Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 150
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 150 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Banyak teknik pengobatan lain yang digunakan. Misalnya, Haji Rasid adalah seorang ahli dalam apa yang disebut orang dengan obat- obatan metalik (logam), la memberi air raksa untuk diteguk oleh seorang penderita sipilis, lempengan besi yang ditumbuk menjadi bubuk debu untuk penguat tubuh pada umumnya dan sebutir telur yang dibakar hangus serta diolesi bubuk perak untuk mengobati disentri: tetapi teknik yang membuatnya terkenal adalah pemasangan susuk: memasukkan potongan-potongan kecil emas ke bawah kulit. Potongan-potongan ini—Haji itu mengatakan, ia mempunyai sekitar 60 potong di bawah kulitnya sendiri dan saya kenal lusinan orang yang diinjeksi dengan potongan demikian oleh haji itu, kadang-kadang potongan itu masih kelihatan di balik kulit—ditusukkan ke tempat yang terasa nyeri. Seorang yang terus-menerus menderita kepala pusing akan minta ditusuk pada bagian dahinya: seorang yang sakit mata akan minta ditusuk dengan potongan emas di dekat matanya: dan seseorang yang sakit perut akan ditusuk di dekat pusarnya. (Bagi orang gila atau diliputi perasaan sedih terus-menerus akan ditusuk di perut juga untuk menenangkan “hati" mereka yang terletak dalam rongga perut). Andalan Rasid pada obat-obatan sedikit lebih kuat daripada dukun- dukun lainnya. Dan berbeda dari yang lain, ia meminta bayaran (Rp 6,50 untuk potongan emas: Rp 15 untuk pengobatan dengan air raksa, yang baik juga untuk kekuatan tubuh kita). Bayaran itu dipungutnya terlepas dari apakah pengobatannya berhasil atau tidak. la menganggap bahwa ia hanya memungut bayaran untuk obatnya, tetapi tidak untuk jasa penyembuhannya. Singkatnya, ada tiga elemen dalam proses pengobatan: obat itu sendiri, mantera dan apa yang oleh Malinowski disebut “kondisi pemberi obat"—dalam konteks ini kekuatan batin sang dukun, kemampuannya untuk memusatkan pikiran sedemikian rupa, hingga mantera itu sampai ketelinga Tuhan atau makhluk halus kembar yang melindungi si pasien. Dalam pengobatan dan sihir di Trobriand, Malinowski menemukan mantera sebagai bagian yang esensial dari apa yang mereka sebut dengan “praktik-praktik magi”, sedangkan Evans-Prichard menemukan bahwa di kalangan orang Azasde yang pokok adalah obatnya itu sendiri, sementara dua aspek lainnya dianggap sekunder. Adalah menarik bahwa di Jawa, aspek yang ketiga, yakni keadaan pemberi obat, yang dianggap sebagai elemen yang penting sekali.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 150 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi