasa kita yang mulia.
Di sana aku belajar bagaimana membentengi diriku secara pemikiran dan keamanan. Di sana aku belajar makna jihad dan persiapan.
Di sana aku belajar bagaimana jual-beli. Di sana aku belajar bagaimana bermuamalah dengan semua manusia. Dan aku tak bisa menghitung apa saja yang aku peroleh dari masjid!!
Di Hari Guru aku tak melupakan guruku yang dulu meluruskan lisan kami dengan Al-Qur'an. Dia memuji kami jika kami bersungguh-sungguh.
Di Hari Guru aku ingat betul berapa kali beliau duduk untuk mengajari kami dan memberi bashirah/pemahaman tentang urusan agama kami.
Di Hari Guru aku berkata: Sungguh aku telah mendapatkan ilmu-ilmu dari masjid yang tidak aku dapati di sekolah-sekolah termewah dan pusat-pusat tertua!
Seandainya bukan karena masjid-masjid, niscaya tidak akan ada para lelaki dan mujahid. Dan niscaya kita akan berada dalam keadaan yang sangat menyedihkan!!
Dan di atas semuanya itu ada Masjid Cordoba, yang memuat 27 sekolah dan dikunjungi setiap hari oleh 4000 pekerja dan penuntut ilmu. Ia adalah kebanggaan ilmu. Bahkan orang-orang Eropa datang ke pusat-pusat Cordoba untuk menuntut ilmu agama dan ilmu dunia.
Sesungguhnya lingkungan ilmiah yang ada di masjid mampu melahirkan generasi agung pada level tinggi, baik dalam hal agama maupun budaya.
Tapi banyak orang menyangka bahwa keunggulan itu adanya di dunia dan kemewahan. Maka keindahan ilmu dan kebangkitan pun ditinggalkan, dan masjid pun hanya jadi tempat shalat saja!
Post Image
User Avatar
Maman Solihin
2 Jun 2026 14.16.17 WIB ·Kategori: Pendidikan
\"Pertempuran Syaqhab dan Bangsa Mongol\"
Ditulis oleh sang Mujahid Zaki Hamad
Rasa takut yang menyertai gerakan bangsa Mongol memenuhi hati manusia dan melemahkan kekuatan mereka.
Setiap kali orang-orang mendengar gerakan mereka ke suatu negeri, maka orang-orang itu lari dari menghadapi mereka. Bangsa Mongol telah berbuat kerusakan di muka bumi, sampai-sampai sekelompok kaum Muslimin menyerah kepada satu orang Mongol saja, lalu si Mongol itu menyembelih mereka satu per satu dan mereka tidak melakukan apa-apa.
Mereka menghancurkan kota-kota dan mengubah tanda-tanda di muka bumi. Maka manusia pun menjadi penakut untuk membunuh dan menghadapi mereka, lalu menyerah kepada mereka.
Lalu sebagian ulama sadar akan hal itu. Maka ia pun mulai menyemangati manusia dan para pemimpin untuk memerangi bangsa Mongol, dan mengingatkan mereka tentang janji Allah berupa kebersamaan dan pertolongan-Nya.
Ibnu Katsir berkata: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah bersumpah kepada para pemimpin dan manusia: \"Sesungguhnya kalian pada peperangan kali ini akan diberi kemenangan\".
Lalu para pemimpin berkata kepadanya: \"Katakan &039;Insya Allah&039;\". Maka beliau menjawab: \"Insya Allah, sebagai bentuk keyakinan, bukan sebagai pengandaian\".
Dan beliau menakwilkan beberapa ayat dari Kitab Allah tentang itu, di antaranya firman Allah Ta\'ala: \"Dan Allah benar-benar telah memenuhi janji-Nya kepadamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya\" [Ali Imran: 152].
Maka setelah penyemangatan dan persiapan dari manusia serta para pemimpin, terjadilah Pertempuran Syaqhab di gerbang Damaskus, awal Ramadhan tahun 702 H, di bawah pimpinan Sultan An-Nashir Muhammad bin Qalawun - Sultan Mamluk atas Mesir dan Syam.
Para ulama maju di barisan paling depan manusia dalam jihad. Dan pertempuran itu berakhir dengan kemenangan telak bagi kaum Muslimin. Pertempuran itu mengakhiri ambisi bangsa Mongol untuk menguasai Syam dan berekspansi di dunia Islam.
Aku katakan: Peran ulama dalam membakar semangat dan maju di barisan depan itu wajib ada di setiap pertempuran yang dihadapi umat. Semoga Allah merahmati zaman ketika para ulama adalah para mujahid!
Orang Mesir berperang di Damaskus! Orang Syam berperang di Baghdad! Begitulah mereka dulu saat mereka benar-benar \"mereka\"!
Dan harapan tetap ada pada satu umat ini. Maka jangan lupakan umatmu dari doa-doamu.
Post Image
User Avatar
Maman Solihin
1 Jun 2026 10.42.43 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori
"Berbicara tentang agama tanpa ilmu itu sebuah kejahatan"
Ditulis oleh Sang Mujahid Zaki Hamad
Sebagian orang menganggap diri mereka layak untuk berbicara tentang agama padahal mereka bukan ahlinya. Dengan dalih bahwa agama itu mudah dan mereka memahaminya dengan sederhana!
Padahal, mempelajari syariat itu adalah ilmu yang sangat dalam dan memiliki kaidah-kaidah serta para ahlinya. Ilmu syariat itu ilmu yang paling dalam dan paling teliti di antara semua ilmu, dan tidak pantas bagi siapa pun untuk berbicara tentangnya kecuali ia memasukinya dari pintunya, dan bukan sekadar menimba ilmu secara asal-asalan!
-Daftar ilmu-ilmu yang wajib dipelajari seorang ahli syariat dengan teliti sebelum layak bicara tentang agama, tentu dengan syarat masuk dari pintunya:
  1. Hafal Al-Qur'an Al-Karim.
  2. Ilmu Tajwid, Qiraat, dan sanad yang bersambung sampai Rasulullah ﷺ.
  3. Ilmu Tafsir
Tafsir Nabi ﷺ, tafsir para sahabat dan tabi'in serta setelah mereka, tafsir para ulama kontemporer, tafsir tematik/maudhu'i, tafsir sosial, tafsir fiqhi, tafsir lughawi/bahasa, gharibul Qur'an dan kosakatanya, i'jaz Qur'ani/mukjizat Al-Qur'an, dan lain-lain.
  1. Ulum Al-Qur'an
Nasikh dan mansukh, ayat Makki dan Madani, asbabun nuzul/sebab turun ayat, dan lain-lain.
  1. Ilmu Bahasa Arab
Nahwu, shorof, balaghah, syair dan 'arudh, bayan dan badi', dan lain-lain. Serta kaitannya dengan ilmu tafsir dan hadits.
  1. Ilmu Fiqh
Asal-usul fiqh dan madzhab-madzhab fiqh, matan-matan fiqh, pendapat mu'tamad tiap madzhab, syarah kitab-kitab fiqh, ilmu istidlal/cara pengambilan dalil, ayat-ayat dan hadits-hadits hukum, dan lain-lain.
  1. Ilmu Ushul Fiqh
Ushul secara umum, lafazh umum, khusus dan alat-alat takhsis/pengkhususan, mutasyabih dan muhkam, mujmal dan mubayyan, dan lain-lain.
  1. Ilmu Qawaid Fiqhiyyah
Kaidah-kaidah fiqh dan cara berdalil dengannya.
  1. Ilmu Ijma'
Asal-usulnya, syarat-syaratnya, pentingnya, dan kaitannya dengan memahami fatwa serta penerapannya.
  1. Ilmu Hadits
Ilmu rijal/perawi, ilmu musthalah hadits, ilmu jarh wa ta'dil, ilmu syarah hadits, ilmu kodifikasi sunnah, ilmu sanad dan takhrij, 'ilal hadits/cacat hadits, mukhtalaf hadits, gharibul hadits, dan lain-lain.
  1. Ilmu Sejarah
Dan kaitannya dengan fiqh, fatwa, dan tafsir.
  1. Ilmu Sirah Nabawiyah
Serta yang berkaitan dengannya berupa penerapan dan penetapan hukum.
  1. Ilmu Mantiq/Logic dan Filsafat
Serta yang berkaitan dengannya berupa argumen akal dan membantah orang yang menyimpang.
  1. Ilmu Aqidah
Rukun Islam dan detailnya, firqah/firqah dalam Islam, madzhab-madzhab aqidah, agama-agama lain
15. Ilmu Sosial, Politik, dan Ekonomi
Serta kaitannya dengan ilmu syariat.
