السر في وقوع المعاصي في رمضان مع تصفيد الشيطان
Rahasia Terjadinya Maksiat di Bulan Ramadhan Meskipun Setan Dibelenggu
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Rahasia Terjadinya Maksiat di Bulan Ramadhan Meskipun Setan Dibelenggu ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
في رمضان تصفد الشياطين ومع ذلك ترتكب الكثير من المعاصي هل يعني أن الإنسان هو أيضا مصدر شر من غير وسوسة الشيطان؟
Di bulan Ramadhan, setan-setan dibelenggu, namun meskipun demikian banyak kemaksiatan yang dilakukan. Apakah ini berarti bahwa manusia juga merupakan sumber keburukan tanpa adanya waswas (bisikan) dari setan?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, selawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:
فإن وقوع المعصية من بني آدم قد يرجع لأسباب عديدة، منها الشيطان والهوى والنفس الأمارة بالسوء، فعلى القول بتصفيد عموم الشياطين في رمضان، فإن المعصية قد تقع بسبب تسويل النفس لصاحبها، قال السندي في حاشيته على سنن النسائي عند قوله صلى الله عليه وسلم: (وصفدت الشياطين):
Terjadinya maksiat dari anak cucu Adam dapat dikembalikan kepada banyak sebab, di antaranya adalah setan, hawa nafsu, dan nafsu yang memerintahkan keburukan (an-nafs al-ammarah bis-su’). Berdasarkan pendapat tentang dibelenggunya setan secara umum di bulan Ramadhan, sesungguhnya kemaksiatan dapat terjadi karena dorongan nafsu terhadap pemiliknya. Al-Sindi berkata dalam Hasyiyah-nya atas Sunan an-Nasa’i mengenai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “(Dan setan-setan dibelenggu)”:
“ولا ينافيه وقوع المعاصي، إذ يكفي وجود المعاصي شرارة النفس وخبائثها، ولا يلزم أن تكون كل معصية بواسطة شيطان، وإلا لكان لكل شيطان شيطان ويتسلسل، وأيضاً معلوم أنه ما سبق إبليس شيطان آخر، فمعصيته ما كانت إلا من قبل نفسه.” انتهى.
“Hal itu tidaklah menafikan terjadinya kemaksiatan, karena keberadaan maksiat cukup dipicu oleh percikan nafsu dan keburukannya. Tidak lazim (tidak harus) bahwa setiap kemaksiatan terjadi dengan perantaraan setan, jika tidak demikian, maka setiap setan tentu akan membutuhkan setan lainnya (untuk menggodanya) dan hal ini akan terus berantai (tasalsul). Selain itu, telah diketahui pula bahwa tidak ada setan lain yang mendahului Iblis, maka kemaksiatannya tidak lain hanyalah berasal dari dirinya sendiri.” (Selesai).
وهناك توجيهات أخرى للحديث ذكرها الباجي في شرح الموطأ، حيث يقول: “قوله وصفدت الشياطين يحتمل أن يريد به أنها تصفد حقيقة، فتمتنع من بعض الأفعال التي لا تطيقها إلا مع الانطلاق،
Terdapat penjelasan lain untuk hadis tersebut yang disebutkan oleh Al-Baji dalam Syarh al-Muwatta’, di mana ia berkata: “Sabda beliau ‘dan setan-setan dibelenggu’ mengandung kemungkinan makna bahwa mereka dibelenggu secara hakiki, sehingga mereka terhalang dari sebagian perbuatan yang tidak sanggup mereka lakukan kecuali dengan kebebasan.
وليس في ذلك دليل على امتناع تصرفها جملة، لأن المصفد هو المغلول العنق إلى اليد يتصرف بالكلام والرأي وكثير من السعي، ويحتمل أن هذا الشهر لبركته وثواب الأعمال فيه وغفران الذنوب تكون الشياطين فيه كالمصفدة، لأن سعيها لا يؤثر، وإغواءها لا يضر… ويحتمل أن يريد صنفاً من الشياطين يمنعون التصرف جملة.” انتهى.
Hal ini bukanlah dalil atas berhentinya gerak-gerik mereka secara total, karena orang yang dibelenggu (mushaffad) adalah orang yang lehernya diikat ke tangannya, namun ia masih bisa beraktivitas dengan ucapan, pemikiran, dan banyak usaha lainnya. Ada pula kemungkinan bahwa bulan ini—karena keberkahannya, pahala amal di dalamnya, dan pengampunan dosa—menjadikan setan-setan di dalamnya seolah-olah terbelenggu, karena usaha mereka tidak berpengaruh dan godaan mereka tidak membahayakan… Dan ada kemungkinan pula bahwa yang dimaksud adalah satu kelompok dari setan-setan (tertentu) yang dilarang beraktivitas secara total.” (Selesai).
وقد ذهب بعض أهل العلم إلى أن الذين يصفدون من الشياطين مردتهم، فعلى هذا فقد تقع المعصية بوسوسة من لم يصفد من الشياطين. وتراجع الفتوى الأخر هنا لمزيد الفائدة.
Sebagian ahli ilmu berpendapat bahwa yang dibelenggu dari kalangan setan hanyalah yang paling durhaka (maradah). Berdasarkan hal ini, kemaksiatan tetap dapat terjadi karena waswas dari setan-setan yang tidak dibelenggu. Silakan merujuk pada fatwa lain disini untuk manfaat lebih lanjut.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply