يهود أميركيون يقدمون التماساً إلى الرئيس ويلسون ضد إقامة دولة يهودية في فلسطين
Timeline Palestina: Yahudi Amerika Mengajukan Petisi ke Presiden Wilson Menentang Pendirian Negara Yahudi
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Timeline Palestina: Yahudi Amerika Mengajukan Petisi ke Presiden Wilson Menentang Pendirian Negara Yahudi ini termasuk dalam Kategori Tarikh Islam
TIMELINE PALESTINA LENGKAP dapat anda akses di https://rezaervani.com/timeline/
| Tahun | 4 Maret 1919 |
|---|---|
| Pihak yang Terlibat | Amerika Serikat (Pemerintah) |
| Lokasi | Amerika Serikat |
تبدي 31 شخصية يهودية أميركية بارزة مشاعر القلق تجاه المناقشات في مؤتمر باريس للسلام، وتقدم التماساً إلى الرئيس ويلسون لرفض فكرة إقامة وطن قومي يهودي. وتؤكد هذه الشخصيات أن اليهود لا “يشكلون بأي معنى حقيقي وحدة قومية منفصلة”، وأن إنشاء دولة يهودية في فلسطين
Sebanyak 31 tokoh Yahudi Amerika terkemuka menyatakan kekhawatiran mereka terhadap diskusi di Konferensi Perdamaian Paris dan mengajukan petisi kepada Presiden Wilson untuk menolak gagasan pendirian tanah air nasional Yahudi. Tokoh-tokoh ini menegaskan bahwa orang Yahudi tidak “membentuk unit nasional yang terpisah dalam arti nyata apa pun”, dan bahwa pendirian negara Yahudi di Palestina :
(أ) يعرض للخطر مطالب اليهود الأكثر شمولية، وهي الحصول على المواطنة الكاملة وحقوق الإنسان في جميع الدول التي لم يتم فيها بعد ضمان هذه الحقوق، كما يوفر لحكامها مبرراً جديداً لسن تشريعات قمعية إضافية؛ (ب) يضع اليهود الذين يتمتعون بحقوق كاملة في بلدهم تحت شبهة “الولاء المزدوج”، إذ يدعوهم إلى الانضمام إلى الوطن القومي اليهودي في فلسطين أو دعمه؛ (ج) “يعرض اليهود لاحتمال تكرار الصراعات المريرة والدموية، التي ستكون حتمية”، لأنه “ليس صحيحاً” أن “فلسطين هي الوطن القومي للشعب اليهودي، وليس لأي شعب آخر”؛ (د) يتعارض مع المثل الديمقراطية. يؤكد مقدمو العريضة أنهم “يشعرون بأنهم بذلك يعبرون عن رأي أغلبية اليهود الأميركيين.”
(a) membahayakan tuntutan Yahudi yang lebih luas untuk mendapatkan kewarganegaraan penuh dan hak asasi manusia di semua negara yang belum menjamin hak-hak tersebut, serta memberikan pembenaran baru bagi para penguasa untuk menetapkan undang-undang penindasan tambahan; (b) menempatkan orang Yahudi yang menikmati hak penuh di negara mereka sendiri di bawah kecurigaan “loyalitas ganda”, karena mengajak mereka bergabung atau mendukung tanah air nasional Yahudi di Palestina; (c) “memaparkan orang Yahudi pada kemungkinan terulangnya konflik sengit dan berdarah yang tak terelakkan,” karena “tidak benar” bahwa “Palestina adalah tanah air nasional bagi bangsa Yahudi dan bukan bagi bangsa lain mana pun”; (d) bertentangan dengan cita-cita demokrasi. Para pemohon menegaskan bahwa mereka “merasa bahwa dengan ini mereka menyuarakan pendapat mayoritas Yahudi Amerika.”
Sumber : PalQuest
Leave a Reply