Wali Anak di Bawah Umur Wajib Mengeluarkan Zakat



يجب على أولياء القصر إخراج الزكاة في أموالهم

Wali Anak di Bawah Umur Wajib Mengeluarkan Zakat atas Harta Mereka

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Wali Anak di Bawah Umur Wajib Mengeluarkan Zakat atas Harta Mereka ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Zakat

السؤال:

Pertanyaan:

بسم الله الرحمن الرحيم، السلام عليكم ورحمة الله. لدي حديقة ثمار وهي لقصر وقد قمت ببيع الثمار بمبلغ من المال ولكن على أقساط وقد استلمت المقدم من هذا المبلغ فما هي الزكاة المفروضة عليه، وهل إخرج عن المبلغ بالكامل؟ أم أخرج عن المقدم فقط ؟ ولدي القصر مبالغ في البنك فما ايضا الزكاة المفروضة عليه؟

Bismillahir rahmaanir rahiim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya mengelola sebuah kebun buah milik anak di bawah umur (yatim/al-qushur). Saya telah menjual hasil buahnya dengan sejumlah uang namun secara angsuran, dan saya telah menerima uang muka dari jumlah tersebut. Berapakah zakat yang diwajibkan atasnya? Apakah saya mengeluarkan zakat dari seluruh nilai penjualan tersebut, atau hanya dari uang mukanya saja? Selain itu, anak-anak tersebut memiliki simpanan uang di bank, berapakah pula zakat yang diwajibkan atas uang tersebut?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فزكاة الزروع والثمار إذا بلغت النصاب إنما تكون من المحصول عند الحصاد لقوله تعالى:

Zakat tanaman dan buah-buahan apabila telah mencapai nishab, maka zakatnya diambil dari hasil panen saat waktu panen tiba, berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ [الأنعام: ١٤١]

“Dan tunaikanlah haknya di hari memanennya.” [Al-An’am: 141]

ولا يجزئ إخراج القيمة في مذهب الجمهور، وعليه فإذا كانت الثمار قد بلغت نصاباً فالواجب عليك الآن هو إخراج عشر الثمر إذا كانت مما سقي بلا كلفة ونصف العشر إذا كانت ما سقي بكلفة كالسواقي والمضخات ولا يجزئك إخراج الزكاة نقداً.

Tidak mencukupi (tidak sah) mengeluarkan zakat dalam bentuk nilai uang menurut madzhab mayoritas ulama (Jumhur). Berdasarkan hal tersebut, apabila buah-buahan tersebut telah mencapai nishab, maka kewajiban Anda saat ini adalah mengeluarkan sepersepuluh (10%) dari hasil buah jika pengairannya tanpa biaya (alami), dan seperdua puluh (5%) jika pengairannya menggunakan biaya seperti kincir air atau pompa. Dan tidak sah bagi Anda mengeluarkan zakatnya dalam bentuk uang tunai.

نعم إذا كان المبلغ الذي بيعت به الثمار قد بلغ نصاباً بنفسه أو بما انضم إليه من نقود أخرى أو عروض تجارة وحال عليه الحول وهو نصاب فإنه يزكى زكاة النقدين “ربع العشر”.

Benar, apabila uang hasil penjualan buah tersebut telah mencapai nishab dengan sendirinya, atau dengan digabungkan bersama uang tunai lainnya atau barang dagangan, serta telah berlalu waktu satu tahun (haul) dalam keadaan tetap mencapai nishab, maka ia dizakati sebagaimana zakat emas dan perak, yaitu sebesar seperempat dari sepersepuluh (2,5%).

وأما عن الأموال الموجودة للقصر لدى البنك فإن الزكاة واجبة فيها إذا بلغت نصاباً بنفسها أو بما انضم إليها من نقد أو عروض وحال عليها الحول، وزكاتها ربع العشر (2.5%)، وراجع الفتاوى الأخرى هنا.

Adapun mengenai harta milik anak-anak tersebut yang ada di bank, maka zakat wajib dikeluarkan darinya apabila telah mencapai nishab dengan sendirinya atau dengan digabungkan bersama uang tunai atau barang dagangan lainnya serta telah berlalu masa satu tahun (haul). Zakatnya adalah sebesar 2,5%, dan silakan lihat Fatwa-fatwa lain di sini.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.