Khurafat yang Tidak Memiliki Landasan Syariat



خرافة لا أصل لها

Khurafat yang Tidak Memiliki Landasan Syariat

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Khurafat yang Tidak Memiliki Landasan Syariat ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Aqidah

السؤال:

Pertanyaan:

ما صحة هذه الرسالة، يوجد رجل اسمه د. عبد الله مصطفى قال شاهدت بعيني محمد صلى الله عليه وسلم فى منامي وأوصاني سلاما على الناس، فيجب على كل من يقرأ الرسالة أن يوزعها على الناس وينتظر أربعة أيام فسوف يفرح فرحا شديداً وإذا لم يوزعها فسوف يحزن حزنا شديداً أمانة فى ذمتك إلى يوم القيامة أرسلها إلى ٢٥ شخص وستسمع خبرا حلوا الليلة إن شاء الله؟ وشكراً.

Apa status kebenaran dari pesan ini? Ada seorang pria bernama Dr. Abdullah Mustafa yang berkata: “Saya telah melihat dengan mata kepala saya sendiri Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpi saya dan beliau menitipkan salam untuk orang-orang. Maka wajib bagi setiap orang yang membaca pesan ini untuk menyebarkannya kepada orang lain dan menunggu selama empat hari, maka ia akan sangat gembira. Namun jika tidak menyebarkannya, ia akan sangat berduka. Ini adalah amanah di pundakmu sampai hari kiamat, kirimkanlah ke 25 orang dan engkau akan mendengar kabar manis malam ini insya Allah.” Terima kasih.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فإن رؤية النبي صلى الله عليه وسلم في المنام ممكنة شرعاً، فمن كان من أهل العلم بصفاته وشكله صلى الله عليه وسلم الذي ذكره أهل العلم في كتب الشمائل، ورآه على تلك الصورة بالضبط فهي رؤيا حق، لأن الشيطان لا يتمثل به، كما في حديث الصحيحين.

Sesungguhnya bermimpi melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hal yang mungkin secara syariat. Barangsiapa yang memiliki ilmu tentang sifat-sifat dan ciri fisik beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama dalam kitab-kitab Shama’il, lalu melihat beliau tepat sesuai dengan gambaran tersebut, maka itu adalah mimpi yang benar (ru’ya haq), karena setan tidak dapat menyerupai beliau, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits di Shahihain (al-Bukhari dan Muslim).

وأما موضوع توزيع الرسالة فهو خرافة لا أصل لها، فراجع فيه وفيما تقدم الفتوى الأخرى هنا، والفتوى الأخرى هنا، والفتوى الأخرى هنا.

Adapun mengenai masalah menyebarkan pesan tersebut, maka hal itu adalah khurafat yang tidak memiliki landasan syariat sama sekali. Silakan merujuk mengenai hal ini dan penjelasan sebelumnya pada Fatwa lain di sini, Fatwa lain di sini, dan Fatwa lain di sini.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.