Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kemudian ia melanjutkan pembicaraan tentang para dukun. Saya menanyakan kepadanya, siapakah dukun yang bagus di sini. Dan menurut dia, Pak Ten (camat) adalah yang terbaik. Katanya, kemampuannya tidak diperolehnya dari keturunannya, karena ayahnya tidak bisa mengobati orang. Akan tetapi, Pak T8n bisa melakukan itu sejak ia berusia 12 tahun. Semuanya datang dari meditasi (sumedi), berpuasa, bergadang dan menahan diri secara umum. Pak Ten akhir-akhir ini mengobati ayah Bu Wiryo. la terkena serangan otak, kata para dokter. Mereka mengatakan tak bisa lagi menolongnya: ia lumpuh dan tak bisa bicara. Pak Ten mengucapkan mantera untuknya, memberinya air teh dan sebagainya, lalu kesehatannya membaik. Ia memang belum sehat penuh, tetapi ia sudah bisa berjalan dan bicara lagi, walaupun sebenarnya menurut para dokter, ia tak akan bisa lagi melakukan hal itu. Ia mengatakan bahwa dirinya sendiri, Hariyo, mempunyai bakat dalam bidang ini. Untuk membuktikannya, ia meletakkan sebatang rokok yang menyala di atas lidahnya, sambil mengatakan bahwa ia memiliki keahlian lain yang sama hebatnya: yang ini hanyalah sekadar contoh saja. Katanya, ia bisa juga mengobati orang, tetapi ia hanya menggunakan ilmunya untuk mengobati anaknya sendiri: karena bila orang tahu tentang hal itu, mereka akan berdatangan untuk minta disembuhkan dan ia tak akan bebas lagi atau tak lagi mempunyai waktu untuk dirinya sendiri. Katanya, kemampuannya itu diperolehnya dari banyak berpuasa dan berjaga di malam hari. Setiap elemen itu—obat, mantera dan kemampuan pemberi obat— bisa digunakan sendiri-sendiri. Obat bisa digunakan di rumah dengan atau tanpa nasihat dukun. Orang bisa diobati hanya dengan bersemadi mengenai persoalan yang mereka hadapi dan kemudian diberi nasihat untuk memindahkan kakus, menguburkan kembali tali pusar si anak, tidur dengan kepala di ujung lain tempat tidur mereka, tanpa mantra atau obat samasekali. Orang bisa dipijat dan tubuhnya dibacakan mantera tanpa obat khusus serta tanpa memerlukan pemusatan pikiran yang khusus dari si tukang pijat. Namun, yang lebih umum adalah penggunaan ketiganya sebagai bagian yang saling bergantung dari sebuah teknik pengobatan, dimana mantera dan obatnya diberi tenaga oleh kemampuan batin si dukun. Mantera yang dibacanya sampai kepada Tuhan atau makhluk halus kembar pelindung si anak, karena pemusatan pikiran yang intens dari si pemberi obat mendorongnya ke dalam kesadaran mereka dan sebagai jawaban atas permintaan mantera itu, mereka bertindak lewat si dukun ketika ia meludahi obat itu untuk membuatnya sungguh-