Ini sekilas saja. Aku belum merinci dan mencabang-cabangkan lagi pada banyak ilmu lainnya. Singkatnya: Allah berfirman "Sungguh, Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu" [Al-Muzzammil: 5].
Lalu ketahuilah bahwa di antara ilmu-ilmu ini ada keterkaitan yang sangat besar. Salah dalam satu masalah akan melahirkan kesalahan dan kejahatan besar. Begitu juga benar dalam satu ilmu akan membukakan untukmu banyak pintu dan rahasia yang tertutup.
Lalu, apa yang sudah kamu baca dari ilmu-ilmu ini wahai saudaraku?! Lalu apa yang sudah kamu kuasai?!
Seorang penuntut ilmu bisa menghabiskan 10 tahun hidupnya hanya untuk menguasai 1 atau 2 ilmu, lalu ia membaca ilmu lainnya sekadar wawasan, kemudian ia berbicara tentang agama dengan sangat hati-hati.
Sebaliknya, kamu dapati sebagian orang karena menonton 1 potongan video seorang pemikir, lalu dia ingin "nyelip" membahas detail-detail syariat atau merasa dirinya layak menjelaskan nash agama!
Dengarlah penjelasan ini dari Ibnul Qayyim rahimahullah: "Barangsiapa yang berfatwa kepada manusia hanya dengan menukil dari kitab, tanpa memperhatikan perbedaan adat mereka, kebiasaan mereka, zaman mereka, tempat mereka, dan kondisi mereka - padahal mereka semua berbeda negara, kebiasaan, zaman, dan tabiatnya - maka sungguh ia telah sesat dan menyesatkan. Kejahatannya terhadap agama lebih besar daripada kejahatan dokter yang mengobati badan manusia dengan apa yang ada di kitab kedokteran tanpa memperhatikan kondisi pasiennya. Bahkan dokter bodoh ini dan mufti bodoh ini lebih berbahaya bagi agama dan badan manusia. Dan Allah-lah tempat meminta pertolongan."
Dan telah shahih dalam Bukhari bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Sungguh aku tidak menyangka si fulan dan si fulan tahu sedikit pun tentang agama kita" [HR. Bukhari]. Imam Bukhari memberi judul bab: "Bab tentang bolehnya berprasangka". Maksudnya ini bukan prasangka buruk. Karena prasangka buruk itu untuk orang yang bersih dari tuduhan. Adapun orang yang bicara tentang agama tanpa ilmu, maka dia pelaku kejahatan.
Oleh karena itu, termasuk kurang akal adalah ketika seseorang menulis di halamannya pertanyaan syariat, lalu meminta para pengikutnya - yang tingkatannya berbeda-beda - untuk menjelaskan hukum syariatnya atau memberi pandangan mereka.
Dan termasuk kejahatan terhadap syariat juga adalah bicara tentang agama tanpa ilmu, atau berfatwa dengan metode "aku kira"... atau “kemungkin…..”
Karena itu, ketika diajukan kepadamu pertanyaan dalam bidang syariat, dan kamu tidak tahu jawabannya, maka diam dan berkata "Aku tidak tahu" itu adalah agama dan bentuk ibadah. Sedangkan bicara tanpa ilmu itu adalah sikap nekat dan kejahatan.
Dan jika seseorang bertanya kepadamu tentang informasi agama atau hukum yang sudah jelas dan disepakati umat Islam, seperti wajibnya shalat, puasa, zakat, haramnya zina, riba, khamar, dan semisalnya, maka wajib bagimu menjawabnya dan jangan menyembunyikan sedikit pun karena itu pasti wajib diketahui.
Adapun selain itu, maka alihkan kepada para ahli. Kamu akan selamat dan beruntung.
Fatwa itu bukan sekadar kumpulan informasi. Masalahnya adalah "keahlian dan seni". Dan fiqh itu jauh lebih sulit dari yang dibayangkan sebagian orang. Kebanyakan dari mereka salah baca ayat, memutarbalikkan maknanya, lancang menafsirkannya, dan menyelisihi semua madzhab serta para imam dengan pemahaman mereka yang cacat.
Demi Allah, musibah dari orang-orang seperti ini lebih besar daripada musibah Bani Israil dengan para pendeta Taurat mereka dan kaum Nasrani dengan para rahib Injil mereka.
Catatan penutup: Aku sendiri masih penuntut ilmu dan bukan mufti. Tapi aku cemburu pada agamaku dan pada bidang ilmuku, dan aku mencintainya. Inti semuanya adalah takwa dan diterima di sisi Allah. Sesungguhnya ilmu itu adalah rasa takut kepada Allah. Maka jadikanlah kami ya Allah termasuk orang yang takut dan bertakwa kepada-Mu dengan sebenar-benarnya takwa.

Post Image
User Avatar
Maman Solihin
1 Jun 2026 01.15.56 WIB ·Kategori: Pendidikan
Syekh Muhammad al-Ghazali rahimahullah:
Aku bergabung dengan Jamaah Ikhwanul Muslimin ketika berusia dua puluh tahun, dan tetap berada di dalamnya selama hampir tujuh belas tahun. Selama masa itu, aku menjadi anggota dewan pendirinya, kemudian menjadi anggota Maktab al-Irsyad al-'Am (Biro Bimbingan Umum).
Kemudian Allah menakdirkan terjadinya perselisihan yang tajam antara diriku dan pimpinan jamaah, yang berakhir dengan keluarnya keputusan untuk memecatku beserta sejumlah anggota lainnya.
Beberapa bulan setelah peristiwa itu, keluar keputusan pemerintah untuk membubarkan seluruh jamaah dan menghentikan seluruh aktivitasnya.
Aku ingin bersikap adil. Mengatakan bahwa seluruh anggota Ikhwan adalah orang-orang jahat adalah kebodohan dan fitnah. Sebaliknya, menganggap bahwa seluruh jamaah itu ma‘shum (terbebas dari kesalahan) adalah kesombongan dan klaim yang tidak benar.
Namun, bukan itu yang ingin kubahas di sini. Ada perkara lain yang lebih penting dan lebih berbahaya, baik di sisi Allah maupun di hadapan manusia, yaitu urusan Islam itu sendiri.
Seseorang berkata kepadaku, “Biarlah Ikhwan masuk neraka!”
Aku menjawab, “Dengarkan. Nasib manusia berada di tangan Allah semata. Siapa pun yang Allah kehendaki, biarlah masuk neraka.
Tetapi, apakah Islam juga harus masuk neraka bersama mereka?”
Ia menjawab, “Tidak.”
Aku berkata, “Lupakan dulu label dan nama kelompok. Mari kita berbicara tentang pokok persoalannya. Apakah kita akan meninggalkan Kitab Rabb kita dan Sunnah Nabi kita, ataukah kita akan berpegang teguh kepada keduanya serta menjaganya?”
Setelah berpikir sejenak, ia menjawab, “Tentu kita tidak meninggalkan agama kita.”
Aku berkata, “Apakah kita hanya menjalankan bagian agama yang kita sukai dan mengabaikan yang tidak kita sukai, ataukah kita menaati Allah dalam seluruh perintah dan larangan-Nya? Ada banyak nash dalam Al-Qur'an dan Sunnah yang seakan-akan dimatikan dan dihukum untuk tidak berlaku. Ada pula nash-nash lain yang hanya diterapkan sebagian dan tidak diizinkan diterapkan secara sempurna. Apakah keadaan seperti ini harus dibiarkan, ataukah perlu diperbaiki?”
Ia berkata, “Tetapi itu yang selalu dikatakan oleh Ikhwanul Muslimin!”
Aku menjawab, “Lupakan dulu Jamaah Ikhwan. Aku sudah melepaskan diri dari segala label. Yang aku bicarakan adalah Islam itu sendiri, tentang kemerosotan yang menimpanya, dan tentang umat yang terluka yang bernaung di bawahnya. Bukankah kita telah sepakat tentang pentingnya berpegang teguh kepada Kitab Rabb kita dan Sunnah Nabi kita?”
Ia menjawab, “Benar.”
Aku berkata, “Itulah tujuan yang ingin kita capai bersama. Kita ingin menyusun langkah terbaik untuk mewujudkannya.”
“Mungkin setelah itu engkau akan melihat bahwa berislam bukanlah sebuah kejahatan. Yang menjadi kejahatan justru adalah merusak ajarannya, mengingkari petunjuknya, dan membiarkan musuh-musuhnya bebas menyerangnya.”
Ia berkata, “Aku merasa engkau dengan licik sedang menyeretku kepada Jamaah Ikhwan!”
Aku menjawab, “Saudaraku, tinggalkanlah prasangka yang menguasaimu itu. Aku ingin berjuang untuk Islam yang panjinya ditegakkan oleh penutup para nabi, Muhammad ﷺ, lalu diwariskan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin al-Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.”
“Al-Qur'an yang terlantar di kantor-kantor kekuasaan dan di berbagai sudut masyarakat ini, kita ingin menghilangkan kesunyiannya dan kembali mengangkat panjinya.”
“Lupakan berbagai kelompok yang muncul pada masa ini. Lupakan pula tokoh-tokoh yang terkenal. Tutuplah lembaran mereka dengan segala kesalahan dan kebaikannya, lalu marilah kita bekerja untuk Islam semata.”
Maka ia pun terdiam, bimbang dan ragu.
Aku berkata kepadanya, “Dengarkan. Ada sekelompok orang yang membenci Islam itu sendiri. Dengan kebencian itu mereka melayani tiga kekuatan yang pada masa kini bersatu memusuhinya: komunisme, Zionisme, dan gerakan salibisme. Mereka ingin menjadikan kata ‘Ikhwan’ sebagai pedang yang dihunuskan ke leher setiap orang yang tulus kepada Islam dan bekerja untuknya. Aku menolak pencampuradukan seperti ini.”
“Mengintimidasi para pejuang di jalan Allah dengan memberi mereka cap sebagai Ikhwan, dan menghalangi kebangkitan Islam dengan alasan mencegah kembalinya jamaah yang telah dibubarkan, keduanya merupakan pengkhianatan besar dan kemunduran yang sangat berbahaya.”
“Bersatu di atas Islam kini telah menjadi kebutuhan hidup dalam menghadapi orang-orang Yahudi yang telah menduduki bagian-bagian penting dari tanah kita. Bahkan mereka mungkin akan melakukan langkah berikutnya menuju ibu kota-ibu kota kita dan tempat-tempat suci kita yang lain. Karena itu, menebarkan kecurigaan terhadap persatuan ini tidak dapat aku nilai kecuali sebagai tindakan yang menguntungkan Bani Israil.”
“Rencana yang dibuat untuk memerangi Jamaah Ikhwan tidak boleh dijadikan sarana untuk memerangi Allah dan Rasul-Nya.”
“Aku sangat prihatin karena sebagian orang yang menyusun rencana itu justru berusaha menggunakannya untuk menghancurkan agama itu sendiri. Padahal perbedaannya sangat jelas: agama memiliki kesuciannya, sedangkan manusia memiliki benar dan salahnya.”
Sumber: Qadzāif al-Ḥaqq, Syekh Muhammad al-Ghazali, hlm. 81-83
Post Image
Apa kata mereka tentang buku ini…
(Di Bawah Panji Thūfan)
🔥“Aku hidup bersama buku ini ketika menelaah dan meneliti isinya, kata demi kata, huruf demi huruf. Sering kali aku berhenti di tengah pembacaan, tertegun dan hanyut dalam apa yang tertulis, lalu menangis. Aku menangis atas diriku sendiri yang terhalang dari semua pahala besar itu; menangis bahagia atas pertolongan dan bimbingan Allah kepada mereka; dan menangis pilu atas keadaan mereka — serta atas lemahnya umat yang telah meninggalkan para pahlawan seperti mereka, yang sangat jarang dilahirkan kembali oleh zaman...”
Dr. Abdurrahman Zaki Hamad
🔥 “Syahid telah menuliskan bagi kita dalam bukunya kata-kata yang membuat hati menangis dan menyesak jiwa, di antaranya yang sering diulanginya, ‘Sungguh, seratus derajat yang telah disiapkan Allah untuk para mujahid sudah cukup bagi kita untuk meninggalkan segala kenikmatan dunia demi itu...’”
Syekh Dr. Nawaf Takruri
🔥 “Begitulah aku membacanya tiga kali, dan tak pernah merasa cukup. Aku mencuri waktu untuk membacanya kembali, berulang kali, berharap bisa hidup dalam peristiwanya dan masuk ke dalam suasana perjalanannya. Kadang aku takjub, kadang gembira, kadang sedih, kadang menangis dengan perih, dan kadang pikiranku terbang penuh rasa haru yang tak terucap...”
Syekh Dr. Muhammad Yusuf al-Jurani
📲:0851-7952-3933
IG :@penerbit_pcp
Tiktok :@pustakacahayaperadaban
Post Image