فَضْلُ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
Keutamaan Membaca Al-Quran
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Keutamaan Membaca Al-Quran ini masuk dalam Kategori al Quran
﴿ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجَا * قَيِّماً لِيُنْذِرَ بَأْساً شَدِيداً مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْراً حَسَناً * مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَداً *
“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya; sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik, mereka kekal di dalamnya selamanya.
وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَداً * مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِباً ﴾ [الكهف:1-5].
Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: ‘Allah mengambil seorang anak.’ Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah besarnya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.” [Al-Kahf: 1-5].
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْماً، وَأَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ عَدَداً، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ، وَسَلَّمَ تَسْلِيماً.
Dan aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, dan Dia menghitung segala sesuatu dengan teliti. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga shalawat Allah tercurahkan kepadanya, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikut mereka dengan baik, serta salam yang melimpah.
أَمَّا بَعْدُ أَيُّهَا النَّاسُ: اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَأَكْثِرُوا مِنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ فِي هَذَا الشَّهْرِ يُعَظِّمِ اللَّهُ لَكُمْ بِذَلِكَ الْأَجْرَ؛ لِأَنَّ فِي كُلِّ حَرْفٍ مِنَ الْقُرْآنِ عَشْرَ حَسَنَاتٍ، وَقَدْ وَرَدَتِ الْأَحَادِيثُ بِفَضْلِ تَلَاوَةِ الْقُرْآنِ عُمُوماً وَبَعْضِ السُّوَرِ خُصُوصاً، فَفِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ أَنَّ جِبْرِيلَ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
Amma ba’du, wahai sekalian manusia: Bertakwalah kepada Allah Ta’ala, dan perbanyaklah membaca Al-Qur’an di bulan ini, niscaya Allah akan membesarkan pahala kalian dengannya; karena pada setiap huruf dari Al-Qur’an terdapat sepuluh kebaikan. Sungguh telah datang hadis-hadis tentang keutamaan membaca Al-Qur’an secara umum dan beberapa surah secara khusus. Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa Jibril berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
(أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ فَاتِحَةُ الْكِتَابِ وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ لَمْ تَقْرَأْ حَرْفاً مِنْهَا إِلَّا أُوتِيتَهُ)
(Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu yang tidak diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu: Fatihatul Kitab dan ayat-ayat terakhir surah Al-Baqarah. Tidaklah engkau membaca satu huruf darinya melainkan engkau akan diberi [pahalanya]).
وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (الْبَيْتُ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ الْبَقَرَةُ لَا يَدْخُلُهُ الشَّيْطَانُ) رَوَاهُ أَحْمَدُ وَمُسْلِمٌ.
Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: (Rumah yang dibacakan di dalamnya surah Al-Baqarah tidak akan dimasuki setan) diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim.
وَكَانَ أُسَيْدُ بْنُ حُضَيْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقْرَأُ مِنَ اللَّيْلِ سُورَةَ الْبَقَرَةِ، وَفَرَسُهُ مَرْبُوطَةٌ عِنْدَهُ، وَلَهُ ابْنٌ قَرِيبٌ مِنْهَا، فَجَالَتِ الْفَرَسُ، فَسَكَتَ، فَسَكَنَتْ، فَقَرَأَ، فَجَالَتِ الْفَرَسُ مَرَّةً ثَانِيَةً، فَسَكَتَ، فَسَكَنَتْ، ثُمَّ قَرَأَ، فَجَالَتِ الْفَرَسُ مَرَّةً ثَالِثَةً، فَخَافَ أَنْ تُصِيبَ ابْنَهُ، فَانْصَرَفَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ حَتَّى مَا يَرَاهَا، فَإِذَا مِثْلُ الظُّلْمَةِ فِيهَا أَمْثَالُ الْمَصَابِيحِ، فَلَمَّا أَصْبَحَ أَخْبَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ، فَقَالَ: (أَتَدْرِي مَا ذَاكَ؟ قَالَ: لَا، قَالَ:
Dahulu Usaid bin Hudhair radhiyallahu ‘anhu membaca surah Al-Baqarah di malam hari, sementara kudanya terikat di sisinya, dan putranya berada di dekatnya. Tiba-tiba kuda itu melonjak, lalu ia diam, maka kuda itu pun tenang. Kemudian ia membaca lagi, dan kuda itu melonjak untuk kedua kalinya, ia diam, maka kuda itu tenang. Kemudian ia membaca lagi, dan kuda itu melonjak untuk ketiga kalinya, sehingga ia merasa khawatir kuda itu akan mengenai putranya, maka ia berhenti. Kemudian ia mengangkat kepalanya ke arah langit hingga ia tidak melihatnya lagi, ternyata ada sesuatu seperti awan yang di dalamnya terdapat benda-benda seperti lampu. Ketika pagi hari, ia menceritakan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda: (Tahukah engkau apa itu? Ia menjawab: Tidak. Beliau bersabda :
تِلْكَ الْمَلَائِكَةُ دَنَتْ لِصَوْتِكَ، وَلَوْ قَرَأْتَ لَأَصْبَحَ يَنْظُرُ النَّاسُ إِلَيْهَا لَا تَتَوَارَى فِيهِمْ
Itu adalah para malaikat yang mendekat karena suaramu, dan seandainya engkau terus membaca, niscaya pada pagi hari orang-orang akan dapat melihat mereka dan mereka tidak akan bersembunyi dari manusia
وَأَخْبَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ سُورَةَ الْبَقَرَةِ وَآلَ عِمْرَانَ تُظَلِّلَانِ صَاحِبَهُمَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ. وَتُحَاجَّانِ عَنْهُ، وَنَزَلَتْ سُورَةُ الْأَنْعَامِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَكَّةَ، وَمَعَهَا مِنَ الْمَلَائِكَةِ نَحْوُ سَبْعِينَ أَلْفَ مَلَكٍ مَا بَيْنَ الْخَافِقَيْنِ لَهُمْ زَجَلٌ بِالتَّسْبِيحِ، وَالْأَرْضُ تَرْتَجُّ بِهِمْ، وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: (سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengabarkan bahwa surah Al-Baqarah dan Ali Imran akan menaungi pembacanya pada hari kiamat dan membela mereka. Dan surah Al-An’am turun kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di Makkah disertai sekitar tujuh puluh ribu malaikat yang memenuhi antara ufuk timur dan barat, mereka bersuara keras dengan tasbih, dan bumi bergetar karena mereka, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan: (Maha Suci Allah yang Maha Agung).
وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (إِنَّ سُورَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلَاثِينَ آيَةً شَفَعَتْ لِصَاحِبِهَا حَتَّى غُفِرَ لَهُ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ). وَقَدْ وَرَدَ أَنَّهَا تُنْجِي مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ،
Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: (Sesungguhnya satu surah dalam Al-Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat dapat memberi syafaat bagi pembacanya hingga ia diampuni, yaitu Tabaarakalladzi bi yadihil mulk). Dan telah diriwayatkan bahwa ia menyelamatkan dari azab kubur.
وَثَبَتَ أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (إِنَّ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ)، وَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: إِنِّي أُحِبُّهَا، فَقَالَ: (حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ)،
Serta telah tetap bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: (Sesungguhnya “Qul huwallahu ahad” sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an), dan seorang lelaki berkata kepadanya: Sesungguhnya aku mencintainya, maka beliau bersabda: (Kecintaanmu padanya memasukkanmu ke dalam surga).
وَقَالَ رَجُلٌ آخَرُ إِنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ، وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَهَا، فَقَالَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّهُ)،
Lelaki lain berkata bahwa itu adalah sifat Ar-Rahman, dan aku suka membacanya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: (Kabarkan kepadanya bahwa Allah mencintainya).
وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِرَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِهِ: أَلَا أُعَلِّمُكَ سُورَتَيْنِ مِنْ خَيْرِ سُورَتَيْنِ قَرَأَ بِهِمَا النَّاسُ ﴿ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴾ [الفلق: 1]، وَ﴿ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴾ [الناس: 1]
Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada seorang sahabatnya: (Maukah aku ajarkan kepadamu dua surah terbaik yang dibaca oleh manusia? Yaitu: “Qul a’udzu bi rabbil falaq” [Al-Falaq: 1] dan “Qul a’udzu bi rabbin naas” [An-Naas: 1]).
فَاقْرَؤُوا الْقُرْآنَ بِتَدَبُّرٍ، وَتَفَهُّمٍ، وَإِذَا مَرَرْتُمْ بِآيَةِ رَحْمَةٍ، فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ، وَإِذَا مَرَرْتُمْ بِآيَةِ وَعِيدٍ، فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ عِقَابِهِ، وَإِذَا مَرَرْتُمْ بِآيَةِ سَجْدَةٍ، فَاسْجُدُوا فِي أَيِّ وَقْتٍ كَانَ، فَالسُّجُودُ لِلتَّلَاوَةِ لَا نَهْيَ عَنْهُ؛ لِأَنَّهُ تَابِعٌ لِلتَّلَاوَةِ، وَإِذَا سَجَدْتُمْ، فَكَبِّرُوا، وَقُولُوا: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى فِي السُّجُودُ، وَإِذَا رَفَعْتُمْ مِنَ السُّجُودِ، فَلَا تُكَبِّرُوا، وَلَا تُسَلِّمُوا؛ لِأَنَّ ذَلِكَ لَمْ يَرِدْ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا إِذَا سَجَدَ الْقَارِئُ وَهُوَ يُصَلِّي، فَإِنَّهُ يُكَبِّرُ لِلسُّجُودِ، وَلِلرَّفْعِ مِنْهُ. أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ:
Maka bacalah Al-Qur’an dengan tadabbur dan pemahaman. Jika kalian melewati ayat rahmat, mintalah karunia kepada Allah. Jika kalian melewati ayat ancaman, berlindunglah kepada Allah dari siksa-Nya. Dan jika kalian melewati ayat sajdah, sujudlah kapan pun waktunya, karena sujud tilawah tidak dilarang karena ia mengikuti bacaan. Jika kalian sujud, bertakbirlah dan ucapkan: “Subhana Rabbiyal A’la” dalam sujud. Dan jika kalian bangkit dari sujud, tidak perlu bertakbir dan tidak perlu salam; karena hal itu tidak diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali jika pembaca bersujud saat sedang shalat, maka ia bertakbir untuk sujud dan saat bangkit darinya. Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk:
﴿ إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ * لِيُوفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ ﴾ [فاطر:29،30].
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” [Fatir: 29-30].
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ.
Ya Allah, berkahilah kami dalam Al-Qur’an yang agung dan ampunilah kami, kedua orang tua kami, serta seluruh kaum muslimin.
Sumber : Alukah
Leave a Reply