Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 118
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 118 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

tidak lagi mungkin. Airmata tidak diperkenankan serta tidak dianjurkan dan mengesankan sekali, orang hanya melihat sedikit sekali airmata. Semua daya diarahkan untuk membereskan tugas, tidak untuk berlama- lama menikmati kesedihan. Tetek-bengek pekerjaan pemakaman yang menyibukkan, pergaulan sosial yang formal dan sopan dengan para tetangga yang berdatangan dari segala penjuru, rentetan slametan yang diadakan dari waktu ke waktu selama tiga tahun—seluruh momentum dari sistem ritual orang Jawa—diharapkan akan membantu mengatasi proses dukacita itu dengan tabah dan tanpa kekalutan perasaan yang parah. Ikhlas, merelakan keadaan secara sadar, merupakan kata yang jadi pedoman dan walaupun seringkali sulit dicapai, namun senantiasa diusahakan orang. Saya pergi membeli sehelai sarung dari Mujito yang isterinya meninggal secara mendadak sekitar dua minggu yang lalu. Tampak Mujito masih agak sedih karena peristiwa itu, tersenyum lebar dan gugup sambil berbicara tentang kejadian itu tanpa menarik nafas sejak saya masuk sampai keluar lagi. Pertama-tama, a mengatakan, sebagaimana lazimnya orang Jawa yang “tertimpa kesulitan”, “Maaf seribu maaf, karena isteri saya tidak ada lagi" (artinya, tolong ringankan beban dukacita saya dengan memaafkan saya), dan sebagai jawaban, saya bergumam bahwa saya menyesal karena terlambat mengunjungi dia. Kemudian, ia melanjutkan pembicaraan secara panjang lebar untuk menyatakan bahwa ia ikhlas, bahwa Tuhanlah yang telah memanggil isterinya dan bahwa ia tak berhak mengeluh. Ia mengatakan bahwa ia ikhlas saja serta tunduk kepada kehendak Tuhan (Mujito adalah se- orang santri dan karenanya, lebih cepat menyerahkan segala sesuatu kepada kehendak Tuhan daripada seorang abangan). Bagaimanapun juga, ia tak bisa berbuat apa-apa. Ketika isterinya baru meninggal, ia tak punya alasan untuk terus bekerja (Saya melihat dia sudah berada ditoko sehari setelah isterinya meninggal dan orang pun keluar masuk menyampaikan belasungkawa). Apa gunanya? la mengatakan bahwa ia merasa isterinya tidak berdosa serta tak melakukan suatu kesalahan apa pun dan ia merasa bahwa isterinya tidak layak untuk meninggal dunia dalam usia yang demikian muda. Namun, tidak lama kemudian, ia mulai sadar bahwa ia harus ikhlas dan pelan-pelan berkata kepada dirinya sendiri babwa ia harus bersikap ikhlas. Dan sekarang, setelah ia benar-benar ikhlas, ia tak lagi merasa apa-apa. Ia berkata hahwa memang demikianlah seharusnya orang merasakannya. Perasaan harus datar, seimbang, Selalu pada tingkat yang sama. Orang tak boleh


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 118 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi