Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
membiarkan perasaan turun naik. Terlalu sedih pada suatu saat dan terlalu girang pada saat berikutnya, tetapi harus mencoba menjaga keseimbangan perasaannya. Ia mengatakan bahwa kesedihan serta kebahagiaan saling terkait dan tak bisa dipisahkan: karenanya kalau orang bahagia sekarang, ia pasti akan bersedih hati nanti dan orang tak seharusnya menuruti kehendak perasaan. Kalau orang merasa bahagia, ia harus ingat akan kesedihan yang dialaminya sebelumnya dan bahwa ia akan mengalaminya lagi: kalau orang sedang tertimpa kesedihan, ia pun harus mengingat kebahagiaan yang pernah diperolehnya dan akan diperolehnya lagi, dengan demikian, ia akan menjaga perasaannya dalam keadaan seimbang. Inilah yang dicoba dilakukannya. Dan itu memang benar. Adalah salah untuk merasa sangat sedih, duka dan kecewa: orang harus mencoba menjaga perasaannya tanpa gunung-gunung dan lembah-—tetap pada dataran yang rata. Ia berkata bahwa orang tak boleh membiarkan perasaan yang kuat tersimpan di hati, orang harus ikhlas. “Sebagaimana saya menjual sarung ini kepada Anda, saya harus merasa bahwa saya memperoleh harga yang pantas, demikian juga Anda: hingga tak seorang pun di antara kita merasa kecewa di dalam hatinya. Kita harus ikhlas terhadapnya dan begitulah caranya saya merasakan kepergian isteri saya" Ia berkata bahwa pada mulanya ia merasa ingin mati juga, tetapi kemudian ia mengatakan kepada dirinya sendiri untuk melupakan semuanya itu, karena ia harus melanjutkan mengurus anak. Kadang-kadang disiplin diri ini terbukti sangat sulit dan beberapa tindakan langsung perlu dilakukan. Saya bertanya kepadanya apakah ia sangat berduka ketika ibunya meninggal beberapa tahun lalu dan ia menjawab tidak, ibunya sudah tua. Di samping itu, ia telah mengunjungi ibunya kira-kira empat atau lima hari sebelum meninggali ibunya dalam keadaan sakit parah dan ia tahu bahwa ajainya akan tiba. Karenanya ia tak lagi terkejut. Ia mengatakan bahwa seseorang tidak merasa sedih kalau seorang yang sudah tua dan jatuh sakit kemudian meninggal. Bagaimana kalau terhadap anak yang masih bayi, tanya saya. Ia menjawab, “Ya, untuk mereka, seringkah kita sangat sedih. Kalau mereka berumur hanya sebulan atau dua bulan, kita tak akan terlampau sedih,? tetapi kalau mereka telah berusia setahun atau satu setengah tahun serta kita telah menyaksikan bagaimana mereka bermain dan mereka ini begitu mungil juga menyenangkan, lalu mereka meninggal, kita bisa sedih sekali". Menurut dia, ketika anaknya yang paling kecil meninggal pada usia satu setengah tahun, anaknya yang sulung, yang berusia sekitar 17 atau 18 tahun, meraung-raung selama seminggu, tak mau makan, tak bisa tidur dan enggan melakukan apa pun.