حكم الصيام عند طول ساعاته ومشقة الوظيفة
Hukum Puasa dengan Durasi yang Panjang dan Pekerjaan yang Berat
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Hukum Puasa dengan Durasi yang Panjang dan Pekerjaan yang Berat ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
نحن نعيش في إيطاليا، وهنا ميعاد أذان المغرب التاسعة وستة عشر أي 9:16 دقيقة، وأذان الفجر مع الثانية وثمانية وثلاثين دقيقة أي 2:38 أي إجمالي عدد ساعات الصيام ثماني عشرة ساعة وثمانية وثلاثون دقيق أي 18:38 ساعة مع العلم أن أغلبية الدول الإسلامية تقوم قبل رمضان بتقديم الساعة للتخفيف على المسلمين ولا ينظرون إلينا،
Kami tinggal di Italia, di sini waktu adzan Maghrib pukul sembilan lewat enam belas menit (21:16), dan adzan Fajar pukul dua lewat tiga puluh delapan menit (02:38), sehingga total durasi puasa adalah delapan belas jam tiga puluh delapan menit (18:38 jam). Perlu diketahui bahwa mayoritas negara Islam memajukan jam sebelum Ramadan untuk meringankan kaum Muslimin, namun mereka tidak melihat kondisi kami.
مع العلم أن العمل هنا شاق للغاية واليوم طويل، وإن لم يكن علماؤنا يفكرون فينا فهل ننتظر أن يفكر فينا وفي المشقة التي نعانيها أهل البلاد التي نعيش فيها هنا، وهم لا يعرفون أي شيء عن الإسلام لأنهم مسيحيون؟ وهل الله سبحانه وتعالي أحل الرأفة بالمسلمين فقط في الدول الإسلامية؟ أفيدونا أفادكم الله عز وجل مع جزيل شكري واحترامي لعلمائنا الأجلاء،
Pekerjaan di sini sangat berat dan harinya panjang. Jika ulama kami tidak memikirkan kami, apakah kami harus menunggu penduduk di tempat kami tinggal ini yang memikirkan kesulitan yang kami alami, padahal mereka tidak tahu apa-apa tentang Islam karena mereka adalah penganut Kristiani? Apakah Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya menghalalkan belas kasih bagi kaum Muslimin di negara Islam saja? Berikanlah fatwa kepada kami, semoga Allah memberikan manfaat kepada Anda, disertai rasa terima kasih dan hormat saya kepada para ulama kami yang mulia.
حفظ الله الإسلام والمسلمين.
Semoga Allah menjaga Islam dan kaum Muslimin.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله والصلاة والسلام على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:
فاعلم أخي السائل أن الله تعالى حين شرع الصيام لم يشرعه ليعذب الناس، وإنما ليهذبهم وتحصل لهم التقوى كما قال تعالى:
Ketahuilah wahai penanya, sesungguhnya ketika Allah Ta’ala mensyariatkan puasa, Dia tidak mensyariatkannya untuk menyiksa manusia, melainkan untuk mendidik mereka dan agar mereka meraih ketakwaan, sebagaimana firman-Nya :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ {البقرة:١٨٣}،
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” {Al-Baqarah: 183}.
وما ذكرته من طول ساعات النهار هذا في حد ذاته لا يبيح الفطر ابتداء، وكذا ما ذكرته من العمل، فيجب الصيام من طلوع الفجر إلى غروب الشمس، ثم من شرع في الصوم وشق عليه الاستمرار فيه مشقة غير محتملة جاز له أن يفطر، فيفطر أثناء النهار إذا شق عليه الاستمرار مشقة غير محتملة، ولا يفطر ابتداء،
Apa yang Anda sebutkan mengenai panjangnya waktu siang, hal tersebut tidak dengan sendirinya membolehkan seseorang untuk tidak berpuasa sejak awal (sejak waktu Subuh). Demikian pula dengan pekerjaan yang Anda sebutkan. Puasa tetap wajib dilaksanakan dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Kemudian, barangsiapa yang telah memulai puasa dan merasa sangat berat untuk melanjutkannya dengan kesulitan yang tidak tertanggung, maka barulah ia diperbolehkan berbuka (membatalkan puasa) di tengah hari tersebut. Namun ia tidak boleh memutuskan untuk tidak berpuasa sejak awal hari.
وقد بينا حكم الصوم في حق أصحاب الأعمال الشاقة، بيانا وافيا بما يغني عن الإعادة هنا، وذلك في الفتوى الأخرى هنا :
Kami telah menjelaskan hukum puasa bagi pemilik pekerjaan yang berat dengan penjelasan yang memadai sehingga tidak perlu diulang kembali di sini, yaitu dalam fatwa lain disini :
وانظر الفتوى الأخرى هنا عن كيفية الصلاة والصيام في البلاد التي يطول نهارها أو يقصر جدا،
Juga Fatwa lain disini mengenai tata cara shalat dan puasa di negeri yang siangnya sangat panjang atau sangat pendek :
- Tata Cara Shalat dan Puasa di Negeri yang Siang Harinya Sangat Panjang atau Sangat Pendek (Bagian Pertama)
- Tata Cara Shalat dan Puasa di Negeri yang Siang Harinya Sangat Panjang atau Sangat Pendek (Bagian Kedua)
ومثلها الفتوى الأخرى هنا
Serta fatwa lain disini yang serupa dengannya.
والله تعالى أعلم.
Dan Allah Ta’ala lebih mengetahui.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply