Mendidik Anak Menjadi Bertaqwa di Bulan Ramadhan (3)



في رمضان تربية الأبناء ليكونوا من المتقين!

Mendidik Anak Menjadi Bertaqwa di Bulan Ramadhan (Bagian Ketiga)

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Mendidik Anak Menjadi Bertaqwa di Bulan Ramadhan ini masuk dalam kategori Tarbiyah

وليقدم لأبنائه نموذجًا يربط عبادة الصوم في أذهانهم بالامتناع عن المعصية بنفس القوة والحزم التي يمتنعون بها عن الطعام والشراب، عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال:

Hendaknya ia menyajikan teladan bagi anak-anaknya yang menghubungkan ibadah puasa dalam benak mereka dengan menahan diri dari maksiat, dengan kekuatan dan ketegasan yang sama saat mereka menahan diri dari makan dan minum. Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

إذا صمتَ فليصم سمعك وبصرك ولسانك عن الكذب والمأثم، ودع أذى الخادم، وليكن عليك وقار وسكينة يوم صيامك، ولا تجعل يوم فطرك ويوم صيامك سواء.

“Jika engkau berpuasa, maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu, dan lisanmu juga berpuasa dari dusta dan dosa, tinggalkanlah gangguan terhadap pembantu, dan hendaknya engkau memiliki wibawa serta ketenangan pada hari puasamu. Janganlah engkau jadikan hari tidak berpuasamu dan hari puasamu itu sama saja.”

وقد حذرنا النبي صلى الله عليه وسلم من هذا التخليط الذي يأكل أجر الطاعات، عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قيلَ للنَّبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ و سلَّمَ يا رَسولَ اللهِ ! إنَّ فلانةَ تقومُ اللَّيلَ و تَصومُ النَّهارَ و تفعلُ، و تصدَّقُ، و تُؤذي جيرانَها بلِسانِها ؟ فقال رسولُ اللهِ صلَّى الله عليهِ و سلم:

Nabi ﷺ telah memperingatkan kita dari pencampuran amal ini yang dapat memakan pahala ketaatan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Dikatakan kepada Nabi ﷺ: “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya si fulanah rajin shalat malam, berpuasa di siang hari, mengerjakan berbagai kebaikan dan bersedekah, namun ia menyakiti tetangganya dengan lisannya?” Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

«لا خَيرَ فيها، هيَ من أهلِ النَّارِ»

“Tidak ada kebaikan padanya, ia termasuk penghuni neraka.”

قالوا : و فُلانةُ تصلِّي المكتوبةَ، و تصدَّقُ بأثوارٍ، و لا تُؤذي أحدًا ؟ فقال رسولُ اللهِ:

Para sahabat bertanya lagi: “Dan si fulanah yang hanya shalat wajib dan bersedekah dengan potongan keju (kecil) namun tidak menyakiti siapapun?” Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

«هيَ من أهلِ الجنَّةِ»

“Ia termasuk penghuni surga.” (Hadits Riwayat Imam Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad: 119)

وأثناء ذلك لابد أن يحيط المربي أبناءه بالبدائل الصحيحة للمنكرات الشائعة، وهذا مما يجعل وصف المحضن التربوي ينطبق على الأسرة، فتكون أوقاتهم جميعًا مشغولة بالعبادات والفضائل ذات الأثر الكبير، مثل اصطحابهم إلى المسجد في الصلوات المفروضة وحلقات القرآن وصلاة القيام، والمحافظة على حلقة التلاوة الخاصة بالأسرة، وكذلك جعلهم يشاركون في كل ما تقوم به الأسرة من أعمال البرّ والصدقات في الشهر الفضيل.

Selama proses tersebut, pendidik harus membentengi anak-anak dengan alternatif yang benar dari kemungkaran yang umum. Inilah yang menjadikan keluarga benar-benar sebagai wadah pendidikan, di mana waktu mereka terisi penuh dengan ibadah dan keutamaan yang berdampak besar. Contohnya seperti mengajak mereka ke masjid untuk shalat fardu, halaqah Quran, shalat tarawih, menjaga halaqah tilawah khusus keluarga, serta melibatkan mereka dalam setiap amal kebajikan dan sedekah yang dilakukan keluarga di bulan yang mulia ini.

إنّ تربية الأبناء على فهم معنى التقوى وتطبيقه عمليًّا ومعايشته داخل الأسرة، هي عملية بناءٌ للضمير الذاتي لديهم، والذي يعبّر عنه القرآن الكريم بـ الفرقان قال تعالى:

Mendidik anak-anak untuk memahami makna takwa, menerapkannya secara praktis, serta menjalaninya di dalam keluarga adalah proses membangun hati nurani mandiri dalam diri mereka, yang diistilahkan oleh Al-Quran dengan *Al-Furqan* (pembeda), sebagaimana firman Allah Ta’ala:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ}

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan Furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus perbuatan-perbuatan jahatmu serta mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah memiliki karunia yang besar.” (Surah al-Anfal ayat 29)

وهو النور يميزون به بين الحق الذي يرضي الله تعالى؛ فيأتوه، وبين الباطل الذي يغضب الله تعالى؛ فيجتنبوه، ومن ثمَّ تسير اختياراتهم في الاتجاه الصحيح، مهما تكاثرت الفتن والمغريات على جانبيْ الطريق. فلنجعل من شهر رمضان الكريم محضنًا تربويًا لأبنائنا، نحقق فيه قول الله تعالى:

Furqan adalah cahaya yang dengannya mereka dapat membedakan antara kebenaran yang diridai Allah Ta’ala sehingga mereka melakukannya, dan kebatilan yang dimurkai-Nya sehingga mereka menjauhinya. Dengan demikian, pilihan hidup mereka akan berjalan ke arah yang benar, sesulit apa pun fitnah dan godaan yang bertebaran di sepanjang jalan. Mari kita jadikan bulan Ramadhan yang mulia sebagai wadah pendidikan bagi anak-anak kita, demi mewujudkan Firman Allah Ta’ala :

{وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا}.

“Dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.”

Alhamdulillah selesai rangkaian artikel 3 (Tiga) Seri

Kembali ke bagian sebelumnya

Sumber : Islamway



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.