شروط جواز الاقتباس من القرآن
Syarat Diperbolehkannya Mengutip (Iqtibas) dari Al-Quran
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Syarat Diperbolehkannya Mengutip (Iqtibas) dari Al-Quran ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab tentang al Quran
السؤال
Pertanyaan:
أنا شاب أحاول كتابة الشعر، ولقد كتبت بعض القصائد من بينها قصيدة عن يوم القيامة، واصفاً فيها ما يحدث في ذلك اليوم، وقد اقتبست في بعض الأبيات من آيات القرآن، وحتى أكون أكثر وضوحاً سوف أكتب القصيدة، وأريد منكم أن تقولوا لي إن كان ذلك جائزاً أم حرامًا؟ لأني قرأتها على أصدقاء لي للتذكير والعظة:
Saya adalah seorang pemuda yang sedang mencoba menulis puisi. Saya telah menulis beberapa qasidah (puisi), di antaranya adalah puisi tentang hari kiamat yang menggambarkan apa yang terjadi pada hari tersebut. Saya telah mengutip beberapa ayat Al-Quran dalam beberapa baitnya. Agar lebih jelas, saya akan menuliskan puisinya, dan saya ingin Anda memberi tahu saya apakah hal itu diperbolehkan atau haram? Karena saya telah membacakannya kepada teman-teman saya sebagai pengingat dan nasihat:
ألا تخاف الوعيد ياذا القلب الجميد
يوم السماء تميد بين يدي المجيد
هو سؤال وحيد من هو رب العبيد
الله طبعاً تريد فلما الذنوب تزيد
ومن المعاصي تُعيد حيث تنادى من بعid
تعال إلى ربك المعيد فحساب اليوم شديد
لحن القول لا يُفيد وأيّ لسانٍ يُجيد
كذب الكلام والبريد ومنك عليك شهيد
وهنا رقيبٌ عتيد وربٌ فوقهم حميد
هذا ما كنت عنه تحيد فخذوا هذا الوليد
وكل جبّارٍ عنيد فلقد حق الوعيد
فأين البيوت والمساجد وأين ذاك العبد الساجد
وأين ما تظنه خالد كلٌ صار رميد
وأين الأخ العضيد وذاك الصديق العميد
أبي وأمي لا أريد يوماً من الدنيا أُعيد
فذاك اليوم قد فات ولن تعود الحياة
فلقد عاش من مات ولا ينفع التنهيد
نارٌ من الغيظ تفور وبك الصراط يمور
تسقط عند العبور تقول هل من مزيد
وجنةٌ فيها حبور وفيها أحلى العطور
قصورٌ لها حور وفيها خيرٌ عديد
يوم ينادي الرحمن بين النار والجنان
أنا الهادي للبيان أفعل ما أُريد
ينصب بين النعيم والنار الموت هنالك قد صار
كبشٌ أسود كالغبار يُذبح فلا موتٌ يُعيد
فهذا يومٌ عصيب على العصاة كئيب
يزيد حرّ اللهيب ولا يُقطع الوريد
وفي الجنة تثور علامات السرور
ويزداد لهم نور فذاك هو السعيد
فراجع نفسك من جديد قبل يوم الوعيد
ويكون ما لا تريد من العذاب الشديد
Tidakkah engkau takut akan ancaman wahai pemilik hati yang beku
Hari ketika langit berguncang di hadapan Dzat Yang Maha Mulia
Hanya ada satu pertanyaan: Siapakah Rabb para hamba?
Tentu Allah yang engkau tuju, lalu mengapa dosa terus bertambah?
Dan engkau mengulangi kemaksiatan saat diseru dari tempat yang jauh
Kemarilah kepada Rabbmu Yang Maha Mengembalikan, karena hisab hari ini sangat berat
Indahnya ucapan tidaklah berguna, dan lidah mana yang bisa berkelit?
Dusta dalam perkataan dan berita, dan darimu ada saksi atas dirimu sendiri
Dan di sini ada (Malaikat) Raqib dan Atid, dan Rabb di atas mereka Maha Terpuji
Inilah yang dahulu engkau hindari, maka ambillah anak ini
Dan setiap orang yang sombong lagi keras kepala, maka benarlah ancaman itu
Maka di manakah rumah-rumah dan masjid-masjid, dan di mana hamba yang bersujud itu?
Dan di mana apa yang engkau sangka abadi, semuanya telah menjadi abu
Dan di mana saudara yang membantu, dan teman karib yang menjadi sandaran?
Ayah dan ibuku tidak aku inginkan, aku tidak ingin kembali sehari pun ke dunia
Hari itu telah berlalu, dan kehidupan tidak akan kembali lagi
Sungguh telah hidup orang yang mati, dan rintihan tidak lagi berguna
Api neraka meluap karena marah, dan jembatan (shirath) bergetar bersamamu
Engkau terjatuh saat menyeberang, seraya berkata: “Apakah ada tambahan?”
Dan surga yang di dalamnya ada kegembiraan dan aroma paling harum
Istana-istana yang memiliki bidadari dan di dalamnya terdapat banyak kebaikan
Hari ketika Ar-Rahman menyeru di antara neraka dan surga
Akulah Yang Memberi Petunjuk pada penjelasan, Aku melakukan apa yang Aku kehendaki
Ditegakkan di antara kenikmatan dan neraka, kematian di sana telah mewujud
Seekor domba jantan hitam seperti debu, disembelih maka tidak ada lagi kematian yang kembali
Maka ini adalah hari yang sulit, terasa suram bagi para pendosa
Bertambah panasnya kobaran api, dan urat leher tidaklah terputus
Dan di surga tampak tanda-tanda kegembiraan
Dan cahaya mereka semakin bertambah, maka itulah orang yang bahagia
Maka periksalah dirimu kembali sebelum datangnya hari ancaman
Dan terjadi apa yang tidak engkau inginkan dari azab yang pedih
أعلم أني قد أطلت عليكم فاعذروني، ولكن أردت التأكد من ذلك، وأعلم أني كسرت الوزن وعددت فيه، ولكن أريدكم أن تفيدوني في ذلك، وأني أعدكم إن كان في قصيدتي ما لا يجوز، فإني سوف أتلفها، ولكن أريد توضيحاً منكم عن الأشياء التي لا يجوز الكتابة عنها حتى لا أعيد الكرة، وجزاكم الله عنا خير الجزاء لما تقدمونه من علم نافع.
Saya tahu bahwa saya telah memperpanjang (pertanyaan) ini kepada Anda, maka maafkanlah saya, tetapi saya ingin memastikan hal tersebut. Saya juga tahu bahwa saya telah merusak wazan (irama puisi) dan menambah-nambah di dalamnya, tetapi saya ingin Anda memberi saya faedah tentang hal itu. Saya berjanji jika dalam puisi saya ada hal yang tidak diperbolehkan, saya akan memusnahkannya. Namun, saya ingin penjelasan dari Anda tentang hal-hal yang tidak boleh ditulis agar saya tidak mengulanginya lagi. Semoga Allah membalas Anda dengan balasan terbaik atas ilmu bermanfaat yang Anda berikan.
الإجابــة
Jawaban:
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabat beliau, amma ba’du:
فيجوز الاقتباس من القرآن أو الحديث الشريف عند جمهور العلماء إذا كان لمقاصد لا تخرج عن المقاصد الشرعية، تحسيناً للكلام وترسيخاً لمعانيه في النفوس.
Diperbolehkan melakukan iqtibas (mengutip) dari Al-Quran atau Hadits Syarif menurut mayoritas ulama jika bertujuan untuk maksud yang tidak keluar dari tujuan-tujuan syariat, guna memperindah perkataan dan memperkuat maknanya di dalam jiwa.
أما إذا كان الكلام ـ شعراً أو نثراً ـ مستقبحاً شرعاً، فلا يجوز الاقتباس فيه من القرآن ولا من الحديث.
Adapun jika perkataan tersebut —baik berupa puisi maupun prosa— buruk secara syariat, maka tidak diperbolehkan melakukan iqtibas di dalamnya dari Al-Quran maupun Hadits.
قال ابن حجة الحموي في الخزانة: والاقتباس في القرآن على ثلاثة أقسام، مقبول، ومباح، ومردود:
Ibnu Hijjah al-Hamawi berkata dalam al-Khizanah: Iqtibas dari Al-Quran terbagi menjadi tiga bagian: Diterima (maqbul), Boleh (mubah), dan Ditolak (mardud):
فالأول: ما كان في الخطب والمواعظ والعهود ومدح النبي صلى الله عليه وسلم ونحو ذلك.
Pertama (Diterima): Apa yang terdapat dalam khutbah-khutbah, nasihat-nasihat, perjanjian-perjanjian, pujian kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan yang sejenisnya.
والثاني: ما كان في الغزل والرسائل والقصص.
Kedua (Boleh): Apa yang terdapat dalam puisi cinta (ghazal), surat-menyurat, dan cerita-cerita.
والثالث عن أمرين: أحدهما ما نسبه الله تعالى لنفسه ونعوذ بالله ممن ينقله إلى نفسه..
Ketiga (Ditolak) terdiri dari dua hal: Salah satunya adalah apa yang dinisbatkan Allah Ta’ala untuk diri-Nya sendiri, dan kita berlindung kepada Allah dari orang yang menisbatkannya kepada dirinya sendiri…
والثاني: تضمين آية كريمة في معني هزل..
Dan yang kedua: Menyisipkan ayat mulia ke dalam makna yang bersifat gurauan (main-main).
وقد استحسن السيوطي هذا التقسيم في كتابه الإتقان ج1 ص309 في النوع الخامس والثلاثون وقال: وبه أقول.
Imam as-Suyuti menganggap baik pembagian ini dalam kitabnya al-Itqan Juz 1 hal. 309 pada jenis ketiga puluh lima, dan beliau berkata: “Dan itulah yang aku pegang (pendapatku).”
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply