الحواري.. معناه.. وسبب التسمية
Al-Hawari: Makna dan Sebab Penamaannya
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Al-Hawari: Makna dan Sebab Penamaannya ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Al Quran
السؤال:
Pertanyaan:
من هم حواريو سيدنا عيسى عليه وعلى نبينا محمد أفضل الصلاة والسلام . ؟ والسلام عليكم
Siapakah para Hawari junjungan kita Nabi ‘Isa —semoga shalawat dan salam yang paling utama tercurah kepadanya dan kepada Nabi kita Muhammad—? Wassalamu’alaikum.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:
فإن الحواريين هم صفوة الأنبياء الذين قد خلصوا لهم، ولهذا سمي أصحاب عيسى ابن مريم عليه السلام، حواريين لأنهم كانوا أنصاره من دون الناس، ثم قيل لناصر نبيه حواري إذا بالغ في نصرته تشبيهاً بأولئك.
Sesungguhnya al-Hawariyyun adalah pilihan (elit) para nabi yang tulus setia kepada mereka. Oleh karena itu, para sahabat (ash-hab) Nabi ‘Isa bin Maryam ‘alaihissalam dinamakan Hawariyyun karena mereka adalah para penolongnya di antara manusia lainnya. Kemudian, sebutan Hawari disematkan kepada penolong nabi jika ia sangat bersungguh-sungguh dalam memberikan pertolongan, sebagai penyerupaan dengan mereka (para sahabat Nabi ‘Isa).
قال الزجاج: الحواريون خلصاء الأنبياء عليهم السلام، وصفوتهم، قال: والدليل على ذلك قول النبي صلى الله عليه وسلم:
Az-Zadjadj berkata: “Al-Hawariyyun adalah orang-orang pilihan para nabi ‘alaihimussalam dan elit mereka.” Beliau melanjutkan: “Dalil atas hal tersebut adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“الزبير ابن عمي وحواريي من أمتي”
“Az-Zubayr adalah putra bibiku dan hawari-ku (penolong setiaku) dari kalangan umatku.”
أي خاصتي من أصحابي وناصري. قال: وأصحاب النبي صلى الله عليه وسلم، حواريون. وتأويل الحواريين في اللغة: الذين أُخْلِصوا ونقوا من كل عيب. والحديث الذي ذكره الزجاج رواه أحمد بسند صحيح، وأصله في البخاري.
Maksudnya adalah orang khusus di antara sahabat-sahabatku dan penolongku. Beliau (Az-Zadjadj) berkata: “Dan para sahabat (ash-hab) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kaum Hawari.” Makna Hawariyyun secara bahasa adalah mereka yang tulus dan bersih dari segala cacat/cela. Hadits yang disebutkan oleh Az-Zadjadj diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang shahih, dan asalnya terdapat dalam Al-Bukhari.
وثبت في صحيح مسلم عن عبد الله بن مسعود أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:
Dan telah tetap dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Mas’ud bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“ما من نبي بعثه الله في أمته قبلي إلا كان له من أمته حواريون وأصحاب يأخذون بسنته ويقتدون بأمره، ثم إنها تخلف من بعدهم خلوف يقولون ما لا يفعلون، ويفعلون ما لا يؤمرون، فمن جاهدهم بيده فهو مؤمن، ومن جاهدهم بلسانه فهو مؤمن، ومن جاهدهم بقلبه فهو مؤمن، وليس وراء ذلك من الإيمان حبة خردل”
“Tidaklah seorang nabi yang diutus oleh Allah kepada umatnya sebelumku melainkan ia memiliki para hawari (pengikut setia) dan sahabat-sahabat dari umatnya yang mengambil sunnahnya dan mengikuti perintahnya. Kemudian setelah mereka, datanglah para pengganti (generasi buruk) yang mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan dan mengerjakan apa yang tidak diperintahkan. Maka barangsiapa yang berjihad melawan mereka dengan tangannya maka ia adalah mukmin, barangsiapa yang berjihad melawan mereka dengan lisannya maka ia adalah mukmin, dan barangsiapa yang berjihad melawan mereka dengan hatinya maka ia adalah mukmin. Dan tidak ada setelah itu keimanan meski sebesar biji sawi.”
وأما عن أسماء حواريي عيسى ابن مريم عليه السلام، فاعلم أنه ليس بين أيدينا نقل معصوم، يصح بأسماء حواريي نبي الله عيسى ابن مريم، فلا ينبغي لنا التشاغل بذلك، إذ لو كان في معرفتهم فائدة لنا لبين الله لنا ذلك، أو لذكره رسوله صلى الله عليه وسلم، والذي يعنينا ويهمنا من ذلك أن نقتدي بهم، قال الله تعالى:
Adapun mengenai nama-nama Hawari Nabi ‘Isa bin Maryam ‘alaihissalam, maka ketahuilah bahwa tidak ada di hadapan kita riwayat yang ma’shum (terjaga dari kesalahan) yang shahih mengenai nama-nama Hawari Nabi Allah ‘Isa bin Maryam. Maka tidak selayaknya kita menyibukkan diri dengan hal tersebut, sebab seandainya mengetahui nama-nama mereka mengandung manfaat bagi kita, niscaya Allah telah menjelaskannya kepada kita, atau Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyebutkannya. Yang terpenting dan utama bagi kita adalah meneladani mereka, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ ۖ فَآمَنَت طَّائِفَةٌ مِّن بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَت طَّائِفَةٌ ۖ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَىٰ عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ [الصف: ١٤]
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana ‘Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, ‘Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?’ Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, ‘Kamilah penolong-penolong (agama) Allah,’ lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.” [Surah Ash-Shaff: 14]
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply