Tujuh Orang yang Dinaungi Allah dalam Naungan-Nya (2)



السبعة الذين يظلهم الله في ظله

Tujuh Orang yang Dinaungi Allah dalam Naungan-Nya (Bagian 2)

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Tujuh Orang yang Dinaungi Allah dalam Naungan-Nya masuk dalam Kategori Hadits

وعن معقل بن يسار رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول:

Dan dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

 Tidaklah seorang hamba yang Allah memberikan kepadanya rakyat untuk dipimpin, lalu ia meninggal pada hari ia meninggal dalam keadaan menipu rakyatnya, kecuali Allah mengharamkan baginya surga 1

والثاني: شاب نشأ في عبادة الله، وقد وفقه الله منذ نشأ للأعمال الصالحة، وحببها إليه، وكره إليه الأعمال السيئة وأعانه على تركها، إما بسبب تربية صالحة، أو رفقة طيبة، أو غير ذلك، وقد حفظه مما نشأ عليه كثير من الشباب من اللهو واللعب، وإضاعة الصلوات، والانهماك في الشهوات والملذات، وقد أثنى الله على هذا النشء المبارك بقوله تعالى:

Yang kedua: Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, Allah telah memberinya taufik sejak ia tumbuh untuk amal-amal shalih, dan menjadikannya mencintai amal-amal tersebut, dan membencinya terhadap amal-amal buruk serta menolongnya untuk meninggalkannya, baik karena pendidikan yang baik, atau pergaulan yang baik, atau selain itu, dan Allah telah menjaganya dari apa yang tumbuh padanya banyak pemuda berupa main-main dan permainan, menyia-nyiakan shalat, dan tenggelam dalam syahwat dan kenikmatan, dan Allah memuji generasi yang diberkahi ini dengan firman-Nya Ta’ala :

﴿ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى ﴾ [الكهف: 13].

“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk” [Al-Kahfi: 13].

ولما كان الشباب داعيًا قويًّا للشهوات، كان من أعجب الأمور الشاب الذي يلزم نفسه بالطاعة والاجتهاد فيها، فاستحق بذلك أن يكون من السبعة الذين يظلهم الله في ظله.

Dan karena masa muda adalah pendorong yang kuat terhadap syahwat, maka termasuk hal yang paling mengagumkan adalah seorang pemuda yang memaksa dirinya untuk taat dan bersungguh-sungguh di dalamnya, sehingga ia berhak dengan itu menjadi salah satu dari tujuh orang yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya.

لقد علم أنه مسؤول عن شبابه فيم أبلاه، فعمل بوصية نبيه صلى الله عليه وسلم التي أوصى بها حيث يقول:

Sungguh ia telah mengetahui bahwa ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang masa mudanya dalam hal apa ia habiskan, maka ia beramal dengan wasiat nabinya صلى الله عليه وسلم yang mewasiatkannya ketika bersabda:

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هِرَمِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ

Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, dan kayamu sebelum miskinmu 2

والثالث: رجل قلبه معلق بالمساجد، فلا يكاد إذا خرج من المسجد أن يرتاح لشيء حتى يعود إليه، لأن المساجد بيوت الله، ومن دخلها فقد حلَّ ضيفًا على ربه، فلا قلب أطيب ولا نفس أسعد من رجل حل ضيفًا على ربه في بيته وتحت رعايته.

Yang ketiga: Seorang laki-laki yang hatinya tergantung di masjid, maka ia hampir tidak merasa nyaman dengan sesuatu pun ketika keluar dari masjid hingga ia kembali ke sana, karena masjid adalah rumah-rumah Allah, dan barangsiapa memasukinya maka ia telah menjadi tamu Tuhannya, maka tidak ada hati yang lebih baik dan tidak ada jiwa yang lebih bahagia dari seorang laki-laki yang menjadi tamu Tuhannya di rumah-Nya dan dalam penjagaan-Nya.

وهؤلاء عمار المساجد على الحقيقة الذين قال الله فيهم:

Dan mereka inilah pemakmur masjid yang sebenarnya yang Allah berfirman tentang mereka :

﴿ إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَن يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ ﴾ [التوبة: 18].

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) kecuali kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” [At-Taubah: 18].

فعن أبي الدرداء رضي الله عنه قال: قال صلى الله عليه وسلم: 

Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

الْمَسْجِدُ بَيْتُ كُلِّ تَقِيٍّ، وَتَكَفَّلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِمَنْ كَانَ الْمَسْجِدُ ببَيْتَهُ بِالرَّوْحِ، وَالرَّحْمَةِ، وَالْجَوَازِ عَلَى الصِّرَاطِ إلى رِضْوَانِ اللهِ إلَى الجَنَّةِ

Masjid adalah rumah setiap orang yang bertakwa, dan Allah ‘Azza wa Jalla menjamin bagi orang yang masjid adalah rumahnya dengan ketenangan, rahmat, dan melewati shiratal mustaqim menuju ridha Allah menuju surga 3

وهذه الضيافة تكون في الدنيا بما يحصل في قلوبهم من الاطمئنان والسعادة والراحة، وفي الآخرة بما أعدَّ لهم من الكرامة في الجنة.

Dan jamuan ini terjadi di dunia dengan apa yang didapatkan dalam hati mereka berupa ketentraman, kebahagiaan, dan kenyamanan, dan di akhirat dengan apa yang disediakan bagi mereka berupa kemuliaan di surga.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال صلى الله عليه وسلم:  

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ وَرَاحَ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ نُزُلَهُ مِنْ الْجَنَّةِ كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ

((Barangsiapa berangkat pagi ke masjid dan kembali sore, Allah menyiapkan baginya jamuan 4 dari surga setiap kali ia berangkat pagi atau kembali sore 5

Bersambung ke Bagian Berikutnya in sya Allah

Sumber : Alukah

Catatan Kaki

  1. Shahih Al-Bukhari (4/331) nomor (715), dan Shahih Muslim (1/125) nomor (142) dan lafaznya milik Muslim.
  2. Mustadrak Al-Hakim (4/341) nomor (7844), dan ia berkata: Hadits ini shahih menurut syarat dua Syaikh dan mereka berdua tidak mengeluarkannya, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam “Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir” (1/244) nomor (1077).
  3. Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim (6/176), dan Al-Mundziri berkata dalam kitabnya “At-Targhib wat-Tarhib” (1/298): Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Kabir dan Al-Ausath, dan Al-Bazzar dan berkata: Sanadnya hasan dan benar sebagaimana yang ia katakan rahimahullah. Dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam “As-Silsilah Ash-Shahihah” (716).
  4. Nuzulahu: tempat yang ia tempati.
  5. Shahih Al-Bukhari (1/20) nomor (662), dan Shahih Muslim (1/463) nomor (669).


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.