Keutamaan Berupaya Memenuhi Kebutuhan Sesama



فضل السعي في حوائج الناس

Keutamaan Berupaya Memenuhi Kebutuhan Sesama

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Keutamaan Berupaya Memenuhi Kebutuhan Sesama ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Hadits

السؤال:

Pertanyaan:

“إن لله عبادًا اختصهم بقضاء حوائج الناس، حببهم إلى الخير، وحبب الخير إليهم، أولئك الآمنون من عذاب الله يوم القيامة” 

“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan manusia, Allah membuat mereka mencintai kebaikan dan membuat kebaikan mencintai mereka. Mereka itulah orang-orang yang aman dari azab Allah pada hari kiamat.”

من هم العباد الذين اختصهم الله بقضاء حوائج الناس؟ جزاكم الله خيرًا.

Siapakah hamba-hamba yang dikhususkan Allah untuk memenuhi kebutuhan manusia tersebut? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:

فهذا الحديث في المعجم الكبير للطبراني، وفي مسند الشهاب، وهو ضعيف. وليس هنالك عباد بأعيانهم اختصهم الله بقضاء حوائج الناس.

Hadits ini terdapat dalam kitab Al-Mu’jam al-Kabir karya Ath-Thabrani dan dalam Musnad asy-Syihab, namun statusnya adalah dha’if (lemah). Tidak ada hamba-hamba tertentu secara khusus yang disebutkan namanya sebagai orang-orang yang dikhususkan Allah untuk memenuhi kebutuhan manusia.

وقد ورد كثير من الترغيب في السعي في قضاء حوائج الناس، فمن ذلك: ما في صحيح البخاري، ومسلم، وغيرهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:

Akan tetapi, telah banyak riwayat yang memberikan anjuran (targhib) untuk berupaya memenuhi kebutuhan sesama manusia. Di antaranya adalah apa yang terdapat dalam Shahih Al-Bukhari, Muslim, dan kitab lainnya, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ، وَلَا يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ، كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak menzaliminya dan tidak menyerahkannya (kepada musuh). Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan senantiasa membantu kebutuhannya. Barangsiapa yang meringankan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah akan meringankan satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.”

ومن ذلك: ما في مسلم، والمسند، وغيرهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:

Dan di antaranya pula adalah apa yang terdapat dalam Shahih Muslim, Al-Musnad, dan kitab lainnya bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“Barangsiapa yang meringankan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan meringankan satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa yang memudahkan urusan orang yang sedang kesulitan, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya.”

فمن سعى في حوائج الناس عملًا بهذا الترغيب، ورجاء للمثوبة عند الله تعالى، يسر الله له ذلك، وكان سعيه سببًا في أمنه يوم القيامة، إذا قصد به وجه الله تعالى.

Maka barangsiapa yang berupaya memenuhi kebutuhan manusia dengan mengamalkan anjuran ini dan mengharapkan pahala di sisi Allah Ta’ala, niscaya Allah akan memudahkan baginya hal tersebut. Upayanya itu pun akan menjadi sebab keselamatannya pada hari kiamat, selama ia meniatkannya semata-mata mengharap wajah Allah Ta’ala.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.