دور الزكاة في تحقيق التنمية والانتعاش الاقتصاديين للبلدان الإسلامية
Peran Zakat dalam Mewujudkan Pembangunan dan Pemulihan Ekonomi bagi Negara-Negara Islam (Bagian Ketujuh)
Penulis: Dr. Abdullah Muhammad Qadir Jibrail
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Peran Zakat dalam Mewujudkan Pembangunan dan Pemulihan Ekonomi bagi Negara-Negara Islam ini masuk dalam Kategori Tsaqafah Islamiyyah
2- دور الزكاة في إعادة توزيع الدخل والثروة:
2- Peran Zakat dalam Redistribusi Pendapatan dan Kekayaan:
يعالج الاقتصاد الإسلامي مسألة اختلال التوزيع في الدخول بين الأفراد بواسطة الزكاة، فيعمل من خلالها على تضييق الفجوة بين الطبقات الغنية، والطبقات الفقيرة، ولا شك أن الزكاة ليست هي الوسيلة الوحيدة لإعادة توزيع الدخل، والثروة بين أفراد المجتمع الإسلامي؛ لأن الشريعة الإسلامية أردفتها – أتبعتها – بوسائل عديدة أخرى؛ منها: الميراث، والفيء،والغنائم، والصدقات، والأوقاف، والكفَّارات، والأضاحي، وزكاة الفطر، فهذه الوسائل جنبًا إلى جنب وبدرجات مختلفة تعمل على إعادة توزيع الدخل والثروة.
Ekonomi Islam menangani masalah ketimpangan distribusi pendapatan di antara individu melalui zakat. Melalui zakat, ekonomi Islam berupaya memperkecil kesenjangan antara kelas kaya dan kelas miskin. Tidak diragukan lagi bahwa zakat bukanlah satu-satunya sarana untuk meredistribusi pendapatan dan kekayaan di antara anggota masyarakat Islam; karena syariat Islam mendampinginya—mengikutinya—dengan berbagai sarana lainnya, di antaranya: warisan (Miras), Al-Fay’, Al-Ghanimah (harta rampasan perang), sedekah, wakaf, kafarat (denda), kurban (udhiah), dan zakat fitrah. Sarana-sarana ini, secara berdampingan dan dengan tingkatan yang berbeda-beda, bekerja untuk meredistribusi pendapatan dan kekayaan.
والاقتصاد الإسلامي هو النظام الوحيد الذي يملك كل هذه الوسائل التي تتصف بالاستمرار، وتهدف إلى إشباع حاجات الفقراء في المجتمع لإعادة توزيع الدخل والثروة بين أفراد المجتمع، أما الأنظمة الاقتصادية الوضعية، فلا تملك هذه الوسائل لإعادة التوزيع هذه، وتظل تعاني من مشاكل التفاوت والصراع الطبقي في نظامها الاجتماعي والاقتصادي،
Ekonomi Islam adalah satu-satunya sistem yang memiliki semua sarana tersebut yang bersifat berkelanjutan dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kaum fakir dalam masyarakat guna meredistribusi pendapatan dan kekayaan di antara anggota masyarakat. Adapun sistem ekonomi konvensional (positif), tidak memiliki sarana redistribusi seperti ini, dan terus menderita masalah ketimpangan serta konflik kelas dalam sistem sosial dan ekonominya.
وأن أفضل ما وصلت إليها هذه الأنظمة في هذا الشأن هي الضرائب الوضعية المتنوعة، التي فرضتها على أفراد مجتمعاتها لتقليل الفوارق تلك، أو تقديم إعانات عينية ونقدية وعلى مستويات محدودة لإشباع حاجات الفقراء، وهي أدوات لا تتميز بما تتميز به الزكاة من الاستمرار، وغزارة حصيلتها، ووضوح أهدافها.
Pencapaian terbaik sistem tersebut dalam hal ini hanyalah berbagai jenis pajak buatan yang dibebankan kepada anggota masyarakatnya untuk mengurangi kesenjangan tersebut, atau memberikan bantuan dalam bentuk barang maupun tunai pada tingkat yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan orang-orang miskin. Alat-alat tersebut tidak memiliki keunggulan yang dimiliki zakat dalam hal keberlanjutan, banyaknya hasil yang dikumpulkan, serta kejelasan tujuannya.
ومن أسباب نجاح الزكاة كوسيلة من وسائل إعادة توزيع الدخل والثروة:
Di antara sebab keberhasilan zakat sebagai sarana redistribusi pendapatan dan kekayaan adalah:
- فرضها على جميع الأموال النامية، البالغة للنصاب، مما يجعلها وسيلة اقتصادية ومالية تتسم بالشمول وباتساع قاعدة تطبيقها.
- تكرارها سنويًّا: وهذا يجعل الزكاة أداة دائمة لإعادة توزيع الدخل والثروة.
- Zakat diwajibkan atas semua harta yang berkembang yang mencapai nisab, menjadikannya sarana ekonomi dan finansial yang bersifat komprehensif dengan basis penerapan yang luas.
- Pengulangan secara tahunan: Hal ini menjadikan zakat sebagai instrumen tetap untuk meredistribusi pendapatan dan kekayaan.
3- دور الزكاة في تخصيص الموارد الاقتصادية:
3- Peran Zakat dalam Alokasi Sumber Daya Ekonomi:
الزكاة في حقيقتها الاقتصادية هي اقتطاع مالي – أو من مال – بلغ نصابًا، سواء أكان هذا المال مستثمرًا أو مدخرًا، عينًا أو نقدًا، وحال عليه الحول أو استفاد منه صاحبه؛ كالزروع والثمار عند حصادها، أو المعدن والرِّكاز عند استخراجه، ويتم توزيع هذا المال المقتطع على ثمانية فئات مختلفة من المجتمع الإسلامي حددتها القرآن الكريم؛ يقول الله تعالى:
Zakat dalam hakikat ekonominya adalah pemotongan finansial—atau bagian dari harta—yang telah mencapai nisab, baik harta tersebut diinvestasikan maupun disimpan, dalam bentuk barang maupun tunai, dan telah melewati masa satu tahun (haul) atau telah diambil manfaatnya oleh pemiliknya; seperti tanaman dan buah-buahan saat panen, atau barang tambang dan rikaz (harta karun) saat ditemukan. Harta yang dipotong ini didistribusikan kepada delapan golongan yang berbeda dalam masyarakat Islam yang telah ditentukan oleh Al-Qur’an; Allah Ta’ala berfirman:
{إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ} [التوبة: ٦٠]
“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil-amil zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Surah At-Tawbah ayat 60)
وللزكاة آثار مباشرة وغير مباشرة على الاستهلاك والادخار والاستثمار، كمتغيرات أساسية تؤثر في توزيع وتخصيص الموارد الاقتصادية بين الاستخدامات المختلفة؛ كما يتبين فيما يلي:
Zakat memiliki dampak langsung maupun tidak langsung terhadap konsumsi, tabungan, dan investasi, sebagai variabel dasar yang memengaruhi distribusi dan alokasi sumber daya ekonomi di antara berbagai penggunaan; sebagaimana dijelaskan berikut ini:
أ- أثر الزكاة على الاستهلاك:
a- Dampak Zakat terhadap Konsumsi:
الزكاة مدفوعات تحويلية من الأغنياء إلى فئات محددة من المجتمع الإسلامي، منهم الفقراء والمساكين والمعوزون، والمعلوم أن الفقراء والمساكين ذوو ميول حدية عالية نحو الاستهلاك، أما الأغنياء فهم ذوو ميول حدية منخفضة نحو الاستهلاك،
Zakat merupakan pembayaran transfer (transfer payments) dari orang-orang kaya kepada golongan tertentu dalam masyarakat Islam, di antaranya kaum fakir, miskin, dan mereka yang sangat membutuhkan. Diketahui bahwa kaum fakir dan miskin memiliki kecenderungan (hasrat) marginal yang tinggi untuk konsumsi (Marginal Propensity to Consume/MPC), sedangkan orang kaya memiliki kecenderungan marginal yang rendah untuk konsumsi.
والزكاة تعمل على زيادة الطلب الاستهلاكي في المجتمع؛ لأنها تُؤخَذ من الفئات ذات الميل الحدي المنخفض للاستهلاك، وتُعطى للفئات ذات الميل الحدي المرتفع للاستهلاك، وهذه الزيادة في الاستهلاك تؤدي إلى ازدياد حجم الموارد الموجهة نحو الاستهلاك، وخاصة منها السلع الضرورية في الاقتصاد القومي،
Zakat berfungsi meningkatkan permintaan konsumsi dalam masyarakat karena zakat diambil dari golongan yang memiliki kecenderungan marginal konsumsi yang rendah dan diberikan kepada golongan yang memiliki kecenderungan marginal konsumsi yang tinggi. Peningkatan konsumsi ini menyebabkan peningkatan jumlah sumber daya yang diarahkan untuk konsumsi, terutama barang-barang kebutuhan pokok dalam ekonomi nasional.
ولأن الزكاة يدفعها الأغنياء للفقراء الذين ميلهم الحدي للادخار منخفض، فإن الأثر النهائي يكون زيادة الاستهلاك الكلي في الاقتصاد، ومن ثم ازدياد الرفاهية العامة للطبقات المحتاجة،
Karena zakat dibayarkan oleh orang kaya kepada orang miskin yang kecenderungan marginalnya untuk menabung (Marginal Propensity to Save) adalah rendah, maka dampak akhirnya adalah peningkatan konsumsi agregat dalam ekonomi, yang kemudian meningkatkan kesejahteraan umum bagi kelas yang membutuhkan.
ومن ثم زيادة الإنتاج ثم تحسن المستوى الغذائي والخدماتي والصحي، وبشكل عام لدى هذه الطبقات، وبالتالي زيادة الادخار، ومن ثَمَّ زيادة الدخل القومي؛ لكونه يتكون من الاستهلاك والادخار أو الاستثمار، وهذا التحليل يبين لنا أن الزكاة تؤدي إلى ازدياد الدخل القومي.
Hal ini selanjutnya memicu peningkatan produksi, perbaikan tingkat gizi, layanan, serta kesehatan secara umum bagi kelas-kelas tersebut, yang pada akhirnya meningkatkan tabungan dan kemudian meningkatkan Pendapatan Nasional; mengingat pendapatan nasional terdiri dari konsumsi dan tabungan atau investasi. Analisis ini menunjukkan kepada kita bahwa zakat menyebabkan peningkatan Pendapatan Nasional.
Bersambung ke bagian berikutnya in sya Allah
Sumber : Alukah
Leave a Reply