Petunjuk Mengenai Sebab-sebab Was-was (1)



كلمة هادية في أسباب الوساوس وسبل التغلب عليها

Petunjuk Mengenai Sebab-sebab Was-was dan Cara Mengatasinya (Bagian Pertama)

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Kalimat Petunjuk Mengenai Sebab-sebab Was-was dan Cara Mengatasinya ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab

السؤال:

Pertanyaan:

أرجو من حضرتكم قراءة سؤالي بكل دقة وبإحساس بحجم المشكلة التي أعيشها بل المصيبة، وأن لا تحيلوني كالعادة إلى فتاوى سابقة فإني قرأتها جميعا-تقريبا-وصرت أعرف الكثير عن الوسوسة لكن دون جدوى. وإن لزم أن ترفع قضيتي إلى دور الإفتاء في العالم. الآن حياتي أصبحت جحيما، وبلا طعم ،

Saya memohon kepada Anda untuk membaca pertanyaan saya dengan sangat teliti dan dengan perasaan akan besarnya masalah yang saya jalani, bahkan musibah ini. Mohon untuk tidak merujuk saya seperti biasanya ke fatwa-fatwa sebelumnya, karena saya telah membaca hampir semuanya dan saya telah mengetahui banyak hal tentang was-was namun tanpa hasil. Jika perlu, angkatlah kasus saya ini ke lembaga-lembaga fatwa di dunia. Sekarang hidup saya telah menjadi neraka dan hambar.

أضعت صلواتي ،الآن مثلا الساعة 10و44دق صباحا ولم أصل الظهر والعصر والمغرب والعشاء أمس وصبح اليوم. مضى علي أسبوعان لم أصل الجمعة. أصبحت حبيس غرفتي عاجزا عن العبادة وعن ممارسة حياتي الطبيعية،

Saya telah menyia-nyiakan shalat-shalat saya; sekarang misalnya pukul 10.44 pagi, saya belum melaksanakan shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya kemarin, juga shalat Subuh hari ini. Sudah dua minggu saya tidak shalat Jumat. Saya menjadi tawanan di kamar saya sendiri, tidak mampu beribadah dan tidak mampu menjalani kehidupan normal saya.

والسبب النية، هذه التي عجزت عن إيجاد حل لها رغم أني قرأت عنها وسمعت عنها الكثير الكثير. كيف أنوي؟ لما أحس عند النية بكل هذا الصداع والألم والضيق والثقل في الرأس؟ عندما أريد أن أنوي أحس أني مطالب بتركيز يهدم الجبال يصعب على الإنسان تحمله، صدقني، 

Penyebabnya adalah niat, hal yang saya tidak mampu menemukan solusi untuknya meskipun saya telah membaca dan mendengar sangat banyak tentangnya. Bagaimana cara berniat? Mengapa saat berniat saya merasakan semua sakit kepala, nyeri, kesempitan, dan rasa berat di kepala ini? Ketika saya ingin berniat, saya merasa dituntut untuk memiliki konsentrasi yang sanggup meruntuhkan gunung, yang sulit bagi manusia untuk menanggungnya, percayalah.

فتراني أنبطح أرضا ثم أبكي ثم أدعو الله أن يرحمني ربما أقول كلاما غير لائق. أعجز عن تطبيق كلام العلماء والمشايخ، أريد حلولا عملية.

Anda akan melihat saya tersungkur ke tanah lalu menangis, kemudian berdoa kepada Allah agar merahmati saya, dan mungkin saya mengucapkan kata-kata yang tidak layak. Saya tidak mampu menerapkan perkataan para ulama dan masyaikh, saya ingin solusi praktis.

الحل إذا أصبح بيدي، فكرت باتخاذ حلول بنفسي ولكن المشكلة بالنسبة لي، وأرجو منكم التعليق على هذه المسألة، هو أن أكون واثقا تمام الثقة أن الله عز وجل سيتقبل مني أو على الأقل صلاتي صحيحة حتى ولو كانت خاطئة فهكذا أهزم الشيطان، فقد قال لي أحد الذين نجوا من الوسوسة أنه كان يقول للشيطان صلاتي باطلة وسيتقبلها الله رغما عنك-أو كما قال-، فمن الحلول مثلا:

Solusinya jika sudah ada di tangan saya, saya berpikir untuk mengambil solusi sendiri, namun masalah bagi saya —dan saya mohon komentar Anda mengenai masalah ini— adalah agar saya merasa yakin sepenuhnya bahwa Allah Azza wa Jalla akan menerima saya, atau setidaknya shalat saya sah meskipun salah; dengan begitu saya bisa mengalahkan setan. Salah seorang yang selamat dari was-was berkata kepada saya bahwa ia dahulu berkata kepada setan: “Shalatku batal tapi Allah akan menerimanya meski kamu tidak suka” —atau seperti yang ia katakan—. Di antara solusinya misalnya:

-أن أستحضر بسرعة ما أريد القيام به ثم أكبر ولا يهمني ما يجول بخاطري من أني لم أنو الصلاة المقصودة أو أني لم أنو الصلاة مطلقا أوأني سأقوم بحركات الصلاة دون أن أكون قد قصدت بها شيئا أو أني أفعل حركات الصلاة استحياء من الناس لأني فعلا لا أستطيع أن أنوي أمام الناس، والمهم يبقى دائما الثقة بأن صلاتي عند الله صحيحة حتى و إن كانت خاطئة.

– Saya menghadirkan dengan cepat apa yang ingin saya lakukan lalu bertakbir, dan saya tidak peduli dengan apa yang terlintas di pikiran saya bahwa saya belum meniatkan shalat yang dimaksud, atau saya belum berniat shalat sama sekali, atau bahwa saya akan melakukan gerakan shalat tanpa memaksudkan sesuatu apa pun, atau bahwa saya melakukan gerakan shalat karena malu kepada orang lain sebab saya benar-benar tidak bisa berniat di depan orang. Yang penting adalah tetap yakin bahwa shalat saya di sisi Allah sah meskipun salah.

-أن أنو بلساني وألهو كذلك عن تلك الخواطر ولو أني أفضل الحل الأول

– Saya berniat dengan lisan dan mengabaikan lintasan pikiran tersebut, meskipun saya lebih menyukai solusi pertama.


فأرجو منكم إذا مساعدتي في أقرب وقت ممكن فالأمر خطير للغاية وأخشى أن لا أستطيع التحمل أكثر من هذا فأترك الصلاة خصوصا إذا عدت الى منزلنا فلا أحد هناك يتفهمني. كما أرجو منكم بكل لطف أن تكون إجابتكم شافية بأن تتعرضوا لكل ما كتبته، وشكرا

Maka saya mohon bantuan Anda sesegera mungkin karena perkara ini sangat berbahaya dan saya takut tidak bisa menanggungnya lebih lama lagi sehingga saya meninggalkan shalat, terutama jika saya kembali ke rumah kami di mana tidak ada seorang pun di sana yang memahami saya. Saya juga mohon dengan segala kerendahan hati agar jawaban Anda memuaskan dengan menanggapi semua yang saya tulis. Terima kasih.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:

فنسأل الله العظيم رب العرش الكريم أن يمن عليك بالشفاء عاجلا غير آجل، وأن يشرح صدرك وينور قلبك ويرزقك الراحة والطمأنينة، 

Kami memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan Arsy yang mulia, agar menganugerahkan kesembuhan kepada Anda secepatnya, melapangkan dada Anda, menyinari hati Anda, serta mengaruniakan ketenangan dan ketenteraman.

واعلم أن الوسوسة مرض يعتري الشخص، يأتي له بصورة أفعال وأفكار تتسلط عليه وتضطره لتكرارها، وإذا لم يكرر الفعل أو يتسلسل مع الفكرة يشعر بتوتر وضيق وعدم صحة ما فعل، ولا يزول هذا التوتر إلا إذا كرر الفعل، وتسلسل مع الفكرة،

Ketahuilah bahwa was-was adalah penyakit yang menimpa seseorang, yang datang dalam bentuk perbuatan dan pikiran yang menguasainya serta memaksanya untuk mengulanginya. Jika ia tidak mengulangi perbuatan tersebut atau mengikuti alur pikiran tersebut, ia akan merasa tegang, sempit, dan merasa apa yang dilakukannya tidak sah. Ketegangan ini tidak akan hilang kecuali jika ia mengulangi perbuatan itu atau mengikuti pikiran tersebut.

فهو إذاً المبالغة الخارجة عن الاعتدال، فقد يفعل الأمر مكررا له حتى يفوت المقصد منه، مثل أن يعيد الوضوء مرارا حتى تفوته الصلاة، أو يكرر آية أو نحو ذلك حتى يسبقه الإمام بركن أو أكثر، وقد يتمكن منه الوسواس فيترك العمل بالكلية كما هي حالتك، وهذا هو المقصد الأساس من تلك الوسوسة، وللوسواس أسباب أعظمها:

Maka was-was adalah sikap berlebih-lebihan yang keluar dari batas kewajaran; terkadang seseorang melakukan suatu perkara dengan mengulang-ulangnya hingga hilang tujuan darinya, seperti mengulang wudhu berkali-kali sampai tertinggal waktu shalat, atau mengulang suatu ayat atau semisalnya sampai ia didahului oleh imam sebanyak satu rukun atau lebih. Terkadang was-was tersebut sangat menguasai seseorang hingga ia meninggalkan amal tersebut secara keseluruhan sebagaimana kondisi Anda saat ini, dan inilah tujuan utama dari was-was tersebut. Was-was memiliki sebab-sebab, yang terbesar di antaranya adalah:

١- الشيطان، فله الدور الأكبر فيها، فعن ابن عباس رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال:

1- Syaitan, yang memiliki peran terbesar di dalamnya. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata :

يا رسول الله: إن أحدنا يجد في نفسه يعرض بالشيء لأن يكون حممة أحب من أن يتكلم به، فقال: الله أكبر الله أكبر الله أكبر، الحمد لله الذي رد كيده إلى الوسوسة. رواه أحمد وأبو داود. أي فلا تلتفتوا إلى هذا الشيء الذي يزعجكم ويقلقكم.

‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya salah seorang dari kami mendapati dalam dirinya —sesuatu yang ia rahasiakan— yang mana menjadi arang lebih ia sukai daripada harus mengucapkannya’.” Maka beliau bersabda: “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Segala puji bagi Allah yang telah menolak tipu dayanya menjadi was-was.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud). Maksudnya, janganlah kalian mempedulikan hal-hal yang mengganggu dan menggelisahkan kalian ini.

٢- عوامل نفسية أو تربوية أو وقوع حدث أو موقف كان له أثر قوي في نفس المصاب، وفي مثل هذه الحالة يعرض الشخص المريض على طبيب نفسي مسلم.

2- Faktor psikologis atau pendidikan, atau terjadinya suatu peristiwa atau situasi yang memberikan dampak kuat pada diri penderita. Dalam kondisi seperti ini, penderita hendaknya memeriksakan diri kepada dokter spesialis kejiwaan (psikiater) Muslim.

Bersambung jawaban ke bagian berikutnya in sya Allah

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.