Haram Berbuka di Bulan Ramadhan Demi Kemaslahatan Duniawi



حرمة الفطر في رمضان مقابل قضاء مصلحة دنيوية

Haram Berbuka di Bulan Ramadhan Demi Kemaslahatan Duniawi

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Haram Berbuka di Bulan Ramadhan Demi Kemaslahatan Duniawi ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Puasa

السؤال:

Pertanyaan:

أعلم أنه سؤال غبي ولكنني تحيرت: كنت أنا وبعض أقاربي نتحدث فعرض أحدهم سؤالا وهم ينتظرون الفرج من الله لقبول إقامة، ومن ثم عمل وزواج، 

Saya tahu ini adalah pertanyaan yang bodoh, tetapi saya bingung: Saya dan beberapa kerabat saya sedang berbincang, lalu salah seorang dari mereka mengajukan sebuah pertanyaan saat mereka tengah menanti jalan keluar dari Allah agar izin tinggal (iqamah) mereka diterima, yang kemudian akan berlanjut pada pekerjaan dan pernikahan.

فقال للآخر: إن قيل لك الآن أفطر عمدا وتأخذ إقامة وزواجا وعملا فماذا تقول؟ فجميعنا قال طبعا أرفض، ولكن هناك ما يحيرني: هل ما قلناه يعتبر الإجابة الصحيحة مع أننا الآن في زمن فتن أصبح الزواج لازما لحفط الدين والعمل للكف من الكون عالة والقدرة على المبادرة في الأعمال الصالحة، أما فطر يوم من أجل أفضال كثيرة في الإسلام فهل هو أفضل؟ وآسف على الإطالة.

Ia bertanya kepada yang lain: “Jika dikatakan kepadamu sekarang: ‘Berbukalah dengan sengaja (di bulan Ramadhan) maka engkau akan mendapatkan izin tinggal, pernikahan, dan pekerjaan’, apa yang akan engkau katakan?” Kami semua tentu menjawab: “Saya menolak.” Namun ada hal yang membuat saya bingung: Apakah apa yang kami katakan itu dianggap sebagai jawaban yang benar, padahal kita sekarang berada di zaman fitnah di mana pernikahan menjadi suatu keharusan untuk menjaga agama, dan bekerja menjadi keharusan agar tidak menjadi beban bagi orang lain serta agar mampu berinisiatif dalam amal shalih? Manakah yang lebih utama, apakah berbuka satu hari demi mendapatkan banyak keutamaan dalam Islam tersebut? Mohon maaf jika terlalu panjang.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فهذا هو الجواب الصحيح فلا يجوز الفطر عمدا في رمضان مقابل شيء مادي من أمور الدنيا، فمن أفطر في نهار رمضان عامداً من غير رخصة فقد ارتكب ذنباً عظيماً، لقول النبي صلى الله عليه وسلم:

Maka ini adalah jawaban yang benar. Tidak boleh berbuka puasa dengan sengaja di bulan Ramadhan sebagai ganti dari sesuatu yang bersifat materi dari urusan dunia. Barangsiapa yang berbuka di siang hari Ramadhan dengan sengaja tanpa adanya rukhshah (keringanan yang dibenarkan), maka ia telah melakukan dosa yang besar, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ رُخْصَةٍ رَخَّصَهَا اللهُ لَهُ لَمْ يَقْضِ عَنْهُ صِيَامُ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berbuka puasa satu hari di bulan Ramadhan tanpa udzur yang Allah berikan kepadanya, maka puasa sepanjang tahun tidak akan bisa menggantikannya.”

رواه أصحاب السنن الأربعة، وصححه ابن خزيمة، وقال الألباني: ضعيف.

Diriwayatkan oleh Ash-habus Sunan al-Arba’ah, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, dan al-Albani berkata: Dhaif.

وما تطمح له النفوس من عمل وزواج ينبغي طلبه بطاعة الله تعالى فهو من يملكه حقيقة، والله هو المجيب لدعوة المضطرين والمغيث للملهوفين، فمن توسل بطاعته وتقواه لقضاء حاجاته حقق له مراده.

Adapun apa yang dicita-citakan oleh jiwa berupa pekerjaan dan pernikahan, hendaknya dicari dengan ketaatan kepada Allah Ta’ala, karena Dialah pemilik hakiki dari hal-hal tersebut. Allah adalah Dzat yang mengabulkan doa orang-orang yang kesulitan dan Penolong bagi orang-orang yang menderita. Maka barangsiapa yang bertawassul dengan ketaatan dan ketakwaan kepada-Nya untuk memenuhi hajatnya, niscaya Allah akan mewujudkan keinginannya.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.