Berbuka Puasa Karena Kesalahan Adzan Muadzin



حكم من أفطر على أذان المؤذن خطاَ

Hukum Orang yang Berbuka Puasa Karena Kesalahan Adzan Muadzin

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Hukum Orang yang Berbuka Puasa Karena Kesalahan Adzan Muadzin ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

ما حكم مؤذن أخطأ في أذان صلاة المغرب في شهر رمضان وأذن قبل الوقت بدقيقتين لم يلفظ إلا بالله أكبر الله أكبر فقط، وأفطر عليه بعض من الصائمين، ما حكم ذلك؟ وجزاكم الله خيراً.

Apa hukum seorang muadzin yang melakukan kesalahan pada adzan shalat Maghrib di bulan Ramadan, di mana ia mengumandangkan adzan dua menit sebelum waktunya dan baru mengucapkan “Allahu Akbar Allahu Akbar” saja, lalu sebagian orang yang berpuasa berbuka karenanya? Apa hukum hal tersebut? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: 

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:

فإن من شروط صحة الأذان أن يكون بعد دخول الوقت، ويحرم قبله، ولك أن تراجع في هذا الفتوى الأخرى هنا.

Sesungguhnya di antara syarat sahnya adzan adalah dilakukan setelah masuknya waktu, dan haram hukumnya dilakukan sebelumnya. Anda dapat merujuk hal ini pada fatwa lainnya di sini.

ولا إثم على المؤذن ولا على من أفطروا لأنهم معذورون جميعاً بالخطأ، ففي الحديث الشريف: عفي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه. رواه ابن ماجه وابن حبان.

Tidak ada dosa bagi muadzin maupun bagi mereka yang berbuka, karena mereka semua dimaafkan (mendapatkan udzur) karena ketidaksengajaan/kesalahan. Dalam hadits syarif disebutkan: “Telah dimaafkan dari umatku perbuatan salah (tidak sengaja), lupa, dan apa yang dipaksakan atas mereka.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

لكن على الذين أفطروا على هذا الأذان أن يقضوا ذلك اليوم، لأن من شروط صحة الصيام الإمساك عن المفطرات من طلوع الفجر إلى غروب الشمس،

Akan tetapi, bagi mereka yang berbuka karena adzan tersebut wajib meng-qadha (mengganti) puasa hari itu. Hal ini karena di antara syarat sahnya puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

قال الشافعي في الأم: وإذا تسحر بعد الفجر وهو لا يعلم، أو أفطر قبل الليل وهو لا يعلم، فليس بصائم في ذلك اليوم، وعليه بدله…. 7/74. 

Imam As-Syafi’i berkata dalam kitab Al-Umm: “Jika seseorang bersahur setelah terbit fajar sementara ia tidak tahu, atau berbuka sebelum malam tiba (sebelum matahari terbenam) sementara ia tidak tahu, maka ia tidak terhitung berpuasa pada hari itu, dan ia wajib menggantinya (qadha)…” (7/74).

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.