Alasan di Balik Pengharaman Puasa pada Dua Hari Raya



العلة من تحريم صوم يومي الفطر والأضحى

Alasan di Balik Pengharaman Puasa pada Dua Hari Raya (Fitri dan Adha)

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Alasan di Balik Pengharaman Puasa pada Dua Hari Raya (Fitri dan Adha) ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

لماذا يحرم صيام عيد الفطر وعيد الأضحى؟

Mengapa puasa Idul Fitri dan Idul Adha diharamkan?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: 

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:

فيحرم صيام العيدين عيد الفطر وعيد الأضحى، لأن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن صيامهما لما في الصحيحين عن أبي سعيد عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: أنه نهى عن صوم يومين: يوم الفطر ويوم النحر. انتهى.

Maka diharamkan berpuasa pada dua hari raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpuasa pada keduanya. Sebagaimana terdapat dalam Shahihain dari Abu Sa’id, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Bahwasanya beliau melarang puasa pada dua hari: hari Fitri dan hari Nahar (kurban). (Selesai).

والمسلم مطالب بطاعة النبي صلى الله عليه وسلم وعدم مخالفة أمره على كل حال، سواء علم الحكمة من النهي أو لم يعلم. قال الله تعالى:

Seorang Muslim dituntut untuk menaati Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak menyelisihi perintahnya dalam keadaan apa pun, baik ia mengetahui hikmah di balik larangan tersebut maupun tidak. Allah Ta’ala berfirman:

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ {النور: ٦٣}

“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahnya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” {An-Nur: 63}.

والعلة في وجوب فطرهما وتحريم صيامهما على ما ذكره العلماء بالنسبة لعيد الفطر هي الفصل في الصوم، وإظهار تمام شهر رمضان وبيان حده بفطر ما بعده. وأما عيد الأضحى فلأجل النسك المتقرب بذبحه ليؤكل منه ولو شرع صومه لم يكن لمشروعية الذبح فيه معنى.

Adapun alasan (illat) wajibnya berbuka pada kedua hari tersebut dan haramnya berpuasa—menurut apa yang disebutkan oleh para ulama—terkait Idul Fitri adalah untuk memisahkan puasa, menampakkan kesempurnaan bulan Ramadan, serta menjelaskan batasannya dengan berbuka setelahnya. Sedangkan untuk Idul Adha, alasannya adalah karena adanya ibadah kurban (nusuk) yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembelihnya agar dapat dimakan darinya; seandainya puasa disyariatkan pada hari itu, niscaya pensyariatan penyembelihan di dalamnya menjadi tidak bermakna.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.