Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Ah, obat ini terlihat hitam (dukun meludahinya)— Ya, saya mengobati anak ini. Mengingat adalah mantera atau lebih tepatnya, tenaga batin sang dukun, yang berperan, maka ia tak perlu menggunakan obat kalau ia cukup sakti: dan dalam kenyataannya, mungkin obat yang paling umum diberikan oleh para dukun hanyalah teh biasa yang telah diberi mantra serta diludahi olehnya. Teh ini kemudian diminum oleh si penderita atau mungkin juga dioleskan pada pusarnya karena banyak dukun menganggap fungsi teh adalah untuk memanggil dua makhluk halus penjaga. Makhluk-makhluk yang lahir dengan si penderita dalam air ketuban dan tali pusarnya, agar kembali kepadanya. Menurut mereka, hal ini yang membuat sembuh, dengan menghalau makhluk halus, bukan si dukun: fungsi yang terakhir ini hanya untuk memungkinkan si penderita berhubungan dengan dua makhluk halus penjaganya yang tak kelihatan, dimana si penderita tidak bisa melakukannya tanpa bantuan dan dimana si dukun melakukannya melalui konsentrasinya, manteranya serta olesan teh ke pusar penderita. Sebagai pengganti teh, ramuan cairan kuning telur, santan atau sayur-sayuran yang ditumbuk juga sering digunakan. Adalah menarik bahwa istilah yang digunakan untuk pekerjaan menghirup obat cair itu sama dengan menyusu dari payudara: mik. Terakhir, salahsatu teknik pengobatan yang paling umum adalah pijat. Pijat itu mungkin sederhana dan bersifat sekuler tanpa sedikit pun bau mistik, tetapi bisa juga pijat itu dibarengi dengan mantera serta ludah: Dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang! 'Semoga Nabi Adam memperbaiki (orang ini), Semoga Siti Hawa memerintahkan (orang ini), Melancarkan urat-urat yang kusut, Membetulkan tulang-tulang yang salah letak, Membuat semua cairan dalam tumbuh terasa enak, Membuat semuanya baik kembali, Sehat kembali, sehat sebagaimana semula (yakni sebelum sakit). Kesehatan jatuh bersama ludahku yang putih (ia meludah tiga kali pada tengkuk si pasien). 'Sehat, sehat, sehat, dengan kehendak Allah.