Istri Tidak Diperbolehkan Menuntut Cerai Tanpa Udzur



لا يجوز للزوجة طلب الطلاق لغير عذر معتبر

Istri Tidak Diperbolehkan Menuntut Cerai Tanpa Udzur yang Diakui

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Istri Tidak Diperbolehkan Menuntut Cerai Tanpa Udzur yang Diakui ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Pernikahan

السؤال:

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته. أود من سيادتكم التكرم بالإفادة في أمر زوجة تعصي أوامر زوجها على الإطلاق.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya memohon kepada Yang Mulia untuk berkenan memberikan penjelasan mengenai perkara seorang istri yang sama sekali tidak menaati perintah suaminya.

وتستغل استدانته لها ماديا، وعسره المالي (الخارج عن إرادته مع التزامه جادة الصواب) في إنفاذ إرادتها أو أن تطلب الطلاق وهو كما سبق معسر ماليا. نرجو التكرم بالإفادة وجزاكم الله خيرا.

Istri tersebut memanfaatkan posisi suami yang berutang materi kepadanya serta kondisi kesulitan finansial suami (yang terjadi di luar kehendaknya padahal ia telah berkomitmen pada jalan yang benar) untuk memaksakan kehendaknya atau menuntut cerai, sementara suami —sebagaimana disebutkan— sedang dalam kondisi sulit secara finansial. Kami mohon penjelasannya, dan jazakumullahu khairan.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فإن الزواج يقصد منه عادة تأسيس بيئة صالحة من أجل بناء الأسرة وترابطها إعفاف النفس وصيانتها عن الحرام. ويراد منه كذلك ما يحصل من السكن والطمأنينة والألفة والمودة والانبساط بين الزوجين.

Sesungguhnya pernikahan biasanya dimaksudkan untuk membangun lingkungan yang baik demi terbentuknya keluarga dan ikatan antar anggotanya, serta untuk menjaga kehormatan diri dan melindunginya dari hal-hal yang haram. Pernikahan juga dimaksudkan untuk mewujudkan ketenangan (sakinah), ketenteraman, keakraban, rasa cinta (mawaddah), dan kelapangan hati di antara suami istri.

وأما عصيان الزوجة أوامر زوجها، واستغلالها نقاط ضعفه، وتحميلها إياه ما لا يطيق، فإن ذلك لا يجوز، وهي بذلك آثمة. الفتوى الأخرى هنا.

Adapun tindakan istri yang tidak menaati perintah suaminya, memanfaatkan titik-titik kelemahannya, serta membebaninya dengan apa yang tidak ia sanggupi, maka hal tersebut tidak diperbolehkan, dan istri tersebut berdosa karenanya. Fatwa lain disini.

ثم إنه لا يجوز للزوجة طلب الطلاق من زوجها لغير عذر معتبر، فقد روى الترمذي وأبو داود وابن ماجه من حديث ثوبان أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:

Selanjutnya, tidak diperbolehkan bagi seorang istri untuk menuntut cerai dari suaminya tanpa adanya udzur yang diakui secara syariat. At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah telah meriwayatkan dari hadits Tsauban bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلَاقًا مِنْ غَيْرِ بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ

“Wanita mana saja yang meminta cerai kepada suaminya tanpa adanya alasan yang mendesak (ba’s), maka haram baginya bau surga.”

فعلى هذه المرأة أن تتوب إلى الله وتستغفره مما قصرت في حق زوجها ومما صدر عنها من الآثام، وأن لا تعود إلى مثله.

Maka atas wanita tersebut hendaknya ia bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan-Nya atas kelalaiannya dalam memenuhi hak suaminya serta atas dosa-dosa yang telah ia lakukan, dan hendaknya ia tidak mengulangi perbuatan serupa.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.