Buka Puasa Bersama Bulan Ramadhan Mewujudkan Tujuan Besar



الفطور الجماعي في رمضان يحقق مقاصد كبرى

Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadhan Mewujudkan Tujuan-Tujuan Besar

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadhan Mewujudkan Tujuan-Tujuan Besar ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Hadits

السؤال:

Pertanyaan:

ما حكم الفطور الجماعي في رمضان؟ وما حكمه في غير رمضان؟

Apa hukum buka puasa bersama (iftar jama’i) di bulan Ramadhan? Dan apa hukumnya di luar bulan Ramadhan?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:

فلا بأس بالفطور الجماعي في رمضان، أو في غيره. فإن الإسلام يدعو إلى الإلفة والمحبة، وتوثيق الصلات بين المسلمين، فإذا كان الإفطار الجماعي بدعوة من أحد الأشخاص لتفطير الجميع، ففي هذا من الخير ما لا يخفى على المسلم، فقد قال النبي صلى الله عليه وسلم:

Tidak mengapa melakukan buka puasa bersama baik di bulan Ramadhan maupun di luarnya. Sesungguhnya Islam menyeru kepada keharmonisan, kasih sayang, dan penguatan hubungan di antara kaum muslimin. Jika buka puasa bersama tersebut dilakukan atas undangan seseorang untuk memberi buka puasa bagi orang banyak, maka di dalamnya terdapat kebaikan yang sudah tidak asing lagi bagi seorang muslim. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barangsiapa yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.”

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Zaid bin Khalid radhiyallahu ‘anhu. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ: أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ

“Wahai sekalian manusia: Sebarkanlah salam dan berikanlah makan.”

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Abdullah bin Salam.

وسواء كان ذلك من أحد الحاضرين أو من غيرهم، فهذا كله مما يوجب الوئام والمحبة بين المسلمين، ويدعو إلى التنافس في الخير، وهذه مقاصد شرعية كبرى.

Sama saja apakah hal itu berasal dari salah seorang yang hadir atau dari orang lain, maka semua itu termasuk perkara yang mewujudkan keselarasan dan cinta kasih di antara kaum muslimin, serta mendorong untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Ini merupakan tujuan-tujuan syariat (maqashid syar’iyyah) yang besar.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.