Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 107
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 107 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

kecil-kecilan saja menurut kesanggupan yang ada daripada meminjam dari teman-teman, tetapi kemudian tak mampu membayar kembali. Sumber pembiayaan keempat untuk pesta adalah buwuh dan mungkin yang paling menarik dari segi teoretis, karena ia mengungkapkan premis-premis nilai yang mendasari seluruh pola duwe6 gawe itu. Buwuh adalah jenis sumbangan uang yang khas dari para tamu kepada tuanrumah atas hidangan dan pelayanan yang telah mereka terima. Kebiasaan yang umum dalam memberikannya adalah dengan menempel- kan pada telapak tangan secara diam-diam ketika bersalaman dengan tuanrumah untuk berpamitan, pada saat mana tuanrumah akan memberikan sebungkus jajan kepada isteri tamunya sebagai lambang sumbangannya kepada sang tamu yang berupa hidangan dan hiburan pada malam pertemuan itu. Lagi-lagi, hubungan timbal balik terlibat dalam hal ini. Begitu banyak pesta perkawinan yang akan diselenggarakan orang, kata seorang informan. Ia diundang ke pesta perkawinan keluarga Ikhwan, keluarga Abdullah dan di rumah seseorang yang bernama Rasdi di Sumbersari. Yang terakhir ini tidak begitu dikenalnya: karena ib pergi dan tak harus menyumbangkan buwuh. (Kalau ia wajib menyumbang buwuh, ia akan melakukannya, terlepas dari apakah ia menghadiri upacara itu atau tidak: kalau ia tidak pergi, ia akan me- ngirim anaknya untuk membawa buwuh dan sebagai gantinya akan menerima besek daun pisang yang penuh makanan). Tentang keluarga Abdullah, ia memang kenal baik sekali dengan isterinya. Di samping itu, isterinya telah menyumbang buwuh ketika ia melahirkan. Jadi ia harus pergi dan menyumbang buwuh juga sebagai imbalan. Keluarga Ikhwan adalah tetangganya: dan ia merasa, kurang lebih dalam satu tahun ini ia akan mengkhitankan anaknya, Sutrisno, jadi ada baiknya “menabung” dengan memberi buwuh kepada tetangganya itu. Sungguh menyedihkan kalau orang menyelenggarakan upacara demikian, tetapi tak seorang pun memberikan buwuh: dan ini bisa terjadi karena orang itu jarang memenuhi undangan dan menyumbangkan buwuh. Di hari lain, ia mengunjungi slametan yang diselenggarakan untuk keponakan perempuan tetangganya, Pak Senn, yang baru saja melahirkan dan di 'sanatak banyak orang yang memberi buwuh. Ia membawa anaknya yang paling kecil, yang terus saja melahap semua jajan: Jadi, karena merasa malu, ia akhirnya menyumbangkan buwuh juga, walaupun semula ia tak bermaksud begitu.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 107 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi