وصية من يُدعى حامل مفاتيح حرم رسول الله كذب لا أصل لها
Wasiat Penjaga Kunci Makam Rasulullah Adalah Kedustaan Tanpa Dasar
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Wasiat Penjaga Kunci Makam Rasulullah Adalah Kedustaan Tanpa Dasar ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Aqidah
السؤال:
Pertanyaan:
سؤالي هو عن تلك الخطابات التي توزع بين الناس وتطلب منك أن تنسخها وتوزعها على أناس ويكون عدد النسخ ٢٥ . فقد وجدت على ماسحة زجاج سيارتي ورقة فأخذتها أظنها إعلاناً وبعد أن فتحتها فاذا بها تأخذ شكل الفتوى فظننتها فتوى فقمت بقراءتها فإذا هي عبارة عن قصة تتكلم عن شيخ يدعى أحمد قد شاهد في أحد أحلامه الرسول عليه الصلاه والسلام.
Pertanyaan saya adalah mengenai surat-surat yang disebarkan di tengah masyarakat yang meminta Anda untuk menyalin dan membagikannya kepada orang lain sebanyak 25 lembar. Saya menemukan selembar kertas di wiper mobil saya, saya mengambilnya karena mengira itu iklan. Namun setelah saya buka, formatnya menyerupai fatwa. Saat saya baca, isinya berupa cerita tentang seorang Syekh bernama Ahmad yang bermimpi melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
وقد أخبره صلى الله عليه وسلم بعدة أشياء – ذكرت في الخطاب – من أشياء وأحداث تحدث في الدنيا وما سيصيبهم في الآخرة ثم بعد ذلك أخذ في التكلم عن هذا الخطاب وأنه سبيل للتوفيق و الرزق وشفاعة الرسول يوم القيامة ولكن كل هذا يجب أن يكون عن طريق نسخ هذا الخطاب ٢٥ نسخه وتوزيعها على الناس لكي يستفيدوا منها ويتعظ منها أكثر عدد ممكن من الناس وسوف يجازى من يفعل ذلك كما تقول الوصية بالتوفيق والنجاح والشفاعة ولكن التوفيق والنجاح لن يكون إلا بعد ٤ أيام من قراءته للرسالة .
Di dalamnya disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi tahu beliau beberapa hal mengenai kejadian di dunia dan apa yang akan menimpa manusia di akhirat. Kemudian surat itu menyebutkan bahwa pesan tersebut adalah jalan menuju taufik, rezeki, dan syafaat Rasulullah di hari kiamat, dengan syarat surat itu harus disalin sebanyak 25 kali dan dibagikan agar banyak orang mengambil pelajaran. Dijanjikan pula bahwa siapa yang melakukannya akan mendapat kesuksesan setelah 4 hari.
أما بالنسبة لمن يهمل تلك الرساله ولا ينشرها فسوف يحرم من الشفاعة وسوف تحل به مصيبه أو مشكله بعد أربعه أيام من قراءتها. ثم اخذ في ذكر أمثلة لأشخاص نفذوا الوصية وماذا حصل لهم وأمثلة لناس أهملوها وماذا حصل لهم . أخي أنا لم أقتنع بهذه القصة من أولها لآخرها وقد سبق أن سمعت عن مثل هذه القصص من زمان ولكني أول مرة أعايشها . فلم أكترث لتلك الرساله وأنا حزين أن يكون هناك من لايزال في جاهلية من دينه خاصة ونحن قد وصلنا لما وصلنا إليه من تقدم وحضارة . وأظن أن هناك فتوى من فضيلة الشيخ ابن باز رحمه الله عن هذا الموضوع ولكني لم أجدها . أرجو الإفادة. وشكرا لك.
Sebaliknya, bagi siapa yang mengabaikan surat tersebut dan tidak menyebarkannya, ia akan terhalang dari syafaat dan akan ditimpa musibah setelah empat hari. Surat itu juga mencantumkan contoh orang-orang yang melaksanakan wasiat tersebut dan yang mengabaikannya beserta nasib mereka. Saya sama sekali tidak percaya dengan cerita ini. Saya sedih melihat masih ada orang yang berada dalam “jahiliyah” terhadap agamanya di zaman maju ini. Saya rasa ada fatwa dari Syekh Ibnu Baz rahimahullah mengenai hal ini, namun saya belum menemukannya. Mohon penjelasannya. Terima kasih.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ….. وبعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
هذه الوصية المزعومة كذب لا أساس لها من الصحة، وعلى المسلم الذي تقع في يديه مثل هذه الوصية المزعومة أن يمزقها ويحذر الناس منها وأن يتوكل على الله تعالى، وقد أهملها أهل الخير والصلاح فما رأوا إلا كل خير والحمد لله .
Wasiat yang diklaim tersebut adalah kedustaan yang tidak memiliki dasar kebenaran sama sekali. Wajib bagi setiap Muslim yang mendapati surat semacam ini untuk merobeknya, memperingatkan orang lain darinya, serta bertawakal kepada Allah Ta’ala. Orang-orang yang baik dan saleh telah mengabaikannya dan mereka tidak mendapati kecuali kebaikan, walhamdulillah.
وقد يفتن الشيطان العبد إن حدث له شيء بعد ذلك بقدر الله فيظن أن ما حدث له من مكروه كان بسبب ما قام به من إتلاف لتلك الوصية ، فعليه أن يعلم أن ما أصابه إنما هو بقدر الله تعالى وما وجده في نفسه إنما هو من تزيين الشيطان. وليعلم أيضا أن من كتبها أو شارك في توزيعها فقد ارتكب إثما مبينا وتعاون مع كتابها المجرمين على الإثم والله جل وعلا يقول:
Terkadang setan menggoda seorang hamba jika terjadi sesuatu padanya setelah itu karena takdir Allah, sehingga ia mengira musibah tersebut disebabkan karena ia telah memusnahkan wasiat itu. Hendaknya ia sadar bahwa apa yang menimpanya hanyalah takdir Allah dan perasaan takut tersebut hanyalah tipu daya setan. Ketahuilah pula bahwa siapa yang menulis atau ikut menyebarkannya, ia telah melakukan dosa yang nyata dan bekerja sama dalam dosa. Allah Jalla wa ‘Ala berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ [المائدة: ٢]
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” [Al-Ma’idah: 2]
وإليك فتوى الشيخ ابن باز رحمه الله تعالى في ذلك . سئل رحمه الله عن وصية منسوبة إلى شخص يدعى أحمد حامل مفاتيح حرم رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى المسلمين من مشارق الأرض ومغاربها ، يقول السائل: فلما قرأتها وجدتها تنافي العقيدة الإسلامية ، ولما ناقشته فيها لم يستمع إلى نصحي ، وقرر توزيع أكبر عدد من تلك الوصية . فما رأي فضيلتكم في هذه المسالة جزاكم الله خيراً ؟
Berikut adalah fatwa Syekh Ibnu Baz rahimahullah mengenai hal ini. Beliau ditanya tentang wasiat yang dinisbatkan kepada seseorang bernama Ahmad, pemegang kunci makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang ditujukan kepada kaum Muslimin di timur dan barat. Penanya berkata: “Ketika saya membacanya, isinya bertentangan dengan akidah Islam. Ketika saya menasihati penyebarnya, ia tidak mau mendengar dan tetap menyebarkannya. Bagaimana pendapat Anda?”
فأجاب رحمه الله : هذه النشرة وما يترتب عليها من الفوائد بزعم من كتبها وما يترتب على إهمالها من الخطر كذب لا أساس له من الصحة ، بل هي من مفتريات الكذابين ، ولا يجوز توزيعها لا في الداخل ولا في الخارج ، بل ذلك منكر يأثم من فعله ، ويستحق عليه العقوبة العاجلة والآجلة، لأن البدع شرها عظيم وعواقبها وخيمة .
Beliau menjawab: “Selebaran ini beserta janji manfaat dan ancaman bahaya di dalamnya adalah kedustaan tanpa dasar. Ia adalah buatan para pendusta. Tidak boleh menyebarkannya baik di dalam maupun luar negeri. Itu adalah kemungkaran yang mendatangkan dosa bagi pelakunya dan layak mendapatkan siksa di dunia maupun akhirat, karena bid’ah itu buruk dan akibatnya fatal.”
وهذه النشرة على هذا الوجه من البدع المنكرة ، ومن الكذب على الله سبحانه وقد قال الله سبحانه:
Selebaran semacam ini adalah bid’ah yang mungkar dan bentuk kedustaan atas nama Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ [النحل: ١٠٥]
“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” [An-Nahl: 105]
وقال النبي صلى الله عليه وسلم :
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang bukan berasal darinya, maka ia tertolak.” (Muttafaqun ‘Alaih)
وقال عليه الصلاة والسلام:
Dan beliau ‘alaihish shalatu was salam juga bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka ia tertolak.” (HR. Muslim)
فالواجب على جميع المسلمين الذين تقع في أيديهم أمثال هذه النشرة تمزيقها وإتلافها وتحذير الناس منها، وقد أهملناها وأهملها غيرنا من أهل الإيمان فما رأينا إلا خيراً . وإن من كتبها ومن وزعها ومن دعا إليها ومن روجها بين الناس فإنه يأثم ، لأن ذلك كله من باب التعاون على الإثم والعدوان.
Maka wajib bagi seluruh kaum Muslimin yang mendapatkan selebaran semacam ini untuk merobek dan memusnahkannya serta memperingatkan orang lain. Kami dan orang-orang beriman lainnya telah mengabaikannya dan tidak mendapati kecuali kebaikan. Siapa pun yang menulis, menyebarkan, dan mempromosikannya di tengah masyarakat, ia berdosa karena itu termasuk tolong-menolong dalam dosa dan pelanggaran.
نسأل الله لنا وللمسلمين العافية من كل شر وحسبنا الله على من وضعها ، ونسأل الله أن يعامله بما يستحق لكذبه على الله وترويجه الكذب وإشغاله الناس بما يضرهم ولا ينفعهم وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه.
Kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan kaum Muslimin dari segala keburukan. Cukuplah Allah bagi kami terhadap pembuatnya, dan kami memohon agar Allah membalasnya dengan apa yang layak ia terima atas kedustaannya serta tindakannya yang menyibukkan manusia dengan hal yang membahayakan. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.
والله تعالى أعلم.
Wallahu Ta’ala a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply