السور المبدوءة بالحمد خمس
Lima Surah yang Dimulai dengan Alhamdulillah
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Lima Surah yang Dimulai dengan Alhamdulillah ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Al Quran
السؤال:
Pertanyaan:
كم عدد سور القرآن الكريم التي بدأت بـ (الحمد لله) مع ذكر أسمائها؟ وما أول آية نزلت في القتال؟ ومن هو الصحابي الذي ذكر اسمه في القرآن الكريم؟
Berapa jumlah surah dalam Al-Quran yang dimulai dengan kalimat “Alhamdulillah” beserta penyebutan nama-namanya? Apa ayat pertama yang turun mengenai peperangan? Dan siapakah sahabat yang namanya disebutkan dalam Al-Quran?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:
فإن عدد سور القرآن المبدوءة بالحمد خمس وهي:
Sesungguhnya jumlah surah Al-Quran yang dimulai dengan pujian (Alhamdulillah) ada lima, yaitu:
1. Surah Al-Fatihah (Ummul Kitab).
2. Surah Al-An’am:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ۖ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ [الأنعام:١]
“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.” [Surah Al-An’am: 1]
3. Surah Al-Kahf:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُ عِوَجًا [الكهف:١]
“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya.” [Surah Al-Kahf: 1]
4. Surah Saba’:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ [سبأ:١]
“Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat.” [Surah Saba’: 1]
5. Surah Fatir:
الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا [فاطر:١]
“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan…” [Surah Fatir: 1]
وأول آية نزلت في شأن الجهاد هي قوله تعالى:
Dan ayat pertama yang turun mengenai urusan jihad adalah firman Allah Ta’ala:
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ [الحج:٣٩]
“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” [Surah Al-Hajj: 39]
قال ابن كثير في تفسيره: عن ابن عباس نزلت في محمد وأصحابه حين خرجوا من مكة، قال مجاهد والضحاك وغير واحد من السلف: كابن عباس ومجاهد وعروة بن الزبير وزيد بن أسلم ومقاتل بن حيان وقتادة وغيرهم: هذه أول آية نزلت في الجهاد. انتهى.
Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya: Dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini turun mengenai Muhammad dan para sahabatnya ketika mereka keluar dari Makkah. Mujahid, Ad-Dhahhak, dan banyak ulama Salaf lainnya seperti Ibnu Abbas, Mujahid, Urwah bin Zubair, Zaid bin Aslam, Muqatil bin Hayyan, Qatadah, dan lainnya menyatakan: Ini adalah ayat pertama yang turun mengenai jihad. (Selesai).
أما الصحابي الذي ورد ذكره في القرآن الكريم، فهو زيد بن حارثة، حِب رسول الله صلى الله عليه وسلم حيث قال تعالى:
Adapun sahabat yang namanya disebutkan dalam Al-Quran adalah Zaid bin Harithah, orang yang dicintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
فَلَمَّا قَضَىٰ زَيْدٌ مِّنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا لِكَيْ لَا يَكُونَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ فِي أَزْوَاجِ أَدْعِيَائِهِمْ إِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًا ۚ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا [الأحزاب:٣٧]
“…Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.” [Surah Al-Ahzab: 37]
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply