أثر ترك الصلاة على عقد الزوجية
Dampak Meninggalkan Shalat Terhadap Akad Pernikahan
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Dampak Meninggalkan Shalat Terhadap Akad Pernikahan ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
كنت رجلا مسلما، لكن الشيطان أضلني فوقعت في الزنى وتركت الصلاة خلال فترة الزنى؟ ليس بتمام خمس صلوات فتبت وندمت على أفعالي ثم وقعت في الزنى وتركت الصلاة ثانية، فتبت ثم وقعت في الزني وتركت الصلاة، ثم تبت، ثم تكررت مني وقوع الزني وترك الصلاة مرارا، لكن لم أداوم على ترك الصلاة، بل تبت عقب وقوع الزنى وترك الصلاة،
Dahulu saya seorang Muslim, namun setan menyesatkan saya hingga saya terjerumus ke dalam zina dan meninggalkan shalat selama periode tersebut. Saya tidak meninggalkan kelima waktu shalat secara penuh (hanya sebagian), lalu saya bertaubat dan menyesali perbuatan saya. Kemudian saya terjerumus lagi dalam zina dan meninggalkan shalat untuk kedua kalinya, lalu bertaubat lagi. Kejadian zina dan meninggalkan shalat ini terulang berkali-kali, namun saya tidak terus-menerus meninggalkan shalat; setiap kali terjatuh saya segera bertaubat.
والآن تبت وندمت وعزمت أن لا أعود للزنا وترك الصلاة فهل لي في الإسلام من توبة؟ ولي زوجة وبنتان وأعلم أن من ترك الصلاة فهو كافر مرتد، فهل لارتدادي بانت مني زوجتي أم لا؟ وهل ارتدادى كل مرة يعتد طلاقا واحدا لزوجتي؟ أنا الآن مع زوجتي في بيت واحد ولم أجدد العقد فماذا أصنع؟ هل أفارق الزوجة؟ أو يصح أن نقعد في بيت واحد؟ أريد منكم الإجابة البينة، وجزاكم الله خيرا.
Sekarang saya benar-benar bertaubat, menyesal, dan bertekad tidak akan mengulangi zina serta meninggalkan shalat lagi. Apakah pintu taubat masih terbuka bagi saya dalam Islam? Saya memiliki istri dan dua anak perempuan. Saya tahu bahwa orang yang meninggalkan shalat dianggap kafir murtad; apakah karena kemurtadan saya ini istri saya terlepas (cerai) dari saya atau tidak? Apakah setiap kali saya murtad (karena meninggalkan shalat) dihitung sebagai satu talak bagi istri saya? Saat ini saya masih serumah dengan istri saya dan belum memperbaharui akad nikah, apa yang harus saya lakukan? Apakah saya harus memisahi istri saya atau boleh tetap tinggal serumah? Saya mohon jawaban yang jelas, semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:
فترك الصلاة من أكبر الذنوب، فإن الصلاة عماد الدين ولا حظ في الإسلام لمن ضيعها، كما أن الزنا من أفحش الذنوب ومن أكبر الكبائر التي تجلب غضب الله، لكن مهما عظم الذنب فإن من سعة رحمة الله وعظيم كرمه أنه يقبل التوبة،
Meninggalkan shalat termasuk dosa yang paling besar, karena shalat adalah tiang agama dan tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang menyia-nyiakannya. Demikian pula zina, ia termasuk perbuatan keji dan dosa besar yang mengundang kemurkaan Allah. Namun sebesar apa pun dosa tersebut, sesungguhnya di antara luasnya rahmat Allah dan kemuliaan-Nya adalah Dia menerima taubat.
بل إن الله يفرح بتوبة العبد ويحب التوابين ويبدل سيئاتهم حسنات، والتوبة تكون بالإقلاع عن الذنب والندم على فعله والعزم على عدم العود إليه مع الستر على النفس وعدم المجاهرة بالذنب، وانظر الفتوى الأخرى هنا
Bahkan Allah bergembira dengan taubat hamba-Nya, mencintai orang-orang yang bertaubat, dan mengganti keburukan mereka dengan kebaikan. Taubat itu dilakukan dengan menghentikan dosa, menyesali perbuatannya, dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi, disertai dengan menutup aib diri sendiri dan tidak terang-terangan dalam berbuat dosa. Silakan lihat fatwa lain disini :
وأما عن أثر ترك الصلاة على عقد الزوجية، فاعلم أن الجمهور على أن من تركها من غير جحود فلا يكفر بذلك كفرا مخرجا من الملة، وعليه فما دام تركك للصلاة لم يكن جحودا فلا ينفسخ نكاحك بذلك،
Adapun mengenai dampak meninggalkan shalat terhadap akad pernikahan, ketahuilah bahwa mayoritas ulama (Jumhur) berpendapat bahwa barangsiapa yang meninggalkannya bukan karena mengingkari kewajibannya (juhud), maka ia tidak kafir dengan kekafiran yang mengeluarkan dari agama. Berdasarkan hal tersebut, selama Anda meninggalkan shalat bukan karena mengingkari kewajibannya, maka pernikahan Anda tidaklah batal (fakh) karena sebab tersebut.
وأما على القول بكفر تارك الصلاة فإنك إذا كنت تتوب وترجع قبل انقضاء عدة زوجتك، فقد ذهب بعض العلماء إلى بقاء النكاح في هذه الحال من غير حاجة لتجديد العقد،
Sedangkan menurut pendapat yang menyatakan kafirnya orang yang meninggalkan shalat (secara total), jika Anda bertaubat dan kembali (kepada Islam/shalat) sebelum berakhirnya masa iddah istri Anda, maka sebagian ulama berpendapat bahwa pernikahan tetap berlangsung dalam kondisi ini tanpa perlu memperbaharui akad nikah.
جاء في تتمة المجموع شرح المهذب: وإن ارتد أحدهما بعد الدخول وقف النكاح على انقضاء عدة الزوجه، فإن رجع المرتد منهما قبل انقضاء عدتها فهما على النكاح. وانظر أقوال العلماء في فسخ النكاح بردة الزوج في الفتوى الأخرى هنا
Disebutkan dalam Tatimmat al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab: “Jika salah satu dari pasangan murtad setelah berhubungan intim, maka pernikahan ditangguhkan hingga berakhirnya masa iddah istri. Jika yang murtad tersebut kembali (masuk Islam) sebelum masa iddah berakhir, maka keduanya tetap dalam status pernikahan.” Silakan lihat pendapat para ulama mengenai pembatalan nikah karena kemurtadan suami pada fatwa lain disini
واعلم أن التوبة الصادقة إذا استوفت شروطها فهي مقبولة ـ بإذن الله ـ ولو تكرر الذنب، قال تعالى:
Ketahuilah bahwa taubat yang jujur jika memenuhi syarat-syaratnya akan diterima —dengan izin Allah— meskipun dosa tersebut berulang. Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحبُّ التَّوَّابِينَ {البقرة: 222}
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat” {Al-Baqarah: 222}.
قال ابن كثير: أي: من الذنب وإن تكرر غشْيانه.
Ibnu Katsir berkata: “Maksudnya adalah (bertaubat) dari dosa meskipun perbuatan tersebut sering terulang.”
لكن من صدق التوبة أن يجتنب العبد أسباب المعصية ويقطع الطرق الموصلة إليها ويحسم مادة الشر، فعليك أن تجتهد في سد أبواب الفتن وتحذر من استدراج الشيطان واتباع خطواته، وأشغل أوقاتك بما ينفعك في دينك ودنياك،
Akan tetapi, termasuk bukti kejujuran taubat adalah seorang hamba menjauhi sebab-sebab kemaksiatan, memutus jalan-jalan yang mengarah kepadanya, dan mencabut sumber keburukan. Maka wajib bagi Anda untuk bersungguh-sungguh menutup pintu-pintu fitnah, waspada terhadap tipu daya setan dan tidak mengikuti langkah-langkahnya. Isilah waktu Anda dengan hal-hal yang bermanfaat bagi agama dan dunia Anda.
واحرص على صحبة الصالحين، وسماع الدروس والمواعظ النافعة، مع كثرة الاستغفار والدعاء، فإن من أعظم الأسباب النافعة للتوفيق للتوبة الدعاء بصدق وإلحاح.
Bersemangatlah dalam berteman dengan orang-orang saleh, mendengarkan pelajaran serta nasihat yang bermanfaat, serta memperbanyak istighfar dan doa. Sesungguhnya di antara sebab terbesar yang bermanfaat untuk mendapatkan taufiq dalam bertaubat adalah berdoa dengan jujur dan penuh kesungguhan.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply