Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
jasadnya dikuburkan. Dan ini berbahaya bagi setiap orang, khususnya bagi keluarga yang ditinggalkan. Makin cepat ia dikuburkan, makin cepat pula rohnya kembali ke tempat yang layak. Segerasetelah mendengar berita kematian itu, para tetangga mening- galkan semua pekerjaan yang sedang dilakukan untuk pergi ke rumah keluarga yang tertimpa kematian ini. (Bahkan para pegawai kantor pemerintah atau buruh kereta api yang digaji akan segera meninggalkan tempat kerjanya bila mendengar berita emacam itu). Setiap perempuan membawa sebaki beras, setelah diambil sejumput oleh yang sedang berduka untuk disebarkan ke luar pintu, lalu segera ditanak untuk slametan. Para lelaki membawa alat-alat pembuat nisan, usungan untuk membawa mayat ke makam (dalam kebanyakan kasus ini disewa atau disediakan oleh perkumpulan pemakaman) dan lembaran papan untuk diletakkan di liang lahat. Dalam kenyataannya, hanya sekitar setengah lusin orang yang perlu membawa alat-alat itu: selebihnya hanya sekadar datang dan berdiri sambil ngobrol di halaman. Lebih dari upacara pergantian tahap yang manapun, upacara pemakaman dihadiri oleh semua orang. Perbedaan kelas, pertentangan ideologi serta perselisihan pribadi sering mengubah kehadiran secara geografis pada slametan lain, terutama di Mojokuto: tetapi pada kematian, setiap orang yang tinggal di dekatnya dan setiap orang di kota yang kenal dengan almarhum atau ada hubungan kekeluargaan dengannya pada umumnya datang ke pemakaman itu. Lagi-lagi, di sini seseorang menemukan gagasan bahwa orang harus datang ke pema- kaman orang lain agar orang lain nanti datang pula ke pemakamannya. Ketika saya menanyakan kepada seseorang tentang perkumpulan pemakaman yang diikutinya, ia mengatakan bahwa uang yang diperoleh pada saat kematiannya nanti hanya bersifat nominal saja. Apa yang penting adalah bahwa semua anggota perkumpulan itu wajib hadir pada pemakaman sesama anggota. Bila modin tiba, ia akan membuka pakaian mayat itu, menutupi kemaluannya dengan sarung yang longgar, mengikat rahang mayat dengan tali ke atas kepalanya agar mulutnya tidak terbuka dan mengikat kedua kakinya jadi satu. Kedua lengan mayat disilangkan di dada, tangan kanan di atas tangan kiri, dengan ujung-ujung jarinya menyentuh lengan. Badan jenazah ditidurkan dengan kepala ke arah utara, kadang- kadang dengan sebuah lampu yang dinyalakan di atas kepalanya. Jasadnya kemudian dimandikan oleh anggota keluarga serta teman-