Barangsiapa Menunda Qadha Hingga Masuk Ramadhan Berikutnya



من أخر القضاء حتى دخول رمضان آخر فعليه القضاء والكفارة

Barangsiapa Menunda Qadha Hingga Masuk Ramadhan Berikutnya Maka Wajib Qadha dan Kaffarah

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Barangsiapa Menunda Qadha Hingga Masuk Ramadhan Berikutnya Maka Wajib Qadha dan Kaffarah ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

زوجتي كانت مطلوبة 10 أيام صيام عن السنة الماضية وكان في نيتها أن تصومها خلال شهر شعبان لتتواصل مع شهر رمضان المبارك ولكنها مرضت ولم تستطع فهل عليها أن تقضيها بعد رمضان كعشرة أيام فقط أم أن عليها أن تصوم عن كل يوم شهرين ؟ والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته .

Istri saya memiliki tanggungan 10 hari puasa dari tahun lalu. Ia berniat untuk mengqadhanya selama bulan Sya’ban agar bersambung dengan bulan suci Ramadhan, namun ia jatuh sakit dan tidak sanggup melakukannya. Apakah setelah Ramadhan ia hanya perlu mengqadha sepuluh hari itu saja, ataukah ia harus berpuasa dua bulan untuk setiap harinya? Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:

فعلى زوجتك أن تقضي تلك الأيام العشرة من السنة الماضية بعد انتهاء شهر رمضان، وعليها مع القضاء كفارة وهي إطعام مسكين عن كل يوم، أي تطعم عشرة مساكين لأنها قد أخرت تلك الأيام حتى أتى عليها رمضان آخر وقد أمكنها القضاء ولم تقض ،

Wajib bagi istri Anda untuk mengqadha sepuluh hari dari tahun lalu tersebut setelah selesainya bulan Ramadhan ini. Selain qadha, ia juga wajib membayar kaffarah (fidyah), yaitu memberi makan satu orang miskin untuk setiap harinya —yakni memberi makan sepuluh orang miskin— karena ia telah menunda hari-hari tersebut hingga datang Ramadhan berikutnya, padahal ia sempat memiliki kesempatan untuk mengqadha namun tidak melakukannya.

وأما إذا لم يمكنها القضاء بين رمضان الماضي والحالي لتلاحق الأعذار معها كنحو مرض أو حمل أو رضاع فليس عليها إلاّ القضاء فقط. 

Adapun jika ia tidak memungkinkan untuk mengqadha antara Ramadhan yang lalu dengan yang sekarang karena adanya uzur yang berkesinambungan seperti sakit, hamil, atau menyusui, maka ia tidak memiliki kewajiban kecuali hanya qadha saja.

هذا والله أعلم .

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.