Hikmah di Balik Puasa Tiga Hari Setiap Bulan



الحكمة من صيام ثلاثة أيام في الشهر

Hikmah di Balik Puasa Tiga Hari Setiap Bulan

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Hikmah di Balik Puasa Tiga Hari Setiap Bulan ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

ماهي الحكمة من صيام 3 أيام من كل شهر، أيام البيض 13و14و15؟

Apa hikmah dari puasa 3 hari setiap bulan, yaitu hari-hari putih (Ayyamul Bidh) tanggal 13, 14, dan 15?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: 

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:

فقد روى مسلم عن أبي هريرة وأبي ذر رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم أوصاهما بصيام ثلاثة أيام من كل شهر ، وفي رواية الترمذي والنسائي عن أبي ذر أنها: الثالث عشر ، والرابع عشر ، والخامس عشر.

Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah dan Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepada keduanya untuk berpuasa tiga hari setiap bulan. Dalam riwayat At-Tirmidzi dan An-Nasa’i dari Abu Dzarr disebutkan bahwa hari-hari tersebut adalah: tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.

ومن الفوائد والحكم في صيام ثلاثة أيام من كل شهر: 

Di antara manfaat dan hikmah dalam puasa tiga hari setiap bulan adalah:

1-أنها تذهب أدران القلب ، ففي السنن أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “صيام ثلاثة أيام من كل شهر تذهب وحر الصدر” (أي غله وحقده).

1. Menghilangkan kotoran hati; disebutkan dalam kitab-kitab Sunan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Puasa tiga hari setiap bulan dapat menghilangkan *wahar* di dada” (yaitu rasa dendam dan kebencian).

2-أن صيام ثلاثة أيام من كل شهر يعدل صيام الدهر ، حيث أن الحسنة بعشر أمثالها. 

2. Puasa tiga hari setiap bulan senilai dengan puasa setahun penuh (shiyam ad-dahr), karena satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.

3-أن الصوم يكسر الشهوة ، ففي الصحيحين أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج ، فإنه أغض للبصر ، وأحصن للفرج ، فمن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء”

3. Puasa dapat memecah (meredam) syahwat; dalam As-Shahihayn disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang sudah mampu membiayai pernikahan maka menikahlah, karena hal itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, karena puasa itu baginya adalah perisai (wija’).”

4- ذكر بعض الأطباء أن الجسم تصيبه في هذه الأيام رطوبة فيحتاج إلى إخراج الفضلات ، والصوم يخرج تلك الفضلات أو بعضها. 

4. Sebagian dokter menyebutkan bahwa pada hari-hari tersebut (saat bulan purnama), tubuh mengalami peningkatan kelembapan sehingga perlu mengeluarkan sisa-sisa metabolisme (fadhalaat), dan puasa dapat mengeluarkan sisa-sisa tersebut atau sebagian darinya.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.