ماذا يفعل من صام أول رمضان في بلد وآخره في غيرها عند اختلاف الرؤية وأين يخرج زكاة الفطر
Apa yang Dilakukan Orang yang Berpuasa Awal Ramadhan di Satu Negara dan Akhirnya di Negara Lain Saat Terjadi Perbedaan Ru’yah, dan Di Mana Ia Mengeluarkan Zakat Fitrah?
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Awal Puasa dan Akhir Puasa di Negeri Berbeda ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
أنا طالب مبتعث وعندي إجازة في 22 رمضان بحيث أكون أول رمضان في باكستان وأخره في السعودية. علما بأن شهر رمضان يتأخر عن السعودية بفارق يوم… السؤال.. هل أقضي يوما بعد شهر رمضان. لأنني في ذلك الوقت في السعودية؟؟ وهل أدفع زكاة الفطر في باكستان أو السعودية؟؟ وجزاكم الله خيرا.
Saya adalah seorang mahasiswa beasiswa dan saya memiliki libur pada tanggal 22 Ramadhan, sehingga saya menghabiskan awal Ramadhan di Pakistan dan akhirnya di Arab Saudi. Perlu diketahui bahwa awal bulan Ramadhan di Pakistan terlambat satu hari dibandingkan Arab Saudi. Pertanyaannya: Apakah saya harus meng-qadha satu hari setelah bulan Ramadhan karena pada saat itu saya berada di Arab Saudi? Dan apakah saya membayar zakat fitrah di Pakistan atau di Arab Saudi? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:
فبداية نسأل الله تعالى أن يتقبل منا ومنك صالح الأعمال، ثم اعلم أخي أن ثبوت دخول رمضان أو انسلاخه يقتدى فيه بأهل البلد الذي دخل رمضان أو انسلخ على الشخص وهو فيه، والدليل قوله صلى الله عليه وسلم:
Pertama-tama, kami memohon kepada Allah Ta’ala agar menerima amal saleh dari kami dan dari Anda. Kemudian ketahuilah wahai saudaraku, bahwa penetapan masuk atau berakhirnya Ramadhan itu mengikuti penduduk negeri di mana seseorang berada saat Ramadhan masuk atau berakhir. Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
الصوم يوم تصومون والفطر يوم تفطرون والأضحى يوم تضحون. رواه أبو داود.
“Puasa adalah hari di mana kalian semua berpuasa, Idul Fitri adalah hari di mana kalian semua berbuka (Idul Fitri), dan Idul Adha adalah hari di mana kalian semua menyembelih (kurban).” (HR. Abu Dawud).
وعلى هذا فإن دخلت السعودية ورؤيتهم للهلال متقدمة على أهل باكستان، فإنه يلزمك الأخذ برؤيتهم، فإن أفطروا بعد أن صاموا تسعة وعشرين يوماً باعتبار رؤيتهم، لزمك الفطر معهم ثم قضاء اليوم الذي سبقوك بصومه، لأنك لم تصم إلا ثمانية وعشرين يوماً،
Berdasarkan hal ini, jika Anda memasuki Arab Saudi dan ru’yah (penglihatan hilal) mereka mendahului penduduk Pakistan, maka Anda wajib mengikuti ru’yah mereka. Jika mereka berbuka (ber-Idul Fitri) setelah mereka berpuasa selama dua puluh sembilan hari berdasarkan ru’yah mereka, maka Anda wajib ikut berbuka bersama mereka, kemudian Anda harus meng-qadha hari yang mereka dahului (hari pertama mereka yang Anda tidak berpuasa di Pakistan), karena Anda berarti baru berpuasa selama dua puluh delapan hari (sedangkan jumlah hari dalam satu bulan hijriah minimal 29 hari).
وإن أكملوا رمضان ثلاثين يوما فلا يلزمك شيء لأنك صمت تسعة وعشرين يوما، والشهر ثلاثون أو تسع وعشرون.
Namun jika mereka menyempurnakan Ramadhan menjadi tiga puluh hari, maka tidak ada kewajiban apa pun bagi Anda karena Anda berarti telah berpuasa selama dua puluh sembilan hari, dan satu bulan itu bisa berjumlah tiga puluh atau dua puluh sembilan hari.
وأما زكاة الفطر فإنها تخرج في البلد الذي وجبت عليك فيه وهو السعودية ولمزيد الفائدة تراجع الفتوى الأخرى هنا
Adapun zakat fitrah, maka ia dikeluarkan di negeri tempat ia diwajibkan atas Anda, yaitu Arab Saudi. Untuk manfaat tambahan, silakan merujuk pada fatwa lain disini :
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply