Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
menginginkan buah jeruk di luar musimnya, atau mengidamkan telur bebek—dan roh orang mati berada dalam makanan ini, lalu masuk ke dalam rahim perempuan itu kemudian dilahirkan kembali sebagai anaknya. Reinkarnasi sering terjadi—tetapi tidak selalu—dalam keluarga itu juga, walaupun hubungannya agak jauh dan individu tempat jiwa itulahir kembali tidak harus berjenis kelamin sama dengan almarhum. Kejadian ini bisa diwartakan melalui mimpi sang ibu, ditetapkan berdasarkan kesamaan ciri-ciri antara si anak dengan almarhum yang baru saja meninggal atau dengan kesamaan tanda-tanda lahir. “Tidaklah bijaksana untuk mengatakan kepada seorang anak tentang siapa yang lahir kembali dalam dirinya karena ini bisa membuat jiwa di dalam diri anak itu merasa malu dan dia akan jatuh sakit. Setelah ia berumur di atas enam tahun atau lebih, hal itu tidak jadi masalah lagi. Ketika saya bertanya kepada beberapa orang tentang siapa yang lahir kembali dalam diri mereka, mereka tampaknya tidak tahu, walaupun mereka selalu bisa menceritakan siapa yang menjelma dalam diri anak- anak mereka. Kadang-kadang orang memegang pengertian Hindu tentang kemajuan dan kemunduran dalam tahap-tahap menurut tingkahlaku seseorang selagi masih hidup: tetapi kalangan abangan membiarkan hal-hal semacam itu untuk direfleksikan oleh para priyayi dan menggunakan gagasan reinkarnasi terutama untuk menjelaskan kekhususan pribadi pada anak-anak mereka serta tingkahlaku binatang yang kadang-kadang aneh, misalnya anjing yang berpuasa pada hari Senin dan Kamis seperti manusia. Orang Jawa kadang-kadang dikatakan memuja nenekmoyang mereka, tetapi kecuali tanda petik yang kabur yang dilekatkan pada perkataan “nenekmoyang” secara umum atau kepada nenekmoyang seseorang sebagai “para kakek dan nenek” dalam mantera dan slametan, pembakaran kemenyan untuk “nenekmoyang” pada malam Jum'at oleh sedikit orang, pemberian dekorasi pada kuburan keluarga di sana sini, tidak ada bukti kultus nenekmoyang di Mojokuto. Orang Jawa menghitung hubungan keturunan mereka sampai delapan generasi ke atasdan mempunyai istilah istilah khusus untuk setiap tingkatnya (bapak, embah, buyut dan seterusnya) tetapi saya tak pernah mengenal seorang pun yang mengetahui nama nenekmoyangnya di atas kakeknya dan saya tidak pernah mendengar orang menyebut nama nenekmoyangnya, kecuali kedua orangtuanya. “Pemujaan terhadap nenekmoyang” pada orang Jawa, paling tidak di Mojokuto dewasa ini, tidak lebih dari sebuah