Pentingnya Membaca Al-Quran



أَهَمِّيَّةُ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ

Pentingnya Membaca Al-Quran

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Pentingnya Membaca Al-Quran ini masuk dalam Kategori al Quran

هَلْ تَسَاءَلْتَ يَوْمًا: هَلْ أَنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ؟ فَإِنَّهُ قَدْ جَاءَ فِي الْحَدِيثِ أَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ((أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ))، فَهَذَا التَّسَاؤُلُ عَامِلٌ أَسَاسِيٌّ فِي تَقْوِيمِ النَّفْسِ.

Pernahkah Anda bertanya pada suatu hari: apakah saya termasuk ahlul Qur’an (ahli Al-Qur’an)? Sesungguhnya telah datang dalam hadits bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Ahlul Qur’an adalah keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya”. 1. Maka pertanyaan ini merupakan faktor mendasar dalam mengevaluasi diri.

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ الْأَعْمَالِ قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ تِلَاوَةً، وَحِفْظًا، وَالِاشْتِغَالَ بِهِ تَعَلُّمًا وَتَعْلِيمًا؛ كَمَا جَاءَ عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ))، كَمَا أَنَّ الِاشْتِغَالَ بِحِفْظِ الْقُرْآنِ، وَتَعْلِيمِهِ رِفْعَةٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَقَالَ أَبُو عَبْدِالرَّحْمَنِ السُّلَمِيُّ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى، وَقَدْ جَلَسَ فِي تَعْلِيمِ الْقُرْآنِ قُرَابَةَ أَرْبَعِينَ عَامًا، قَالَ: مَا أَجْلَسَنِي هَذَا الْمَجْلِسَ إِلَّا حَدِيثُ عُثْمَانَ.

Sesungguhnya di antara amalan yang paling utama adalah membaca Al-Qur’an dengan tilawah, menghafalnya, dan menyibukkan diri dengannya untuk mempelajari dan mengajarkannya; sebagaimana diriwayatkan dari Utsman radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” 2. Demikian pula menyibukkan diri dengan menghafal Al-Qur’an dan mengajarkannya adalah kemuliaan di dunia dan akhirat. Abu Abdurrahman As-Sulami rahimahullah ta’ala berkata, padahal beliau telah duduk mengajarkan Al-Qur’an selama kurang lebih empat puluh tahun, ia berkata: Tidaklah yang mendudukkan saya di majelis ini kecuali hadits Utsman.

إِنَّكَ إِنْ أَقْبَلْتَ عَلَى حِفْظِ الْقُرْآنِ، فَإِنَّ اللهَ سَيُيَسِّرُهُ لَكَ؛ كَمَا قَالَ تَعَالَى: ﴿وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ﴾ [القمر: ١٧]، يَقُولُ السَّعْدِيُّ رَحِمَهُ اللهُ: «أَيْ: وَلَقَدْ يَسَّرْنَا، وَسَهَّلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ الْكَرِيمَ؛ أَلْفَاظَهُ لِلْحِفْظِ وَالْأَدَاءِ، وَمَعَانِيَهُ لِلْفَهْمِ وَالْعِلْمِ؛ لِأَنَّهُ أَحْسَنُ الْكَلَامِ لَفْظًا وَأَصْدَقُهُ مَعْنًى».

Sesungguhnya jika Anda menghadap kepada menghafal Al-Qur’an, maka Allah akan memudahkannya untuk Anda; sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17). As-Sa’di rahimahullah berkata: “Artinya: sungguh telah Kami mudahkan dan permudah Al-Qur’an yang mulia ini; lafadz-lafadznya untuk dihafal dan dibaca, dan makna-maknanya untuk dipahami dan diketahui; karena ia adalah sebaik-baik perkataan dari segi lafadz dan paling benar dari segi makna”.

عَلَى الْمُسْلِمِ أَنْ يَجْعَلَ لَهُ وِرْدًا مِنَ الْقُرْآنِ، لَا يُفَرِّطُ فِيهِ، وَأَنْ يُلْزِمَ نَفْسَهُ بِهِ، فَإِذَا اعْتَادَهُ الْإِنْسَانُ، فَلَا يُمْكِنُ أَنْ يَتْرُكَهُ، أَوْ يُفَرِّطَ فِيهِ، وَلَوْ عَلَى حِسَابِ رَاحَتِهِ، وَوَقْتِ مَنَامِهِ.

Seorang muslim hendaknya menjadikan wirid (bacaan rutin) dari Al-Qur’an bagi dirinya, tidak menyia-nyiakannya, dan mewajibkan dirinya dengannya. Jika seseorang sudah terbiasa dengannya, maka tidak mungkin ia meninggalkannya atau menyia-nyiakannya, meskipun harus mengorbankan waktu istirahatnya dan waktu tidurnya.

مِنَ الْمَنْهَجِيَّةِ فِي جَدْوَلَةِ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَمُرَاجَعَتِهِ، أَنْ تَجْعَلَ لِكُلِّ وَقْتِ صَلَاةٍ مَا يُنَاسِبُكَ فِيهَا مِنْ صَفَحَاتٍ، تَقْرَؤُهَا لَا تَتَخَلَّى عَنْهَا، بِحَيْثُ تَدُورُ جَدْوَلَتُكَ لِلْقُرْآنِ مَعَ الْأَوْقَاتِ الْخَمْسَةِ، فَعَلَى سَبِيلِ الْمِثَالِ: لَوْ قَرَأْتَ مَعَ كُلِّ وَقْتِ صَلَاةٍ جُزْءًا مِنَ الْقُرْآنِ خَتَمْتَ فِي كُلِّ سِتَّةِ أَيَّامٍ، وَلَوْ قَرَأْتَ نِصْفَ جُزْءٍ مَعَ كُلِّ وَقْتِ صَلَاةٍ، لَخَتَمْتَ فِي اثْنَيْ عَشَرَ يَوْمًا، وَبِهَذِهِ الْمَنْهَجِيَّةِ تَكُونُ مُحَاسِبًا لِنَفْسِكَ فِي الْإِقْلَالِ، أَوِ الْإِكْثَارِ مِنْ قِرَاءَةِ كِتَابِ اللهِ الْعَزِيزِ.

Di antara metodologi dalam menjadwalkan membaca Al-Qur’an dan murajaahnya, adalah Anda menjadikan untuk setiap waktu shalat halaman-halaman yang sesuai untuk Anda, yang Anda baca dan tidak meninggalkannya, sehingga jadwal Al-Qur’an Anda berputar mengikuti lima waktu shalat. Sebagai contoh: jika Anda membaca satu juz pada setiap waktu shalat, Anda akan khatam dalam setiap enam hari. Dan jika Anda membaca setengah juz pada setiap waktu shalat, Anda akan khatam dalam dua belas hari. Dengan metodologi ini, Anda akan menghisab diri Anda dalam mengurangi atau memperbanyak bacaan Kitabullah Yang Mulia.

وَهَلْ فَكَّرْتَ يَوْمًا فِي حِفْظِ الْقُرْآنِ أَوْ شَيْءٍ مِنْهُ؛ فَإِنَّ التَّفْكِيرَ أَوَّلُ خُطُوَاتِ الْعَمَلِ، وَمَا هِيَ إِلَّا أَيَّامٌ قَلَائِلُ، وَيَكُونُ هَذَا التَّفْكِيرُ أَمْرًا مَحْسُوسًا، فَلَا يَأْسَ، فَمِنْ أَصْحَابِ الْهِمَمِ مَنْ بَدَأَ بِالْحِفْظِ وَعُمْرُهُ (٨٥) عَامًا، فَحَفِظَهُ فِي (١٢) سَنَةً، فَاعْقِدِ الْعَزْمَ عَلَى هَذَا الْمَشْرُوعِ الْمُبَارَكِ.

Pernahkah Anda berpikir suatu hari untuk menghafal Al-Qur’an atau sebagiannya? Sesungguhnya berpikir adalah langkah pertama dari amal. Hanya beberapa hari saja, dan pemikiran ini akan menjadi sesuatu yang nyata. Maka janganlah berputus asa, karena di antara orang-orang yang bersemangat tinggi ada yang memulai menghafal di usia 85 tahun, lalu ia menghafalnya dalam 12 tahun. Maka bulatkan tekad untuk proyek yang penuh berkah ini.

إِنَّ اسْتِشْعَارَكَ لِآلَافِ الْحَسَنَاتِ؛ بَلِ الْمَلَايِينِ – بِإِذْنِ اللهِ تَعَالَى – فِي قِرَاءَتِكَ سَيَزِيدُكَ حِرْصًا، وَإِقْبَالًا عَلَى الْقِرَاءَةِ، وَثَبَاتًا عَلَيْهَا، وَرَغْبَةً وَتَرْغِيبًا فِيهَا، فَالْحَسَنَةُ تَجْلِبُ الْحَسَنَةَ؛ قَالَ تَعَالَى: ﴿وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى﴾ [محمد: ١٧].

Sesungguhnya merasakan ribuan kebaikan, bahkan jutaan – dengan izin Allah Ta’ala – dalam bacaan Anda akan menambah ketekunan Anda, kecintaan terhadap bacaan, keteguhan di atasnya, keinginan dan dorongan padanya. Kebaikan akan mendatangkan kebaikan. Allah Ta’ala berfirman: “Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka” (QS. Muhammad: 17).

اسْتَحْضِرْ – حَالَ قِرَاءَتِكَ لِلْقُرْآنِ – الْجَوَانِبَ التَّالِيَةَ: الثَّوَابَ، وَالثَّبَاتَ، وَالِاسْتِشْفَاءَ، وَالْعِلْمَ، وَالْعَمَلَ، وَالتَّدَبُّرَ، وَالْهِدَايَةَ، وَالْمُنَاجَاةَ، وَنَحْوَهَا، فَسَتَحْصُلُ مِنْ خِلَالِ عَمَلٍ وَاحِدٍ عَلَى أُجُورٍ مُتَعَدِّدَةٍ، وَهَذَا مِنَ الْفِقْهِ.

Hadirkanlah – ketika Anda membaca Al-Qur’an – aspek-aspek berikut: pahala, keteguhan, pengobatan, ilmu, amal, tadabbur (merenungkan), hidayah, munajat (bermunajat kepada Allah), dan semisalnya. Maka Anda akan mendapatkan dari satu amalan banyak pahala, dan ini termasuk dari fiqih (pemahaman).

اسْتَثْمِرْ ذَهَابَكَ وَإِيَابَكَ فِي ظُرُوفِكَ الْيَوْمِيَّةِ وَغَيْرِهَا فِي قِرَاءَةِ مَا تَحْفَظُهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ، فَإِنَّ هَذَا خَيْرٌ عَظِيمٌ، وَاسْتَشْعِرْ شَهَادَةَ هَذِهِ الْبِقَاعِ الَّتِي تَمْشِي عَلَيْهَا لَكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَإِنَّ هَذَا يَدْفَعُكَ إِلَى الْإِكْثَارِ مِنْ ذَلِكَ.

Manfaatkanlah perjalanan pergi dan pulang Anda dalam aktivitas harian dan lainnya untuk membaca apa yang Anda hafal dari Al-Qur’an Al-Karim. Sesungguhnya ini adalah kebaikan yang besar. Dan rasakan kesaksian tempat-tempat yang Anda lalui ini untuk Anda di hari kiamat, karena sesungguhnya hal ini akan mendorong Anda untuk memperbanyak hal tersebut.

Sumber : Alukah

Catatan Kaki

  1. Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Al-Musnad nomor (12292) 19/305, Ibnu Majah dalam Sunannya nomor (215) 1/146, An-Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra nomor (7977) 7/263, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ nomor (2165) 1/432.
  2. Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dalam Shahihnya nomor (5027) 6/192.


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.