أحوال من صام مع أهل بلد وأفطر مع أهل بلد آخر
Keadaan Orang yang Berpuasa Bersama Penduduk Suatu Negeri dan Berbuka Bersama Penduduk Negeri Lainnya
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Berpuasa & Berbuka Bersama Penduduk Negeri yang Berbeda ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
لقد تم رد شبكتكم الموقرة بالأمس على سؤالي اخرى، ولكنه رد على سؤال غير مماثل لسؤالي، حيث لم يتم الرد علي الجزء الخاص بصلاة العيد، وسوف أكرر سؤالي مرة أخرى:
Jaringan (web) Anda yang terhormat telah memberikan jawaban kemarin atas pertanyaan saya yang lain, namun jawaban tersebut ditujukan pada pertanyaan yang tidak serupa dengan pertanyaan saya, di mana bagian mengenai shalat Id belum dijawab. Saya akan mengulang kembali pertanyaan saya:
حضرت بداية رمضان في مصر وذهبت للعمرة في السعودية العشر الأواخر ونزلت على مصر فكان يوم 30 رمضان، فإذا صمته سيكون 31 بالنسبة لي وإذا فطرت فما حكم صلاة العيد بالنسبة لي هل أصليها مع مصر أم أصليها لوحدي يوم 30 وكيفية صلاتها وحدي، فأفيدوني أثابكم الله؟
Saya menghadiri awal Ramadhan di Mesir, lalu pergi Umrah ke Arab Saudi pada sepuluh hari terakhir, kemudian kembali ke Mesir saat itu sedang hari ke-30 Ramadhan. Jika saya berpuasa pada hari itu, maka bagi saya itu adalah hari ke-31, dan jika saya berbuka, bagaimanakah hukum shalat Id bagi saya? Apakah saya melaksanakannya bersama penduduk Mesir atau saya melaksanakannya sendiri pada hari ke-30 itu? Dan bagaimana tata cara melaksanakannya sendiri? Berikanlah penjelasan kepada saya, semoga Allah memberi Anda pahala.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:
فقد ذكرت أخي الكريم أنك كنت في بداية رمضان في مصر ثم سافرت للعمرة ثم عدت إلى مصر وعليه فإنك تكون في بداية الشهر وفي نهايته في مصر، فكيف يكون الشهر بالنسبة لك واحدا وثلاثين يوماً وبالنسبة لأهل مصر ثلاثين؟
Saudaraku yang mulia, Anda telah menyebutkan bahwa Anda berada di Mesir pada awal Ramadhan, kemudian bepergian untuk Umrah, lalu kembali lagi ke Mesir. Berdasarkan hal tersebut, Anda berada di Mesir pada awal bulan dan pada akhir bulan. Lantas bagaimana mungkin bulan tersebut menjadi tiga puluh satu hari bagi Anda, sedangkan bagi penduduk Mesir adalah tiga puluh hari?
إلا إذا كنت قد صمت مع السعودية وهي متقدمة على مصر بيوم، فإن العلماء قد اختلفوا فيمن هذه حاله،
Kecuali jika Anda memulai puasa bersama Arab Saudi yang lebih awal sehari daripada Mesir. Sesungguhnya para ulama telah berbeda pendapat mengenai orang dalam kondisi seperti ini.
فقيل يفطر بالنية ولا يظهر إفطاره أمام الناس، وقيل لا يفطر إلا مع الناس في اليوم الذي يفطر فيه الجميع، وقد رجح هذا القول شيخ الإسلام، واحتج له بحديث الترمذي:
Ada yang berpendapat ia berbuka dengan niat (dalam hati) dan tidak menampakkan berbukanya di depan orang-orang. Ada pula yang berpendapat ia tidak berbuka kecuali bersama orang-orang pada hari di mana semua orang berbuka. Pendapat ini telah dirajihkan (dikuatkan) oleh Syaikhul Islam, dan ia berhujjah dengan hadits riwayat At-Tirmidzi:
صومكم يوم تصومون، وفطركم يوم تفطرون.
“Puasa kalian adalah hari di mana kalian (semua) berpuasa, dan Idul Fitri kalian adalah hari di mana kalian (semua) berbuka.”
وعليه فلا تصل العيد في هذا اليوم لأنه يوم الثلاثين من رمضان بالنسبة لأهل البلد، وأما صلاة العيد لمن صلاها وحده فهي نفس الصلاة مع الجماعة فيكبر في الأولى سبعاً بغير تكبيرة الإحرام وفي الثانية خمساً بغير تكبيرة القيام من الجلوس إلا أنه لا خطبة فيها،
Oleh karena itu, janganlah Anda melaksanakan shalat Id pada hari tersebut karena hari itu adalah hari ke-30 Ramadhan bagi penduduk negeri tersebut. Adapun shalat Id bagi orang yang melaksanakannya sendirian adalah sama seperti shalat berjamaah; ia bertakbir tujuh kali pada rakaat pertama selain takbiratul ihram, dan lima kali pada rakaat kedua selain takbir bangkit dari duduk (sujud), hanya saja tidak ada khutbah di dalamnya.
ولو كان شخص في بداية الشهر في بلد ونهايته في بلد آخر فإن العلماء يقولون: حكم الشخص هو حكم البلد الذي هو فيه عند دخول الشهر وعند خروجه، فلو دخل شهر رمضان في السعودية مثلاً ولم يدخل في مصر وكان الشخص في السعودية ثم سافر في رمضان إلى مصر فإنه يتم صومه معهم ولا يفطر حتى يفطروا،
Seandainya seseorang berada di suatu negeri pada awal bulan dan berada di negeri lain pada akhir bulan, maka para ulama berkata: Hukum bagi orang tersebut adalah hukum negeri di mana ia berada saat masuknya bulan dan saat keluarnya bulan. Jika bulan Ramadhan telah masuk di Arab Saudi misalnya, namun belum masuk di Mesir, dan orang tersebut berada di Arab Saudi lalu ia bepergian ke Mesir di bulan Ramadhan, maka ia menyempurnakan puasanya bersama mereka (penduduk Mesir) dan tidak berbuka sampai mereka berbuka.
فلو صاموا ثلاثين فإن عليه أن يصوم معهم ولا يفطر لوحده ويكون صومه واحداً وثلاثين يوماً لأنه سبقهم بيوم.
Jika mereka berpuasa tiga puluh hari, maka ia wajib berpuasa bersama mereka dan tidak berbuka sendirian, sehingga puasanya menjadi tiga puluh satu hari karena ia telah mendahului mereka sehari.
ولو حصل العكس بأن سافر من مصر إلى السعودية وصاموا في السعودية تسعة وعشرين يوماً وأفطروا فإنه يفطر معهم ويكون صومه ثمانية وعشرين يوماً لأنهم قد سبقوه بيوم ثم يقضى بعد ذلك يوماً، وهذا هو الأصح من أقوال أهل العلم رحمهم الله تعالى،
Dan jika terjadi sebaliknya, di mana ia bepergian dari Mesir ke Arab Saudi, lalu mereka di Arab Saudi berpuasa dua puluh sembilan hari dan berbuka (Idul Fitri), maka ia ikut berbuka bersama mereka meskipun puasanya baru dua puluh delapan hari karena mereka telah mendahuluinya (menyelesaikan bulan) lebih awal sehari, kemudian setelah itu ia wajib mengqadha satu hari. Inilah pendapat yang paling shahih dari perkataan para ahli ilmu rahimahumullah ta’ala.
قال الإمام النووي رحمه الله تعالى في كتاب المجموع:
Imam An-Nawawi rahimahullah ta’ala berkata dalam kitab Al-Majmu’:
لو شرع في الصوم ببلد ثم سافر إلى بلد بعيد لم يروا فيه الهلال حين رآه أهل البلد الأول، فاستكمل ثلاثين من حين صام، فإن قلنا لكل بلد حكم نفسه فوجهان:
“Seandainya seseorang mulai berpuasa di suatu negeri kemudian bepergian ke negeri yang jauh di mana penduduknya belum melihat hilal saat penduduk negeri pertama melihatnya, lalu ia telah menyempurnakan tiga puluh hari sejak ia mulai puasa; jika kita berpendapat bahwa setiap negeri memiliki hukumnya sendiri, maka ada dua pendapat:
أصحهما: يلزمه الصوم معهم لأنه صار منهم.
Yang paling shahih di antaranya adalah: Ia wajib (tetap) berpuasa bersama mereka karena ia telah menjadi bagian dari mereka.
والثاني: يفطر لأنه التزم حكم الأول…. إلى أن قال: ولو سافر في بلد لم يروا فيه إلى بلد رئي فيه فعيدوا اليوم التاسع والعشرين من صومه، فإن عممنا الحكم أو قلنا له حكم البلد الثاني عيد معهم ولزمه قضاء يوم وإن لم نعمم الحكم وقلنا له حكم البلد الأول لزمه الصوم. انتهى.
Pendapat kedua: Ia berbuka karena ia terikat dengan hukum (negeri) yang pertama… sampai perkataan beliau: Dan seandainya ia bepergian dari negeri yang belum melihat hilal ke negeri yang telah melihatnya, lalu mereka berhari raya pada hari ke-29 dari puasanya; jika kita menyamaratakan hukum atau kita katakan ia mengikuti hukum negeri kedua, maka ia berhari raya bersama mereka dan wajib baginya mengqadha satu hari. Namun jika kita tidak menyamaratakan hukum dan kita katakan ia mengikuti hukum negeri pertama, maka ia wajib tetap berpuasa.” (Selesai).
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply