يجوز دفع الأخ الزكاة لإخوانه إن كانوا فقراء
Boleh Memberikan Zakat kepada Saudara Laki-laki Jika Mereka Fakir
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Boleh Memberikan Zakat kepada Saudara Laki-laki Jika Mereka Fakir ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Zakat
السؤال:
Pertanyaan:
لي أخ مريض وله أسرة وحالته المالية سيئة ومرضه عبارة عن حالة نفسية ويحتاج لمبالغ كبيرة للعلاج ومصاريف أبنائه في التعليم. السؤال: هل يجوز دفع زكاة مالي لأخي وحالته كما بينت لكم – حتى يتسنى له علاج نفسه وبناء بيت له ولأولاده. علماً بأن أحد أولاده تخرج وعمل مدرساً ولكن راتبه لا يكاد يكفي ؟. وجزاكم الله خيراً .
Saya memiliki seorang saudara laki-laki yang sedang sakit dan memiliki keluarga. Kondisi finansialnya buruk, dan penyakitnya berupa gangguan kejiwaan yang membutuhkan biaya besar untuk pengobatan serta biaya pendidikan anak-anaknya. Pertanyaannya: Apakah boleh memberikan zakat harta saya kepada saudara saya tersebut dengan kondisi yang telah saya jelaskan — agar ia bisa mengobati dirinya serta membangun rumah untuknya dan anak-anaknya? Sebagai informasi, salah seorang anaknya sudah lulus dan bekerja sebagai guru, namun gajinya hampir tidak mencukupi kebutuhan. Jazakumullahu khairan.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسول الله، أما بعد:
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah. Amma ba’du:
يجوز أن تدفع الزكاة إلى أخيك هذا إن كان على الحالة التي ذكرت بل إن ذلك أولى، لما في المسند والسنن أن النبي صلي الله عليه وسلم قال:
Diperbolehkan memberikan zakat kepada saudara laki-laki Anda ini jika keadaannya sebagaimana yang Anda sebutkan, bahkan hal itu lebih utama (untuk dilakukan), sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Musnad dan As-Sunan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ، وَهِيَ عَلَى ذِي الْقَرَابَةِ اثْنَتَانِ: صِلَةٌ وَصَدَقَةٌ
“Sedekah kepada orang miskin adalah sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat mendapatkan dua pahala: pahala silaturahmi dan pahala sedekah.” (HR. Ahmad)
وعليك أن تعلم أنه لا يجوز لك أن تقطع بهذه الزكاة ما كنت تصرفه على أخيك، فإن أديت إليه الزكاة بنية أن تقطع بها ما كنت تعطيه فقد عصيت الله، والزكاة ما زالت في ذمتك.
Anda harus mengetahui bahwa tidak diperbolehkan bagi Anda untuk memutus nafkah (pemberian rutin) yang biasa Anda berikan kepada saudara Anda tersebut dengan alasan telah memberikan zakat ini. Jika Anda menunaikan zakat kepadanya dengan niat untuk menghentikan apa yang biasa Anda berikan secara sukarela, maka Anda telah bermaksiat kepada Allah, dan zakat tersebut tetap menjadi tanggungan yang belum gugur dari diri Anda.
لقول النبي صلى الله عليه وسلم في الحديث المتفق عليه:
Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang disepakati kesahihannya (Muttafaqun ‘Alaih):
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya setiap amal itu bergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”
والله تعالى أعلم.
Wallahu Ta’ala a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply