في رمضان تربية الأبناء ليكونوا من المتقين!
Mendidik Anak Menjadi Bertaqwa di Bulan Ramadhan (Bagian Pertama)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Mendidik Anak Menjadi Bertaqwa di Bulan Ramadhan ini masuk dalam kategori Tarbiyah
رمضان كما أنه فرصة ليقوم الإنسان نفسه ويزكيها ويخرجها من طغيانها، فهو كذلك فرصة عظيمة لتوجيه الأبناء وغرس معاني الإيمان والتقوى في نفوسهم، وتخلصيهم من كثير من الآفات والعادات السيئة إنّ من أعظم عطاءات الله تعالى لعباده ما أعانهم به من الشرائع ليكونوا صالحين، ومنه مواسم الطاعات التي تحفل بصنوف العبادات وغنائم الأجر من الكريم الوهّاب.
Ramadhan, sebagaimana ia merupakan kesempatan bagi seseorang untuk meluruskan dan menyucikan jiwanya serta mengeluarkannya dari kedzaliman diri, ia juga merupakan kesempatan agung untuk membimbing anak-anak dan menanamkan makna iman serta takwa di dalam jiwa mereka, serta membebaskan mereka dari banyak penyakit hati dan kebiasaan buruk. Sesungguhnya di antara pemberian Allah Ta’ala yang paling besar bagi para hamba-Nya adalah bantuan-Nya melalui syariat agar mereka menjadi orang-orang saleh, termasuk di antaranya adalah musim-musim ketaatan yang penuh dengan berbagai jenis ibadah dan limpahan pahala dari Al-Karim Al-Wahhab (Dzat Yang Maha Mulia lagi Maha Pemberi).
وشهر رمضان من أعظم تلك المواسم التي تتكرر كل عام، كالحبيب الغائب يتلقاه المؤمنون بالشوق والفرح بقدومه، عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يبشر أصحابه:
Dan bulan Ramadhan adalah salah satu musim terbesar yang berulang setiap tahun, ibarat kekasih yang lama tidak berjumpa, disambut oleh orang-orang beriman dengan kerinduan dan kegembiraan atas kedatangannya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda saat memberi kabar gembira kepada para sahabatnya:
«قد جاءكم شهر رمضان، شهر مبارك، افترض الله عليكم صيامه، تفتح فيه أبواب الجنة، وتغلق فيه أبواب الجحيم، وتغل فيه الشياطين، فيه ليلة خير من ألف شهر، من حرم خيرها فقد حرم»
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia telah terhalangi.” (HR. Ahmad: 7148)
ومواسم الطاعات غنائم للمربين، ففيها تتحول الأُسَر إلى محاضن تربوية يتدرب فيها الأبناء على العبادات ويعيشون الفضائل عمليًّا ويأخذون مباشرةً عن الوالدين والكبار الذين ينتظمون جميعًا في شعائر تلك المواسم.
Musim-musim ketaatan adalah harta karun bagi para pendidik. Di dalamnya, keluarga berubah menjadi pusat pendidikan tempat anak-anak berlatih ibadah, menjalani keutamaan-keutamaan secara praktis, dan mengambil teladan langsung dari orang tua serta orang dewasa yang semuanya bersatu dalam menjalankan syiar-syiar musim tersebut.
وفي رمضان؛ لتتجه همتنا إلى تحقيق معاني التقوى في نفوس الأبناء؛ فإنها غاية الصيام التي شرعه الله من أجلها، قال تعالى:
Di bulan Ramadhan ini, hendaknya semangat kita diarahkan untuk mewujudkan makna takwa dalam jiwa anak-anak; karena takwa itulah tujuan utama puasa yang disyariatkan Allah, sebagaimana firman-Nya:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ}
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Surah al-Baqarah ayat 183)
كيف يؤدي بنا الصيام إلى التقوى؟ جوهر الصيام وغايته هو تربية العباد على خشية الله تعالى بالغيب، الصوم عبادة خفية لا يعلم حقيقتها ومصداقية العبد في أدائها إلا الله تعالى، ولا يطَّلع فيها البشر على تلك الحقيقة، والصائم يترك ما تهوى نفسه من المباح، مع قدرته عليه، تعظيمًا لأمر الله تعالى بالامتناع عنه في هذا الوقت المعلوم، ولعلمه يقينًا أنّ الله يراه ومطّلعٌ عليه.
Bagaimana puasa mengantarkan kita kepada takwa? Inti dari puasa dan tujuannya adalah mendidik hamba untuk takut kepada Allah Ta’ala dalam keadaan tersembunyi. Puasa adalah ibadah rahasia yang hakikat dan kejujuran hamba dalam melaksanakannya tidak diketahui kecuali oleh Allah Ta’ala, dan manusia tidak dapat melihat hakikat tersebut. Orang yang berpuasa meninggalkan apa yang diinginkan nafsunya dari hal-hal yang mubah—padahal ia mampu melakukannya—semata-mata demi mengagungkan perintah Allah Ta’ala untuk menahan diri pada waktu yang telah ditentukan, dan karena ia yakin sepenuhnya bahwa Allah melihat dan mengawasinya.
وبذلك يصل إلى درجة الإحسان
Dengan demikian, ia sampai pada derajat Ihsan:
«أن تعبد الله كأنك تراه، فإن لم تكن تراه فإنه يراك»
“Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim: 8)
وممارسة الأبناء لعبادة الصيام تؤدي إلى غرسِ أخلاق المتقين تلقائياً ومبكرًا في نفوسهم، من الإخلاص والمراقبة والحياء من الله عزّ وجلّ، فتتوجه نفوسهم نحو الاستقامة على أمر الله وكراهية الانحراف من أنفسهم أو غيرهم.
Praktik ibadah puasa oleh anak-anak akan menanamkan akhlak orang-orang bertakwa secara otomatis dan sejak dini dalam jiwa mereka, mulai dari keikhlasan, perasaan diawasi (muraqabah), hingga rasa malu kepada Allah Azza wa Jalla. Maka jiwa mereka pun terarah pada keistiqamahan di atas perintah Allah serta membenci penyimpangan baik dari diri mereka sendiri maupun orang lain.
ومن التقوى: أن يكونوا معظّمين للشهر الفضيل زمان الصيام من الشعائر الزمانية التي يعظّمها المتقون، قال تعالى:
Di antara bentuk takwa adalah: Hendaknya mereka mengagungkan bulan yang mulia ini. Waktu puasa termasuk dalam syiar-syiar waktu yang diagungkan oleh orang-orang bertakwa, sebagaimana firman-Nya:
{وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ}
“Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.” (Surah al-Hajj ayat 32)
ومعنى تعظيمها، إجلالها، والقيام بها، وتكميلها على أكمل ما يقدر عليه العبد، لأن تعظيمها، تابع لتعظيم الله وإجلاله.
Makna mengagungkannya adalah dengan memuliakannya, melaksanakannya, serta menyempurnakannya dengan sebaik-baik kemampuan yang dimiliki hamba; karena mengagungkan syiar tersebut merupakan bagian dari mengagungkan dan memuliakan Allah.
Bersambung ke bagian berikutnya in sya Allah
Sumber : Islamway
Leave a Reply