Hukum Memberikan Zakat kepada Pekerja Pengganti THR



حكم إعطاء الزكاة للعمال كبديل عن العيدية

Hukum Memberikan Zakat kepada Pekerja sebagai Pengganti Hadiah Hari Raya (Idiyyah)

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Hukum Memberikan Zakat kepada Pekerja sebagai Pengganti Hadiah Hari Raya (Idiyyah) ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Zakat

السؤال:

Pertanyaan:

بالنسبة لزكاة المال: هل يجوز إعطاؤها للوالدة؟ هل أعطيها لشخص موظف يمر بظروف صعبة لفترة معينة؟ هل يجوز إعطاؤها بدل إكرامية للعمال يعني أنا أعطي للعمال عيدية هل تكون الزكاة مكانها؟

Terkait zakat harta: Apakah boleh memberikannya kepada ibu kandung? Apakah saya boleh memberikannya kepada seorang karyawan yang sedang melewati masa-masa sulit untuk periode tertentu? Apakah boleh memberikannya sebagai pengganti tip/bonus bagi para pekerja? Maksudnya, biasanya saya memberikan “idiyyah” (hadiah uang hari raya) kepada para pekerja, apakah zakat boleh diposisikan sebagai pengganti hadiah tersebut?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فأما جواب السؤال الأول والثاني: فيراجع في الفتاوى الأخرى هنا.

Adapun jawaban untuk pertanyaan pertama (zakat untuk ibu) dan kedua (zakat untuk karyawan yang sulit secara temporer), silakan merujuk pada Fatwa-fatwa lain di sini.

وأما جواب السؤال الثالث: فيقال: إن كان هؤلاء العمال يكفيهم ما يتقاضون من راتب في سداد ضرورياتهم من مأكل ومشرب وملبس ومسكن ولو بالإيجar، فلا يجوز الدفع إليهم، لأنهم ليسوا بفقراء.

Sedangkan jawaban untuk pertanyaan ketiga: Jika para pekerja tersebut sudah berkecukupan dengan gaji yang mereka terima untuk memenuhi kebutuhan darurat mereka, baik itu makanan, minuman, pakaian, maupun tempat tinggal (meskipun menyewa), maka tidak diperbolehkan memberikan zakat kepada mereka karena mereka tidak tergolong fakir.

وانظر لمعرفة من هو الفقير والمسكين الفتوى الأخرى هنا، 

Untuk mengetahui kriteria siapa yang disebut fakir dan miskin, silakan lihat Fatwa lain di sini.

فإن صدق بينهم وصف المسكنة والفقر، فلك أن تدفع لهم الزكاة بنية الزكاة لا العيدية.

Jika memang sifat kemiskinan dan kefakiran itu terbukti ada pada mereka, maka Anda boleh menyerahkan harta tersebut kepada mereka dengan niat sebagai zakat, bukan sebagai “idiyyah” (hadiah hari raya).

ولا يلزم أن تخبرهم بأنها زكاة ما دمت نويت الزكاة وكانوا أهلا لها.

Dan Anda tidak wajib memberitahu mereka bahwa uang tersebut adalah zakat, selama Anda sudah meniatkannya sebagai zakat dan mereka memang termasuk golongan yang berhak menerimanya (mustahik).

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.