يشرع الفطر لمن سافر سفرا مباحا
Disyariatkan Berbuka bagi Orang yang Melakukan Safar yang Mubah
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Disyariatkan Berbuka bagi Orang yang Melakukan Safar yang Mubah ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
كنت سافرت من مدينتي إلى مدينة أخرى في رمضان قبل الزوال، علما بأن المدينة تبعد حوالي 300 كيلو متر عن طريق مدينة بالقرب من مدينتي وكان بعد الزوال بدقائق، هل يجب علي القضاء؟ جزاكم الله خيراً.
Saya bepergian dari kota saya ke kota lain di bulan Ramadhan sebelum zawal (tengah hari), perlu diketahui bahwa kota tersebut berjarak sekitar 300 kilometer melalui sebuah kota di dekat kota saya dan itu terjadi beberapa menit setelah zawal. Apakah saya wajib mengqadha? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: فننبه السائل إلى أن سؤاله غير واضح، وعلى كل حال فمن سافر سفراً مباحاً مسافته تبلغ ثمانين كيلو متراً فأكثر جاز له الإفطار ويجب عليه قضاء ما أفطر، لقول الله تعالى:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du: Kami sampaikan kepada penanya bahwa pertanyaannya kurang jelas. Bagaimanapun juga, barangsiapa yang melakukan safar yang mubah dengan jarak mencapai delapan puluh kilometer atau lebih, maka ia diperbolehkan berbuka dan wajib baginya mengqadha hari yang ia tidak berpuasa tersebut, berdasarkan firman Allah Ta’ala:
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ [البقرة:١٨٤]
“Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” [Al-Baqarah: 184]
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply