Penjelasan Mengenai Beberapa Ayat Mutasyabih



توجيه بعض متشابه الآيات القرآنية

Penjelasan Mengenai Beberapa Ayat Mutasyabih (Serupa) dalam Al-Quran

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Penjelasan Mengenai Beberapa Ayat Mutasyabih (Serupa) dalam Al-Quran ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab tentang al Quran

السؤال

Pertanyaan:

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته.

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

قد تتشابه بعض الآيات القرآنية فما الفرق بينها مثلا في سورة البقرة الآية ( ١٣٦ ) ( إلينا ) ( و ما أوتي النبيون ) و سورة آل عمران الآيه ( ٨٤ ) ( علينا ) ( و النبيون ) و جزاكم الله خيرا

Terkadang terdapat kemiripan di antara beberapa ayat Al-Quran, maka apa perbedaannya, sebagai contoh: Dalam Surah Al-Baqarah ayat 136 menggunakan kata (ilayna/kepada kami) dan (wa ma utiya an-nabiyyuna/dan apa yang diberikan kepada para nabi), sedangkan dalam Surah Ali Imran ayat 84 menggunakan kata (alayna/atas kami) dan (an-nabiyyuna/para nabi). Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

الإجابــة

Jawaban:

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabat beliau, amma ba’du:

فقد قال الكرماني في كتابه البرهان في توجيه متشابه القرآن:

Al-Kirmani berkata dalam kitabnya al-Burhan fi Tawjih Mutasyabih al-Quran:

قوله: ﴿وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا﴾ في هذه السورة -يعني البقرة- وفي آل عمران: ﴿عَلَيْنَا﴾، لأن (إلى) للانتهاء إلى الشيء من أي جهة كانت، والكتب منتهية إلى الأنبياء وإلى أممهم جميعاً،

“Firman-Nya: {wa ma unzila ilayna} (dan apa yang diturunkan kepada kami) dalam surah ini —yakni Al-Baqarah— dan dalam Ali Imran menggunakan kata: {alayna} (atas kami). Hal ini dikarenakan kata (ila) bermakna berakhirnya sesuatu pada suatu titik dari arah mana pun, dan kitab-kitab itu berakhir (sampai) kepada para Nabi dan kepada seluruh umat mereka.

والخطاب في هذه السورة -يعني البقرة- لهذه الأمة، لقوله تعالى: ﴿قُولُوا﴾، فلم يصح إلا (إلى)، و(على) مختص بجانب الفوق، وهو مختص بالأنبياء، لأن الكتب منزلة عليهم، لا شركة للأمة فيها، وفي آل عمران ﴿قُلْ﴾، وهو مختص بالنبي صلى الله عليه وسلم دون أمته، فكان الذي يليق به (على). انتهى.

Khithab (pembicaraan/perintah) dalam surah ini —yakni Al-Baqarah— ditujukan untuk umat ini, berdasarkan firman-Nya Ta’ala: {qulu} (Katakanlah [wahai kalian]), maka tidaklah tepat kecuali menggunakan (ila). Sedangkan (ala) dikhususkan untuk sisi ‘atas’ (turun dari atas), dan ini dikhususkan bagi para Nabi karena kitab-kitab tersebut diturunkan secara langsung atas mereka tanpa persekutuan umat di dalamnya. Dan dalam Ali Imran terdapat kata {qul} (Katakanlah [wahai Muhammad]), yang mana perintah ini dikhususkan bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan untuk umatnya, maka yang layak bagi beliau adalah menggunakan (ala).” Selesai.

علماً بأن موقعنا مشغول ببيان الأحكام الشرعية التي يترتب عليها عمل وتعبد، وعلى الأخ السائل أن يرجع إلى الكتاب الذي ذكرناه أعلاه، ففيه توجيه لغالب المتشابه من القرآن الكريم.

Perlu diketahui bahwa situs kami fokus pada penjelasan hukum-hukum syariat yang berkaitan dengan amal dan ibadah. Kepada saudara penanya hendaknya merujuk pada buku yang telah kami sebutkan di atas, karena di dalamnya terdapat penjelasan bagi sebagian besar ayat-ayat mutasyabih (serupa) dalam Al-Quranul Karim.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb

Perbedaan ayat mutasyabih Al-Baqarah dan Ali Imran | Tafsir Al-Kirmani Al-Burhan | Arti kata ilaina dan alaina dalam Al-Quran | IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.